Trik Menunda Penyakit dan Gangguan yang Terkait Penuaan dengan Menghapus Sel-sel Tua
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Kamis, 3 November 2011 - Para peneliti menemukan bahwa penghapusan sel-sel tua seumur hidup dapat menunda timbulnya gangguan yang berkaitan dengan usia seperti katarak, kehilangan otot dan kelemahan.
Para peneliti di Mayo Clinic telah menunjukkan bahwa dengan menghilangkan sel-sel yang menumpuk seiring usia dapat mencegah atau menunda timbulnya gangguan dan cacat yang berkaitan dengan usia. Penelitian yang dilakukan pada model tikus ini, memberikan bukti pertama bahwa sel-sel “pecundang” ini berkontribusi pada penuaan dan menunjukkan sebuah cara dalam membantu orang untuk tetap sehat seiring bertambahnya usia. Temuan ini muncul dalam jurnal Nature, disertai dengan komentar-komentar independen terhadap penemuan tersebut.
“Dengan menyerang sel-sel ini dan apa yang mereka hasilkan, suatu hari kita mungkin dapat memutus hubungan antara mekanisme penuaan dan predisposisi pada penyakit seperti penyakit jantung, stroke, kanker dan demensia,” kata penulis-pendamping James Kirkland, MD, Ph.D., “Ada potensi bagi perubahan mendasar dalam cara kita memberikan pengobatan terhadap penyakit kronis pada orang tua.”
Lima dekade lalu, para ilmuwan menemukan bahwa sel-sel mengalami pembatasan jumlah divisi sebelum mereka berhenti membelah. Pada saat itu, sel-sel mencapai keadaan limbo – disebut penuaan selular – di mana mereka tidak mati ataupun tidak terus bertambah banyak. Mereka memproduksi faktor-faktor yang merusak sel-sel yang berdekatan dan menyebabkan peradangan jaringan. Takdir sel alternatif ini diyakini menjadi mekanisme untuk mencegah pertumbuhan sel pelarian dan penyebaran kanker. Sistem kekebalan tubuh menyapu sel-sel disfungsional secara teratur, tapi seiring waktu menjadi kurang efektif.
Akibatnya, sel-sel tua menumpuk seiring usia. Bagaimana sel-sel ini menyebabkan penyakit dan disfungsi yang berhubungan dengan usia telah menjadi pertanyaan besar dalam bidang penuaan. Salah satu alasan mengapa pertanyaan ini begitu sulit untuk dijawab adalah karena jumlah sel-sel tua sangat terbatas dan paling banyak hanya terdiri dari 10 sampai 15 persen dari sel-sel dalam individu tua.
“Penemuan kami menunjukkan bahwa sel-sel yang terakumulasi dalam tubuh kita mengakibatkan gangguan dan ketidaknyamanan yang berkaitan dengan usia,” kata penulis senior Jan van Deursen, Ph.D., “Intervensi terapi untuk menyingkirkan sel-sel tua atau memblokir efek-efeknya dapat mewakili sebuah jalan untuk membuat kita merasa lebih segar, sehat, dan memungkinkan kita untuk tetap independen dalam waktu yang lebih lama.”
“Melalui metodologi terbaru, tim peneliti menemukan bahwa penghapusan sel-sel tua pada tikus yang direkayasa secara genetis menghasilkan peningkatan pada setidaknya beberapa aspek dari fisiologi hewan ini. Jadi, makalah ini memberi wawasan penting tentang penuaan pada tingkat sel,” kata Felipe Sierra, Ph.D., Direktur Divisi Biologi Penuaan.
Bagaimana Mereka Melakukannya?
Dr. van Deursen bersama rekan-rekannya secara genetik merekayasa tikus sehingga sel-sel tuanya memendam molekul yang disebut caspase 8. Molekul ini hanya aktif jika dipengaruhi obat yang tidak memiliki efek pada sel-sel normal. Ketika tikus transgenik ini diberi obat tersebut, caspase 8 menjadi aktif dalam sel-sel tua, mengebor lubang pada membran sel untuk secara khusus membunuh sel-sel tua.
Para peneliti menemukan bahwa penghapusan sel-sel tua seumur hidup dapat menunda timbulnya gangguan yang berkaitan dengan usia seperti katarak, kehilangan otot dan kelemahan. Mungkin bahkan yang lebih penting lagi, mereka menunjukkan bahwa dengan menghapus sel-sel itu di kemudian hari bisa memperlambat perkembangan gangguan terkait usia yang sudah diderita sebelumnya.
Penemuan ini mendukung peran sel-sel tua dalam proses penuaan dan menunjukkan bahwa bahan kimia yang disekresikan oleh sel-sel ini berkontribusi pada penyakit dan disfungsi jaringan yang terkait dengan usia.
Kredit: Mayo Clinic
Jurnal: Darren J. Baker, Tobias Wijshake, Tamar Tchkonia, Nathan K. LeBrasseur, Bennett G. Childs, Bart van de Sluis, James L. Kirkland, Jan M. van Deursen. Clearance of p16Ink4a-positive senescent cells delays ageing-associated disorders. Nature, 2 November 2011. DOI: 10.1038/nature10600
- Tujuan Hidup yang Lebih Besar Melindungi Perubahan Berbahaya di Otak yang Berasosiasi dengan Penyakit Alzheimer
- Resiko Cacat Lahir Lebih Tinggi pada Reproduksi yang Dibantu
- Pandangan Berbeda Mengenai Tuhan Mempengaruhi Perilaku Mencontek
- Manfaat Pengasuhan Anak Bermutu Tinggi Tetap Terasa Ketika Individu telah Berusia 30 Tahun
- Korupsi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Negara Berpenghasilan Rendah
- Asal Usul Suku-Suku Di Indonesia
- Kelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
- Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup
- Untuk Mendorong Kepuasan Konsumen, Pemilik Harus Memperhatikan Kepuasan Kerja Karyawan
- Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera
