Diposting Jumat, 11 November 2011 jam 2:19 am oleh Gun HS

Kumis Menandai Tonggak dalam Evolusi Mamalia dari Reptil

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 11 November 2011 -


Penelitian dari Universitas Sheffield membandingkan tikus dan mencit dengan kerabat jauh mereka, hewan berkantung, menunjukkan bahwa kumis yang dapat digerakkan merupakan tonggak penting dalam evolusi mamalia dari reptil.

Dengan menggunakan rekaman video digital berkecepatan tinggi dan pelacakan otomatis, tim peneliti, yang dipimpin Profesor Tony Prescott, telah menjelaskan bagaimana hewan-hewan pengerat seperti tikus dan mencit menggerakkan kumis mereka depan-ke-belakang pada kecepatan tinggi dan dengan cara yang bervariasi untuk secara aktif merasakan lingkungan di sekitarnya dalam perilaku yang dikenal sebagai ‘mengumis’. Mengumis memungkinkan tikus atau mencit secara akurat menentukan posisi, bentuk dan tekstur objek, membuat keputusan dengan cepat dan akurat tentang obyek tersebut, dan kemudian menggunakan informasi ini untuk membangun peta lingkungan. (Artikel terkait dalam model matematis: Model Matematis Mensimulasi Kumis Tikus, Memberi Wawasan Tentang Indera Sentuhan)

Ketika berjalan dalam garis lurus, tikus dan mencit menggerakkan kumis mereka depan-ke-belakang dalam jumlah yang sama pada kedua sisi. Namun ketika berbalik arah, mereka membiaskan gerakan kumis dalam arah putaran, dan ketika kumis pada satu sisi melakukan kontak terhadap objek, sisi yang berlawanan berputar-putar untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut. Strategi-strategi penginderaan aktif yang meningkatkan informasi dengan kumis ini membantu mereka lebih memahami dunianya melalui sentuhan.

Dalam penelitian terbaru, tim riset telah menunjukkan bahwa mengumis yang dilakukan hewan pengerat, yang menggunakan strategi penginderaan aktif, juga terlihat pada hewan kecil berkantung di Amerika Selatan – semacam tupai berekor pendek abu-abu. Hewan ini memiliki banyak kesamaan dengan mamalia awal yang hidup lebih dari 125 juta tahun yang lalu, yaitu sekitar masa yang sama di saat garis-garis evolusi mengarah pada pemisahan hewan pengerat dan hewan berkantung modern.

Bukti ini menunjukkan bahwa beberapa mamalia pertama juga mungkin mengumis seperti mencit atau tikus modern, dan bahwa penampilan kumis yang bergerak adalah penting dalam evolusi mamalia dari reptil. Penelitian ini dipublikasikan dalam Philosophical Transactions of the Royal Society B pada tanggal 12 November 2011 dan juga dipresentasikan pada hari yang sama dalam konferensi Society for Neuroscience.

Mamalia awal adalah hewan malam, dan hidup di pepohonan. Dalam rangka untuk bergerak dan berkembang pada lingkungan yang menantang hewan-hewan ini, diperlukan pengintegrasian informasi secara efektif dari beberapa indera – penglihatan, suara, penciuman, dan sentuhan. Kumis wajah pada mamalia menyediakan indera sentuhan yang baru, yang tidak tersedia pada reptil, untuk bisa membantu mereka bergerak di kegelapan malam hari.

Selain terus menyelidiki persamaan dan perbedaan antara hewan pengerat dan hewan berkantung, tim riset juga menggunakan wawasan tentang penginderaan kumis biologis untuk mengembangkan robot seperti-hewan yang dapat menggunakan kumis buatan untuk menavigasi tanpa penglihatan. Robot ini bisa memiliki aplikasi dalam pencarian-dan-penyelamatan, khususnya dalam lingkungan seperti lokasi bencana, di mana penglihatan terhalang oleh asap atau debu.

Profesor Tony Prescott mengatakan: “Penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa, di samping menjadi berdarah panas, melahirkan hingga hidup singkat, dan memiliki otak yang membesar, munculnya indera sentuhan baru berdasarkan pergerakan kumis wajah ini merupakan langkah penting di sepanjang jalur evolusi ke arah mamalia modern. Walaupun manusia tidak lagi memiliki kumis bergerak, mereka adalah fitur penting dari mamalia awal nenek moyang kita.”

Kredit: Universitas Sheffield
Jurnal: Ben Mitchinson, Robyn A. Grant, Kendra Arkley, Vladan Rankov, Igor Perkon, Tony J. Prescott. Active vibrissal sensing in rodents and marsupials. Philosophical Transactions of the Royal Society B, 12 November 2011; vol. 366 no. 1581 3037-3048. DOI: 10.1098/rstb.2011.0156

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.