Diposting Senin, 31 Oktober 2011 jam 2:36 am oleh Gun HS

Gen-gen Terkait Resiko Kesehatan Mental dan Perbedaan Gender Teregulasi dalam Perkembangan Otak

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 31 Oktober 2011 -


Sebagian besar gen yang berhubungan dengan penyakit kejiwaan terekspresi sebelum kelahirannya dalam perkembangan otak manusia, demikian hasil yang ditemukan dalam sebuah studi besar-besaran di bawah pimpinan peneliti Universitas Yale. Selain itu, ratusan perbedaan genetik juga ditemukan di antara pria dan wanita saat otak mereka terbentuk di dalam rahim. Hasil studi ini dipublikasikan dalam edisi 27 Oktober jurnal Nature.

Studi ini tidak hanya melacak gen-gen apa yang terlibat dalam pengembangannya, namun juga melacak di mana dan kapan mereka diekspresikan, atau diaktifkan.

“Kita tahu banyak gen yang terlibat dalam pengembangan otak, tetapi sekarang kami tahu di mana dan kapan mereka berfungsi dalam otak manusia,” kata Nenad Sestan, profesor neurobiologi, peneliti Institut Kavli untuk Neuroscience dan penulis senior penelitian. “Kompleksitas sistemnya menunjukkan mengapa otak manusia begitu rentan terhadap gangguan kejiwaan.”

Studi ini mengidentifikasi gen-gen yang diekspresikan di dalam otak manusia, serta kapan dan di mana mereka diekspresikan dalam 1340 sampel jaringan yang diambil dari 57 subjek berusia dari 40 hari setelah pembuahan hingga 82 tahun. Analisis terhadap 1,9 miliar titik data memberikan sebuah peta aktivitas genetik yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahap perkembangan otak yang berbeda. Dengan cara yang dramatis, temuan ini menunjukkan seberapa banyak otak manusia terbentuk sebelum kelahiran.

Sebagai contoh, tim riset menganalisis gen dan varian sebelumnya dikaitkan dengan autisme dan skizofrenia, gejala yang menjadi jelas dalam beberapa tahun pertama kehidupan atau selama awal masa dewasa. Analisis baru ini menunjukkan bukti molekuler ekspresi gen sebelum kelahiran.

“Kami menemukan pola yang berbeda pada ekspresi gen dan variasinya sebelum kelahiran di area otak yang melibatkan fungsi kognitif yang lebih tinggi,” kata Sestan. “Jelas bahwa penyakit yang terkait dengan gen teregulasi dalam perkembangannya.”

Tim riset juga mencari perbedaan dalam otak pria dan wanita. Mereka mengharapkan dapat menemukan perbedaan yang jelas pada gen kromosom Y yang hanya dimiliki pria. Namun, mereka juga menunjukkan bahwa pria dan wanita menunjukkan perbedaan yang nyata pada banyak gen yang berbagi di antara kedua jenis kelamin – baik dalam ekspresi gen maupun tingkat aktivitas gen. Sebagian besar perbedaan tercatat terjadi selama masa pralahir.

Kredit: Universitas Yale
Jurnal: Hyo Jung Kang, Yuka Imamura Kawasawa, Feng Cheng, Ying Zhu, Xuming Xu, Mingfeng Li, André M. M. Sousa, Mihovil Pletikos, Kyle A. Meyer, Goran Sedmak, Tobias Guennel, Yurae Shin, Matthew B. Johnson, Željka Krsnik, Simone Mayer, Sofia Fertuzinhos, Sheila Umlauf, Steven N. Lisgo, Alexander Vortmeyer, Daniel R. Weinberger, Shrikant Mane, Thomas M. Hyde, Anita Huttner, Mark Reimers, Joel E. Kleinman, Nenad Šestan. Spatio-temporal transcriptome of the human brain. Nature, 2011; 478 (7370): 483 DOI: 10.1038/nature10523

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.