Diposting Minggu, 30 Oktober 2011 jam 9:46 pm oleh Gun HS

Planet-planet Hancur Menjadi Debu di Dekat Lubang Hitam Supermasif

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 30 Oktober 2011 -


Sekumpulan debu berbentuk donat yang mengaburkan hampir setengah dari lubang hitam supermasif, bisa jadi merupakan hasil dari tumbukan berkecepatan tinggi antara planet dan asteroid, demikian menurut teori baru dari sebuah tim astronom internasional. Para ilmuwan, dipimpin Dr. Sergei Nayakshin dari University of Leicester, telah mempublikasikan hasil mereka dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Lubang hitam supermasif berada di bagian paling tengah galaksi. Pengamatan menunjukkan bahwa sekitar 50% dari mereka tersembunyi dari pandangan akibat terhalang awan debu misterius, yang asalnya tidak sepenuhnya dipahami. Teori baru ini terinspirasi oleh tata surya kita sendiri, di mana debu yang disebut zodiak diketahui berasal dari tabrakan antara badan-badan padat seperti asteroid dan komet. Para ilmuwan mengusulkan bahwa kawasan di pusat galaksi tidak hanya berisi lubang hitam dan bintang-bintang, tapi juga planet-planet dan asteroid.

Tabrakan antara objek-objek berbatu akan terjadi pada kecepatan kolosal mencapai 1000 km per detik, secara terus-menerus pecah dan mencabik-cabik objek, hingga berakhir menjadi debu mikroskopis. Dr. Nayakshin menunjukkan bahwa lingkungan yang keras – beradiasi dan sering terjadi tabrakan – akan membuat planet-planet yang mengorbit lubang hitam supermasif menjadi steril, bahkan sebelum mereka hancur. “Terlalu buruk bagi kehidupan di planet-planet ini,” katanya, “tapi di sisi lain, debu yang dihasilkan dengan cara ini banyak menghalangi radiasi berbahaya dari inang galaksi. Hal ini, pada gilirannya, membuat lebih mudah bagi kehidupan yang makmur di tempat lain di seluruh wilayah pusat galaksi. “

Dr. Nayakshin juga berpendapat bahwa memahami asal-usul debu di dekat lubang hitam adalah penting dalam memodelkan bagaimana monster-monster ini bertumbuh dan bagaimana tepatnya mereka mempengaruhi inang galaksi mereka. “Kami menduga bahwa lubang hitam supermasif di galaksi kita sendiri, Bima Sakti, mendepak sebagian besar gas yang akan berubah menjadi bintang dan planet-planet,” lanjutnya, “Memahami asal debu di kawasan bagian dalam galaksi akan membawa kita satu langkah lebih dekat untuk memecahkan misteri lubang hitam supermasif.”

Kredit: Royal Astronomical Society (RAS)
Jurnal: Sergei Nayakshin, Sergey Sazonov, Rashid Sunyaev. Are SMBHs shrouded by ‘super-Oort’ clouds of comets and asteroids? Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, 2011; arXiv:1109.1217v2 [astro-ph.CO]

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.