Diposting Sabtu, 22 Oktober 2011 jam 5:08 pm oleh Gun HS

Analisis Besar Terbaru Menjawab Skeptisme Perubahan Iklim: “Pemanasan Global adalah Nyata”

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 22 Oktober 2011 -


Sebuah studi baru yang dirancang untuk mengatasi kritik dari pihak yang skeptis terhadap perubahan iklim, mengkonfirmasi bahwa “pemanasan global adalah nyata”. Studi dari Berkeley Earth Surface Temperature menemukan bukti yang dapat diandalkan mengenai kenaikan suhu darat rata-rata dunia sekitar 1°C sejak pertengahan 1950-an.

Dengan menganalisis data suhu dari 15 sumber, pada beberapa kasus dari tahun 1800, penelitian Berkeley Earth secara langsung menjawab keraguan dari pihak skeptis, meliputi efek pulau panas perkotaan, kualitas stasiun yang buruk, dan risiko bias seleksi data.

Atas dasar analisis ini, menurut pendiri dan direktur ilmiah Berkeley Earth, Profesor Richard A. Muller, tim riset menyimpulkan bahwa studi sebelumnya oleh tim di Amerika Serikat dan Inggris, yang hanya mengandalkan data yang lebih terbatas, sudah secara akurat memperkirakan tingkat pemanasan permukaan darat.

“Kejutan terbesar kami adalah bahwa hasil-hasil baru ini sangat sesuai dengan nilai-nilai pemanasan yang dipublikasikan sebelumnya oleh tim lain dari AS dan Inggris,” kata Muller. “Hal ini menegaskan bahwa studi ini dilakukan secara hati-hati dan potensi bias yang diidentifikasi oleh skeptis perubahan iklim tidak berdampak serius terhadap kesimpulan mereka.”

Penelitian sebelumnya, yang dilakukan oleh NOAA, NASA, dan Pusat Hadley, juga menemukan bahwa pemanasan darat mencapai sekitar 1°C sejak pertengahan 1950-an, serta efek pulau panas perkotaan dan kualitas stasiun yang buruk, hasilnya tidaklah bias. Namun temuan mereka dikritik pihak skeptis yang khawatir bahwa mereka bergantung pada teknik-teknik ad-hoc yang artinya temuan ini tidak bisa diduplikasi. Robert Rohde, pimpinan ilmuwan Berkeley Earth, mencatat bahwa “analisis Berkeley Earth adalah studi pertama untuk mengatasi masalah bias seleksi data, dengan menggunakan hampir semua data yang tersedia, yang mencakup lokasi-lokasi sekitar 5 kali lebih banyak dari lokasi-lokasi stasiun yang terakhir diteliti oleh tim-tim riset sebelumnya.”

Perbandingan data yang menunjukkan decadal perubahan suhu permukaan darat rata-rata dunia dari 15 sumber yang berbeda, beberapanya dari tahun 1800. (Kredit: Berkeley Earth Surface Temperature)

Tim Berkeley Earth terdiri dari para fisikawan, kosmolog, dan ahli statistik dari California, Oregon, dan Georgia. Salah satunya adalah peraih Nobel tahun ini dalam Fisika (untuk karyanya dalam kosmologi), Saul Perlmutter.

Studi Berkeley Bumi tidak berfokus pada perubahan suhu di lautan, yang menurut Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) belum mengalami pemanasan sebanyak yang di darat.

Secara khusus, studi Berkeley Earth menyimpulkan bahwa:

Empat makalah ilmiah yang menetapkan kesimpulan ini telah diajukan untuk peer review dan akan menjadi bagian dari literatur untuk pelaporan IPCC berikutnya terhadap Perubahan Iklim. Makalah-makalah ini dapat diakses di: www.BerkeleyEarth.org, disertai video animasi grafis yang menunjukkan pemanasan global di seluruh dunia sejak tahun 1800.

Berkeley Earth membuat hasil awal yang umum, bersamaan dengan program dan dataset, untuk mengundang pemeriksaan tambahan. Elizabeth Muller mengatakan bahwa “salah satu tujuan kami adalah untuk membuat sains di balik pemanasan global mudah diakses untuk umum.” Sebagian besar data sebelumnya sudah tersedia di situs publik, namun pada banyak sekali lokasi yang berbeda dan format yang berbeda, hanya sebagian kecil data yang bisa diakses kebanyakan orang. Database digabung, terdiri 1,6 miliar catatan, dan kini dapat diakses di situs Berkeley Earth: www.BerkeleyEarth.org.

Apa yang belum dilakukan Berkeley Earth adalah membuat penilaian independen pada seberapa banyak pemanasan yang terobservasi adalah karena ulah manusia, kata Richard Muller. Sebagai langkah berikutnya, Berkeley Earth berencana berfokus pada pemanasan total lautan, dengan maksud untuk memperoleh angka yang lebih akurat untuk jumlah total pemanasan global yang terobservasi.

Kredit: Berkeley Earth Surface Temperature

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.