Diposting Selasa, 1 November 2011 jam 10:36 pm oleh Gun HS

Para Peneliti Mengungkapkan Mengapa Pengalaman Mati Suri Hanyalah Tipuan Pikiran

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 1 November 2011 -


Para psikolog yang meninjau berbagai fenomena seperti pengalaman keluar dari tubuh, penglihatan terowongan cahaya atau pertemuan dengan kerabat yang sudah mati, menyatakan bahwa itu semua hanyalah tipuan pikiran, bukan kilasan pengalaman di akhirat.

Para peneliti di Universitas Edinburgh dan Cambridge menyebutkan bahwa sebagian besar pengalaman tersebut dapat dijelaskan dengan adanya reaksi di otak yang dipicu oleh peristiwa-peristiwa traumatis dan terkadang tidak berbahaya.

Mereka menyebutkan bahwa banyak pengalaman mati suri yang umum dapat disebabkan oleh upaya otak untuk membuat rasa sensasi dan persepsi yang tidak biasa yang terjadi selama peristiwa traumatis.

Pengalaman di luar tubuh, misalnya, dapat terjadi ketika adanya gangguan dalam proses multi-sensori otak, lalu penglihatan terowongan dan cahaya terang bisa berasal dari gangguan dalam sistem visual otak yang diakibatkan berkurangnya oksigen.

Studi baru ini juga menunjukkan efek dari noradrenalin, suatu hormon yang dilepaskan oleh otak tengah yang, bila dipicu, bisa membangkitkan emosi positif, halusinasi dan fitur-fitur lain yang berkaitan dengan pengalaman mati suri.

Berdasarkan sebuah jajak pendapat Gallup, sekitar tiga persen penduduk AS mengaku pernah memiliki pengalaman menjelang kematian. Pengalaman mati suri dilaporkan di seluruh budaya dan dapat ditemukan pula dalam literatur di zaman Yunani kuno.

“Beberapa studi yang kami tinjau menunjukkan bahwa banyak orang yang mengalami pengalaman menjelang kematian tidak benar-benar berada dalam bahaya kematian, meskipun sebagian besar mengira demikian. Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa semua aspek dari pengalaman mati suri memiliki dasar biologis,” kata Caroline Watt, dari Sekolah Ilmu Filsafat, Psikologi dan Bahasa.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Trends in Cognitive Sciences.

Kredit: Universitas Edinburgh
Jurnal: Dean Mobbssend, Caroline Watt. There is nothing paranormal about near-death experiences: how neuroscience can explain seeing bright lights, meeting the dead, or being convinced you are one of them. Trends in Cognitive Sciences, Volume 15, Issue 10, 447-449, 2011. DOI: 10.1016/j.tics.2011.07.010

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.