Diposting Sabtu, 5 November 2011 jam 2:02 am oleh Gun HS

Parasit di Otak Meningkatkan Produksi Dopamin yang Berlebihan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 5 November 2011 -


Kelompok riset dari Universitas Leeds telah menunjukkan bahwa infeksi dari parasit otak Toxoplasma gondii, yang ditemukan pada 10-20 persen populasi Inggris, secara langsung mempengaruhi produksi dopamin, pembawa pesan kimiawi utama dalam otak.

Temuan mereka adalah yang pertama yang menunjukkan bahwa parasit yang ditemukan di otak mamalia dapat mempengaruhi tingkat dopamin.

Meskipun penelitian ini dilakukan pada tikus, pemimpin riset Dr. Glenn McConkey dari Fakultas Ilmu Biologi, meyakini bahwa temuan ini akhirnya dapat memberi titik terang pada pengobatan gangguan neurologis manusia yang terkait dopamin seperti skizofrenia, gangguan hiperaktif defisit atensi, dan penyakit Parkinson.

Penelitian ini dapat menjelaskan bagaimana parasit ini sangat memanipulasi perilaku tikus untuk keuntungan mereka sendiri. Tikus yang terinfeksi menjadi kehilangan rasa takut terhadap kucing, meningkatkan kemungkinan mereka tertangkap dan dimangsa, yang memungkinkan parasit kembali ke inang utamanya untuk melengkapi siklus hidupnya.

Dalam studi ini, didanai oleh Stanley Medical Research Institute dan Dunhill Medis Trust, tim peneliti menemukan bahwa parasit ini menyebabkan produksi dan pelepasan dopamin yang berkali-kali lebih banyak dari jumlah normal di dalam sel otak yang terinfeksi.

Dopamin merupakan bahan kimiawi alami yang menyebarkan pesan di dalam otak untuk mengendalikan aspek gerakan, kognisi dan perilaku. Ini membantu mengontrol pusat-pusat kesenangan dan imbalan di otak serta mengatur respon emosional seperti rasa takut. Kehadiran jenis reseptor dopamin tertentu juga berkaitan dengan pencarian-sensasi, sedangkan defisiensi dopamin pada manusia dihasilkan dalam penyakit Parkinson.

Temuan ini melengkapi studi sebelumnya di mana kelompok riset Dr. McConkey menemukan bahwa parasit ini sebenarnya menyandikan enzim untuk memproduksi dopamin pada genomnya.

“Berdasarkan analisis ini, jelas bahwa T. gondii dapat mengatur peningkatan yang signifikan dalam produksi dopamin pada sel-sel saraf,” kata Dr. McConkey.

“Manusia adalah inang bagi T. gondii dan parasit ini bisa berada di mana saja di dalam otak, sehingga gejala infeksi toksoplasmosis pada manusia mungkin tergantung pada di mana parasit tersebut bersarang. Hal ini mungkin menjelaskan hubungan statistik yang diamati di antara insiden skizofrenia dan infeksi toksoplasmosis.”

Dr. McConkey mengatakan percobaan berikutnya akan menyelidiki bagaimana enzim parasit ini memicu produksi dopamin dan bagaimana hal ini dapat mengubah perilaku.

Kredit: Universitas Leeds
Jurnal: Emese Prandovszky, Elizabeth Gaskell, Heather Martin, J. P. Dubey, Joanne P. Webster, Glenn A. McConkey. The Neurotropic Parasite Toxoplasma Gondii Increases Dopamine Metabolism. PLoS ONE, 2011, 6(9): e23866. DOI: 10.1371/journal.pone.0023866

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.