Diposting Senin, 31 Oktober 2011 jam 4:53 pm oleh Evy Siscawati

Dari Rumah Saja, Pengguna Internet dapat Menemukan Planet Baru

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 31 Oktober 2011 -


Para pengguna menganalisis data ilmiah real yang dikumpulkan oleh misi Kepler NASA yang telah mencari planet di luar tata surya kita – yang disebut eksoplanet – sejak peluncurannya bulan Maret 2009. Sekarang para astronom dari Universitas Yale mengumumkan penemuan dua eksoplanet potensial yang ditemukan oleh para pengguna Planet Hunters dalam studi baru yang diterbitkan dalam Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. “Ini pertama kalinya publik menggunakan data dari misi antariksa NASA untuk mendeteksi planet yang mungkin mengitari bintang lain,” kata astronom dan pakar eksoplanet Yale, Debra Fischer, yang membantu peluncuran proyek Planet Hunters.

Planet-planet kandidat tersebut mengitari bintang-bintang mereka dengan periode mulai dari 10 hingga 50 hari – jauh lebih singkat dari 365 hari yang diperlukan Bumi mengitari Matahari – dan memiliki jejari mulai dari dua setengah hingga delapan kali jejari Bumi. Walaupun perbedaan tersebut besar, salah satu dari dua kandidat ini dapat  merupakan planet batuan seukuran Bumi, bukannya raksasa gas seperti Yupiter, walaupun mereka tidak berada dalam zona yang dapat dihuni dimana air berbentuk cair dan karenanya, kehidupan yang kita ketahui, dapat ada.

Selanjutnya, tim Planet Hunters – sebuah kerjasama antara astronom dari Yale, Universitas Oxford, dan Planetarium Adler di Chicago – menggunakan Observatorium Keck di Hawaii untuk menganalisis bintang induknya. “Saya rasa ada 95 persen kemungkinan atau lebih besar lagi kalau ini memang planet” kata Fischer. Tim Kepler telah mengumumkan penemuan 1200 kandidat eksoplanet dan akan menindak lanjuti kandidat yang paling potensial untuk analisis lebih jauh, namun mereka telah membuang kedua planet yang ditemukan para pengguna Planet Hunters atas berbagai alasan teknis yang membuat mereka percaya kalau kedua temuan tersebut bukan kandidat yang menjanjikan.

“Ketiga kandidat ini tidak akan terdeteksi tanpa bantuan Planet Hunters dan para ilmuan warga masyarakatnya,” kata Meg Schwamb, seorang peneliti Yale dan salah seorang pendiri Planet Hunters. “Jelas Planet Hunters tidak menggantikan analisis yang telah dilakukan oleh tim Kepler. Namun ia membuktikan dirinya sebagai alat yang berharga dalam pencarian dunia baru.”

Para pengguna menemukan dua kandidat dalam bulan pertama operasi Planet Hunters menggunakan data misi Kepler yang disediakan untuk publik. Tim Planet Hunters mengirim 10 kandidat teratas pada tim Kepler, yang menganalisis datanya dan menentukan kalau dua dari 10 memenuhi kriteria untuk diklasifikasikan sebagai kandidat planet. Kedua kandidat kemudian ditandai sebagai planet potensial oleh beberapa lusin pengguna Planet Hunters, karena data yang sama dianalisis lebih dari satu orang pengguna.

“Para ilmuan dalam tim Kepler memperoleh datanya, namun publik membantu mendanai proyek ini dengan pajak mereka,” kata Fischer. “Ini adalah hal yang benar dimana data dikembalikan kepada publik, bukan sebagai hasil yang dicerna secara ilmiah namun dalam bentuk dimana publik dapat berpartisipasi aktif dalam perburuan. Program antariksa adalah kekayaan negara – sebuah monumen pengetahuan Amerika pada Alam semesta. Ini saat yang menggembirakan untuk hidup dan melihat penemuan-penemuan besar dibuat.”

Para pengguna Planet Hunters sekarang bergeser pada 90 hari selanjutnya dalam data Kepler dengan harapan menambah jumlah planet. “Inilah apa yang kami temukan setelah pengamatan pendahuluan lewat ronde pertama data Kepler,” kata Fischer. “Tidak diragukan kalau, dengan tiap ronde baru data, akan ada penemuan baru didapatkan.”

Pelajari lebih jauh mengenai Planet Hunters di: http://www.planethunters.org.

Referensi jurnal:

Debra Fischer, Megan Schwamb, Kevin Schawinski, Chris Lintott, John Brewer, Matt Giguere, Stuart Lynn, Michael Parrish, Thibault Sartori, Robert Simpson, Arfon Smith, Julien Spronck, Natalie Batalha, Jason Rowe, Jon Jenkins, Steve Bryson, Andrej Prsa, Peter Tenenbaum, Justin Crepp, Tim Morton, Andrew Howard, Michele Beleu, Zachary Kaplan, Nick vanNispen, Charlie Sharzer, Justin DeFouw, Agnieszka Hajduk, Joe Neal, Adam Nemec, Nadine Schuepbach, Valerij Zimmermann. Planet Hunters: The First Two Planet Candidates Identified by the Public using the Kepler Public Archive Data. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, 2011; (submitted) [link]

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.