Diposting Jumat, 28 Oktober 2011 jam 1:48 am oleh Gun HS

Studi Pencitraan Otak: ‘Membaca Mimpi’ dengan Pemindai Otak

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 28 Oktober 2011 -


Ketika seseorang bermimpi sedang melakukan sesuatu, sebagian otak yang terlibat dalam perencanaan dan pengeksekusian gerakan, menyala bersama aktivitas. Temuan yang diperoleh dengan memindai otak para relawan yang mengalami mimpi jernih (lucid dream) saat tidur, menawarkan sekilas wawasan tentang kesadaran dalam tidur dan merupakan langkah pertama untuk upaya “membaca mimpi” yang sesungguhnya, demikian menurut laporan yang dipublikasikan online dalam Cell Press jurnal Current Biology, 27 Oktober.

“Bermimpi tidak sekedar melihat sebuah film mimpi,” kata Martin Dresler dari Max Planck Institute of Psychiatry. “Area-area otak yang mewakili gerakan tubuh tertentu juga diaktifkan.”

Pemimpi lucid adalah mereka yang menyadari bahwa mereka sedang bermimpi dan mampu secara sengaja mengontrol tindakan mereka dalam mimpi. Para peneliti menyadari bahwa keterampilan ini menyajikan kesempatan untuk mempelajari dasar-dasar saraf mimpi kita.

“Hambatan utama dalam mempelajari konten mimpi tertentu adalah  aktivitas mimpi yang spontan tidak dapat dikontrol dengan eksperimen, hal ini karena subjek biasanya tidak mampu memutuskan tindakan mental selama tidur,” jelas rekan penulis studi Michael Czisch. “Dengan memanfaatkan keterampilan bermimpi jernih dapat membantu mengatasi hambatan tersebut.”

Para peneliti menginstruksikan para peserta untuk membuat serangkaian gerakan tangan kiri dan kanan yang dibedakan dengan serangkaian gerakan mata saat memasuki keadaan mimpi jernih selagi otak mereka dipindai. Gerakan-gerakan mata tersebut dijadikan sebagai sinyal bagi para peneliti untuk memberitahu apa yang terjadi di dalam mimpi.

Studi ini untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa aktivitas saraf dalam korteks sensorimotor otak dapat berhubungan dengan mimpi gerakan tangan.

Penemuan ini menunjukkan bahwa mimpi jernih yang dikombinasi dengan dengan pencitraan otak dan polisomnografi (bentuk pemantauan tidur yang lebih umum) dapat memungkinkan transfer tugas “membaca otak” yang lebih canggih terhadap keadaan bermimpi. Dengan kata lain, pada akhirnya ini mungkin bisa digunakan untuk memprediksi konten mimpi dengan menganalisa pola aktivitas otak.

Dresler mengatakan bahwa akan menarik pula untuk menyelidiki aktivitas otak pada saat seorang pemimpi menjadi lucid.

“Pemimpi jernih memberi wawasan pada keadaan yang sangat kompleks: tidur, bermimpi, namun menyadari keadaan mimpi tersebut,” katanya. “Ini mungkin menginformasikan kepada kita tentang konsep kesadaran.”

Kredit: Cell Press
Jurnal: Martin Dresler, Stefan P. Koch, Renate Wehrle, Victor I. Spoormaker, Florian Holsboer, Axel Steiger, Philipp G. Sämann, Hellmuth Obrig, Michael Czisch. Dreamed Movement Elicits Activation in the Sensorimotor Cortex. Current Biology, 27 October 2011. DOI: 10.1016/j.cub.2011.09.029

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.