Diposting Kamis, 10 November 2011 jam 9:38 pm oleh Gun HS

Studi Mengungkap Petunjuk pada Bagaimana Manusia Menjadi Mahkluk Sosial

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 10 November 2011 -


Manusia telah berevolusi menjadi primata yang paling fleksibel dan mampu hidup dalam banyak pengaturan sosial yang berbeda-beda yang memisahkan kita dari primata non-manusia, demikian yang ditunjukkan penelitian dari Universitas Oxford dan Universitas Auckland.

Makalah penelitiannya, yang dipublikasikan dalam jurnal Nature, telah memberi petunjuk baru yang penting pada bagaimana jaringan dan sosialisasi manusia saat ini dengan menjelajahi sejarah evolusi pengelompokan sosial di antara primata. Studi ini menganalisa pola kelompok-kelompok sosial di antara primata yang hidup, serta memeriksa ‘akar’ pohon keluarganya, pada 217 spesies primata. Para peneliti kemudian menggunakan pemodelan data Bayesian untuk merekonstruksi penjelasan yang paling mungkin pada bagaimana perilaku pengelompokan primata berevolusi selama 74 juta tahun.

Temuan utama mereka adalah bahwa perubahan langkah utamanya dalam perilaku sosial terjadi ketika primata beralih dari yang utamanya aktif di malam hari menjadi lebih aktif sepanjang siang hari. Primata dimulai sebagai pemburu soliter sebagaimana mereka bisa bertahan hidup pada malam hari dengan bergerak diam-diam sendiri di dalam gelap. Namun, sekali beralih ke aktivitas siang hari, mereka bisa terlihat dan lebih rentan terhadap serangan pemangsa kecuali mereka bisa menunjukkan kekuatan dalam hal jumlah.

Laporan penelitian ini memberikan bukti yang menunjukkan bahwa peralihan aktivitas ini bertepatan dengan perubahan signifikan dalam perilaku sosial sebagaimana primata mulai ‘mengeroyok’ untuk pertama kalinya. Para peneliti menyimpulkan bahwa ikatan sosial dimulai sebagai cara beradaptasi terhadap ancaman baru.

Makalah ini juga menunjukkan bahwa primata secara langsung beralih dari pemburu yang soliter menjadi kelompok besar di mana anggota-anggota kelompoknya tidak terikat secara ketat. Anggota bisa datang dan pergi seperlunya, suatu perilaku yang masih bisa diamati pada beberapa primata saat ini, seperti lemur. Sedangkan munculnya kelompok-kelompok primata yang lebih stabil, di mana individu-individunya membentuk sekumpulan yang lebih kecil dan mempertahankan hubungan sosial yang erat, cenderung berkembang jauh lebih lama.

Temuan ini signifikan, karena melempar keraguaan terhadap teori-teori sebelumnya tentang evolusi pola pengelompokan sosial primata. Penelitian sebelumnya telah mengusulkan bahwa kelompok-kelompok sosial primata yang kompleks terdiri dari unit-unit lebih kecil yang ditumpuk agak seperti blok bangunan. Yang lainnya telah mengusulkan bahwa ikatan antara induk dan putrinya kemudian diperluas untuk menyertakan betina-betina terkait lainnya, dan hal itu adalah jaringan hubungan yang menyokong pola pengelompokan sosial mamalia.

Data, yang dipelajari oleh tim peneliti, meliputi sejumlah besar pola pengelompokan sosial: kelompok individu-individu yang soliter, ikatan-keluarga, ikatan-pasangan, harem, multi-jantan dan multi-betina. Para peneliti menemukan bahwa perilaku ikatan primata itu sangat ditentukan oleh nenek moyang mereka, dengan spesies yang terkait erat memiliki perilaku sosial yang sangat mirip.

Setelah transisi dari individual ke kelompok terjadi – 52 juta tahun lalu pada garis leluhur yang memunculkan manusia, dan kemudian pada cabang lainnya dari pohon keluarga primata – tidak ada lagi pergeseran kembali ke perilaku soliter yang pernah terjadi. Nenek moyang primata yang kemudian mulai hidup berpasangan tidak beralih kembali ke kehidupan berkelompok, sedangkan mereka yang mulai tinggal dalam harem bisa bertransisi secara bolak-balik dengan kelompok yang besar. Tidak pernah ada transisi langsung dari pasangan ke harem atau sebaliknya.

Para peneliti menyimpulkan bahwa hanya manusia yang memiliki fleksibilitas untuk hidup dalam kisaran pengaturan sosial yang berbeda-beda dan rumit. Sepanjang sejarah, manusia telah hidup dalam masyarakat monogami dan poligami, dalam kelompok keluarga inti dan keluarga besar. Di luar rumah, mereka telah bersosialisasi dalam pengaturan kerja yang berbeda, serta menjadi bagian dari struktur sosial yang rumit dalam masyarakat manusia yang lebih luas.

Penulis utama, Dr. Susanne Shultz, dari Institut Antropologi Kognitif dan Evolusi di Universitas Oxford, mengatakan: “Ada fleksibilitas yang menakjubkan dalam cara manusia mengelola sosialisasi, jaringan dan hidup bersama, baik dalam kelompok maupun masyarakat yang lebih luas. Kita memiliki berbagai macam pengaturan sosial untuk dihadapi, sesuai dengan praktek-praktek budaya dan kebiasaan yang berbeda. Fleksibilitas dalam silsilah manusia ini tidak berevolusi ke hal apapun seperti dalam tingkatan pada primata lain. Temuan kami mendukung studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa kekuatan otak lebih dibutuhkan bagi kelompok-kelompok yang memiliki kehidupan sosial yang lebih rumit.”

Penulis pendamping, Kit Opie, yang juga dari Institut Antropologi Kognitif dan Evolusi, mengatakan: “Analisis ini memungkinkan kita untuk melihat kembali ke dalam waktu untuk memahami perubahan langkah besar dalam evolusi sosial di antara kerabat terdekat kita. Kita sekarang memahami mengapa sosialitas primata secara inheren bersifat khusus, sebagaimana ikatan kelompok sosial merupakan hal yang tidak biasa pada mamalia, namun bersifat umum pada primata.”

Kredit: Universitas Oxford
Jurnal: Susanne Shultz, Christopher Opie, Quentin D. Atkinson. Stepwise evolution of stable sociality in primates. Nature, Volume: 479, 219–222 (10 November 2011). DOI: 10.1038/nature10601

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.