Diposting Jumat, 4 November 2011 jam 7:02 am oleh Gun HS

Evolusi Selama Kolonisasi Manusia: Keuntungan Selektif bagi Pelopor

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 4 November 2011 -


Sebagian besar populasi manusia merupakan produk dari serangkaian rentang ekspansi yang telah terjadi sejak manusia modern meninggalkan Afrika sekitar 50.000 tahun yang lalu untuk menempati seluruh dunia, namun bagaimana proses ini mempengaruhi keragaman populasi saat ini? Sebuah tim peneliti internasional yang dipimpin Damian Labuda dari Universitas Montreal, Hélène Vézina dari Universitas Quebec di Chicoutimi (UQAC) serta Laurent Excoffier dari Universitas Bern dan Institut Bioinformatika SIB Swiss, telah mempelajari efek dari ekspansi teritori dan demografi yang cepat pada evolusi manusia baru-baru ini.

Dengan menggunakan silsilah yang meliputi lebih dari satu juta orang di wilayah kolonisasi baru di Quebec, mereka menunjukkan bahwa individu-individu pelopor di tepi gelombang kolonisasi memiliki keuntungan selektif, sehingga gen-gen mereka sekarang utamanya bisa ditemukan dalam populasi. Proses serupa mungkin telah terjadi di wilayah-wilayah lainnya di dunia, sehingga studi ini menunjukkan bahwa berbagai ekspansi memainkan peran kunci dalam evolusi manusia. Hasil studi mereka dipublikasikan dalam jurnal bergengsi Science.

Mekanisme yang tepat dari ekspansi populasi sangat sulit untuk dipelajari karena ekspansi diperpanjang selama beberapa generasi selama ratusan atau ribuan tahun. Ekspansi manusia ke wilayah Saguenay-Lac-Saint-Jean Charlevoix Quebec menawarkan kesempatan yang unik bagi para peneliti untuk mempelajari berbagai ekspansi secara real time, berkat ketersediaan silsilah yang mendalam dan lengkap yang terrekonstruksi dari register paroki.

Penurunan silsilah semua pasangan yang menikah di wilayah ini antara tahun 1686 dan 1960 terekonstruksi berkat database BALSAC yang dikelola oleh Hélène Vézina. Analisis silsilah besar yang meliputi lebih dari satu juta orang ini menunjukkan bahwa gen-gen yang hadir dalam populasi saat ini sebagian besar ditansmisi dari nenek moyang yang tinggal di atau dekat dengan bagian depan gelombang ekspansi.

“Kami sudah tahu bahwa migrasi spesies ke wilayah-wilayah baru mempromosikan penyebaran mutasi langka melalui fenomena yang dikenal sebagai ‘selancar gen’, tapi kini kami menemukan bahwa seleksi pada bagian depan gelombang bisa membuat selancar ini jauh lebih efisien. Dengan demikian terdapat keberhasilan evolusi jangka panjang orang yang tinggal di tepi,” kata Excoffier.

Para wanita yang berada di depan gelombang ini memiliki keuntungan selektif. “Kami menemukan bahwa keluarga yang berada di garis depan ekspansi menuju berbagai wilayah baru memiliki keberhasilan reproduksi yang lebih besar.” jelas Labuda. Wanita pada bagian depan ekspansi memang menikahi sekitar satu tahun lebih awal dari wanita di kisaran inti, dan punya anak 15% dan bahkan 20% lebih banyak. Kesuburan yang lebih tinggi pada depan gelombang kompatibel dengan peningkatan kelimpahan sumber daya dan penurunan persaingan antar individu dalam mengakses sumber daya tersebut. “Orang memang bisa menikah muda sebanyak ketersediaan lahan pertanian di gelombang depan daripada di inti, di mana lahan yang baik sebagian besar sudah diduduki,” kata Excoffier.

Rasa ingin tahu manusia, juga merupakan sifat yang diturunkan dari rentang ekspansi masa lalu?

Beberapa ciri manusia lainnya yang telah diukur mungkin juga berevolusi selama rentang ekspansi. Lebih khusus lagi, jika ada beberapa sifat yang mendukung penyebaran dan kolonisasi, sangat mungkin bahwa mereka juga telah berevolusi selama rentang masa ekspansi. Dengan kata lain, rasa ingin tahu manusia dan keinginan untuk melihat ke gunung berikutnya atau puncak bukit mungkin merupakan salah satu dari sifat-sifat yang diwariskan.

“Hal ini menarik untuk melihat bagaimana sebuah penelitian pada populasi regional Quebec dapat membawa wawasan tentang proses-proses manusia yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Database silsilah BALSAC merupakan alat yang ampuh untuk penelitian sosial dan genetik, dan penelitian ini adalah demonstrasi kemungkinan-kemungkinannya yang sangat bagus,” kata Vézina.

Kredit: University of Montreal
Jurnal: Claudia Moreau, Claude Bhérer, Hélène Vézina, Michèle Jomphe, Damian Labuda, and Laurent Excoffier. Deep human genealogies reveal a selective advantage to be on an expanding wave front. Science, 2011 DOI: 10.1126/science.1212880

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.