Menciptakan Bakteri Purba Berusia Satu Miliar Tahun dan Melacak Evolusinya
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Selasa, 1 November 2011 - "Yang mengejutkan kami, enzim purba ini sangat stabil pada suhu tinggi dan sangat, sangat aktif - tujuh kali lebih aktif daripada enzim modern yang sebanding."
Para peneliti dari Universitas Waikato telah berhasil menciptakan enzim bakteri purba, yang pernah hidup satu milyar tahun yang lalu, dan kemudian melacak evolusinya melalui sejarah hingga ke masa modern.
Profesor Vic Arcus dan ilmuwan pascadoktoral Dr. Jo Hobbs telah menggunakan teknik komputasi terbaru untuk membuat prediksi yang akurat tentang bentuk, ukuran dan komposisi protein dari bakteri purba.
Mereka kemudian mendorong bakteri modern untuk membuat protein-protein purba bagi mereka sendiri, menciptakan enzim bakteri Bacillus berusia satu miliar tahun.
“Kami telah mampu membuat enzim protein satu miliar tahun yang benar-benar bekerja di laboratorium,” kata peneliti Jo Hobbs.
“Enzim satu miliar tahun ini berasal dari nenek moyang bakteri Bacillus modern, dari masa Prakambrium,” jelas Dr Arcus.
“Yang mengejutkan kami, enzim purba ini sangat stabil pada suhu tinggi dan sangat, sangat aktif – tujuh kali lebih aktif daripada enzim modern yang sebanding.”
“Ini artinya nenek moyang Bacillus paling mungkin tinggal di lingkungan tidak ramah yang panas, satu miliar tahun yang lalu.”

Seorang peneliti dari Universitas Waikato, Dr. Jo Hobbs, sedang memegang tabung berisi enzim bakteri purba yang pernah hidup satu milyar tahun yang lalu.
Menelusuri Evolusi
Bersama dengan enzim satu miliar tahun, tim riset pun menciptakan enzim-enzim yang melacak evolusi organisme tersebut dari satu miliar tahun yang lalu hingga saat ini.
Mereka menguji suhu operasi optimal masing-masing enzim untuk memperoleh wawasan tentang perubahan iklim lingkungan bakteri dari waktu ke waktu.
“Suhu optimum organisme berusia satu miliar tahun ini adalah 70 derajat. Namun sepanjang berlangsungnya evolusi bakteri ini, mereka telah beradaptasi dengan suhu dingin. Pada saat ini, kita menemukan bakteri Bacillus pada hampir setiap lingkungan, seperti di kolam yang hangat, tanah kebun, danau yang dingin, bahkan di Antartika,” kata Dr. Arcus.
“Mereka adalah gulma dari dunia bakteri. Kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan berbagai lingkungan yang berbeda selama jangka waktu yang panjang telah menjadi kesuksesan mereka di planet bumi. “
Tim riset mempublikasikan temuan ini dalam jurnal Molecular Biology and Evolution.
Kredit: Universitas Waikato
Jurnal: Joanne K. Hobbs, Charis Shepherd, David J. Saul, Nicholas J. Demetras, Svend Haaning, Colin R. Monk, Roy M. Daniel, Vickery L. Arcus. On the Origin and Evolution of Thermophily: Reconstruction of Functional Precambrian Enzymes from Ancestors of Bacillus. Molecular Biology and Evolution, 2011. DOI: 10.1093/molbev/msr253
- Tujuan Hidup yang Lebih Besar Melindungi Perubahan Berbahaya di Otak yang Berasosiasi dengan Penyakit Alzheimer
- Resiko Cacat Lahir Lebih Tinggi pada Reproduksi yang Dibantu
- Pandangan Berbeda Mengenai Tuhan Mempengaruhi Perilaku Mencontek
- Manfaat Pengasuhan Anak Bermutu Tinggi Tetap Terasa Ketika Individu telah Berusia 30 Tahun
- Korupsi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Negara Berpenghasilan Rendah
- Asal Usul Suku-Suku Di Indonesia
- Kelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
- Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup
- Untuk Mendorong Kepuasan Konsumen, Pemilik Harus Memperhatikan Kepuasan Kerja Karyawan
- Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera
