Ilmuwan Menumbuhkan Kelenjar Hipofisis dari Sel Induk Embrionik
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Jumat, 11 November 2011 - Meskipun kelenjar hipofisis diciptakan dengan sel batang embrio, para peneliti meyakini bahwa mereka dapat menggunakan proses yang sama pada sel induk dewasa.
Sebuah studi baru, yang dipublikasikan dalam Nature, melaporkan bahwa para ilmuwan telah mampu menumbuhkan kelenjar hipofisis (pituitari) dari sel induk embrio tikus. Ketika ditransplantasikan ke tikus yang mengalami kecacatan pada kelenjar hipofisisnya, tingkat hormon yang hilang dalam tubuhnya menjadi meningkat.
Kelenjar hipofisis adalah kelenjar endokrin seukuran kacang di dasar otak dan mengeluarkan hormon yang berbeda-beda, termasuk Hormon Pertumbuhan Manusia dan hormon penstimulasi tiroid. Pelepasan hormon-hormon ini berperan dalam berbagai hal seperti fungsi pertumbuhan, tekanan darah, kehamilan dan tiroid. Pelepasan hormon tertentu yang tidak memadai oleh kelenjar hipofisis dapat menyebabkan berbagai gangguan hormon.
Tim peneliti, yang dipimpin Dr. Yoshiki Sasai dari Pusat RIKEN untuk Developmental Biologi di Kobe, Jepang, telah menciptakan sebuah cara untuk menumbuhkan organ kecil ini dengan menggunakan sel induk embrio dari tikus. Dengan menggunakan kultur tiga dimensi, tim riset mengatur sel-sel induk tikus dengan menirukan cara kelenjar hipofisis bertumbuh secara alami di dalam embrio.
Ketika bertumbuh di dalam embrio, kelenjar hipofisis ini terbuat dari dua jenis jaringan yang berbeda di otak. Di mana dua jaringan yang berbeda ini hadir bersamaan merupakan lokasi di mana kelenjar hipofisis terbentuk. Para peneliti membentuk kultur sehingga kedua jaringan ini akan hadir bersamaan mirip dengan cara yang mereka lakukan di dalam otak. Lipatan jaringan yang dikenal sebagai kantong Rathke terbentuk secara alami dan tumbuh menjadi kelenjar hipofisis. Kelenjar hipofisis ini butuh waktu tiga minggu untuk bertumbuh dan meliputi semua jenis sel yang ditemukan di dalam kelenjar hipofisis normal.
Para peneliti kemudian mentransplantasikan jaringan ini ke tikus yang memiliki masalah hipofisis, dan kadar hormonnya segera kembali normal.
Meskipun kelenjar hipofisis diciptakan dengan sel batang embrio, para peneliti meyakini bahwa mereka dapat menggunakan proses yang sama pada sel induk dewasa untuk menghindari masalah etika dalam hal penggunaan sel induk embrionik.
Penelitian ini direncanakan untuk mengembangkan kelenjar hipofisis manusia meskipun Sasai mengatakan bahwa ini akan butuh waktu empat hingga lima tahun. Jika berhasil, pertumbuhan kelenjar hipofisis hasil laboratorium ini dapat digunakan untuk menggantikan kelenjar yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik.
Kredit: Pusat RIKEN untuk Developmental Biologi
Jurnal: Hidetaka Suga, Taisuke Kadoshima, Maki Minaguchi, Masatoshi Ohgushi, Mika Soen, Tokushige Nakano, Nozomu Takata, Takafumi Wataya, Keiko Muguruma, Hiroyuki Miyoshi, Shigenobu Yonemura, Yutaka Oiso, Yoshiki Sasai. Self-formation of functional adenohypophysis in three-dimensional culture. Nature, 09 November 2011. DOI: 10.1038/nature10637
- Tujuan Hidup yang Lebih Besar Melindungi Perubahan Berbahaya di Otak yang Berasosiasi dengan Penyakit Alzheimer
- Resiko Cacat Lahir Lebih Tinggi pada Reproduksi yang Dibantu
- Pandangan Berbeda Mengenai Tuhan Mempengaruhi Perilaku Mencontek
- Manfaat Pengasuhan Anak Bermutu Tinggi Tetap Terasa Ketika Individu telah Berusia 30 Tahun
- Korupsi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Negara Berpenghasilan Rendah
- Asal Usul Suku-Suku Di Indonesia
- Kelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
- Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup
- Untuk Mendorong Kepuasan Konsumen, Pemilik Harus Memperhatikan Kepuasan Kerja Karyawan
- Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera
