Diposting Jumat, 4 November 2011 jam 9:59 pm oleh Gun HS

Monyet yang Punya Banyak Teman Memiliki Materi Abu yang Lebih Besar di Otak

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 4 November 2011 -


Penelitian terbaru di Inggris pada monyet rhesus macaque, untuk pertama kalinya, telah menemukan bahwa jika mereka hidup dalam kelompok yang lebih besar maka mereka mengembangkan materi abu di bagian otak yang terlibat dalam pengolahan informasi dalam interaksi sosial.

Para peneliti, yang dipimpin Jerome Sallett dari Universitas Oxford, menyatakan bahwa hasil dari studi baru ini memiliki sejumlah kesamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh kelompok-kelompok riset lain pada manusia, yang berkaitan dengan ukuran otak berdasarkan tingkat interaksi sosial. Studi ini mencakup hasil terbaru yang menyatakan adanya hubungan antara volume beberapa area otak dan jumlah teman online di situs jejaring sosial seperti Facebook. (Artikel terkait: Jumlah Teman di Facebook Berkolerasi dengan Ukuran Area-area Tertentu di Otak)

Studi baru ini mengamati 23 ekor monyet dalam sejumlah kelompok yang ukurannya berbeda-beda. Monyet-monyet itu dibiarkan tetap berada dalam kelompok masing-masing selama lebih dari setahun, dan minimal dua bulan. Salah satu monyet sendirian di kandang, sedangkan monyet-monyet lainnya berada dalam kelompoknya, yang terdiri dari dua sampai tujuh ekor, hirarkinya dikembangkan berdasarkan peringkat individu yang tergantung pada kemampuan monyet membentuk interaksi sosial yang sukses, seperti persahabatan dan kemitraan.

Penelitian ini menggunakan pencitraan resonansi magnetik (MRI) untuk membandingkan otak monyet-monyet itu, dan hasilnya menunjukkan bahwa di area temporal otak yang terkait dengan keterampilan interaksi sosial, mengalami peningkatan volume materi abu-abu sekitar lima persen pada tiap-tiap anggota kelompok tambahan. Area-area otak yang mengalami peningkatan volume meliputi temporal pole, temporal cortex, inferior temporal gyri dan rostral temporal gyri.

Para peneliti juga membandingkan otak monyet-monyet jantan pada berbagai tingkatan dalam hirarki yang berbasis dominasi dan menemukan sejumlah area otak, terutama korteks prefrontal dan sulkus temporal inferior, mengalami pembesaran pada jantan dari peringkat yang lebih tinggi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa jaringan sosial menyebabkan perubahan dalam otak karena para ilmuwan memanipulasi ukuran dan susunan kelompok selama beberapa bulan, dan mengamati perubahan dalam otak monyet.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa otak menunjukkan plastisitas, yang artinya dapat mengalami perubahan volume di area-area yang berbeda dalam respon terhadap perubahan lingkungan atau akuisisi keterampilan atau pengetahuan baru.

Makalah ini dipublikasikan dalam jurnal Science pada 4 November.

Kredit: Universitas Oxford
Jurnal: J. Sallet, R. B. Mars, M. P. Noonan, J. L. Andersson, J. X. O’Reilly, S. Jbabdi, P. L. Croxson, M. Jenkinson, K. L. Miller, M. F. S. Rushworth. Social Network Size Affects Neural Circuits in Macaques. Science, 4 November 2011: Vol. 334 no. 6056 pp. 697-700. DOI: 10.1126/science.1210027

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.