Diposting Senin, 17 Oktober 2011 jam 10:17 pm oleh Gun HS

Pembunuh Psikopat: Analisis Teks Komputerisasi Mengungkap Pola-pola Kata Seorang Predator

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 17 Oktober 2011 -


Sebagaimana kata-kata bisa menjadi jendela jiwa, para ilmuwan mencoba untuk mengujinya: Analisis teks komputerisasi menunjukkan bahwa pembunuh psikopat membuat pilihan kata-kata yang teridentifikasi – di luar kontrol kesadaran – ketika berbicara tentang kejahatan-kejahatan mereka. Penelitian ini bisa menghasilkan peralatan baru bagi diagnosis dan pengobatan, serta memiliki implikasi penegakan hukum dan media sosial.

Kata-kata yang diucapkan pembunuh psikopat sesuai dengan kepribadian mereka, yang mencerminkan keegoisan, pelepasan dari kejahatan dan kedataran emosional mereka, kata Jeff Hancock, profesor ilmu informasi dan komputasi Cornell, bersama para koleganya di University of British Columbia, dalam jurnal Legal and Criminological Psychology.

Hancock dan rekan-rekannya menganalisa cerita-cerita yang dikisahkan oleh 14 pembunuh psikopat pria yang ditahan di penjara Kanada, dan membandingkannya dengan 38 pembunuh terhukum yang tidak didiagnosis sebagai psikopat. Masing-masing subjek diminta untuk menjelaskan secara detail kejahatannya. Kisah-kisah mereka direkam, ditranskripsi dan dijadikan subjek dalam analisis komputer.

Psikopat lebih banyak menggunakan konjungsi seperti “karena,” “sejak” atau “sehingga,” menyiratkan bahwa kejahatan “harus dilakukan” untuk mencapai tujuan tertentu. Mereka menggunakan dua kali lebih banyak kata yang berkaitan dengan kebutuhan fisik, seperti makanan, seks dan uang, sedangkan non-psikopat menggunakan kata-kata lebih lanjut tentang kebutuhan sosial, termasuk keluarga, agama dan spiritualitas. Dengan mengungkapkan sifat predator mereka dalam deskripsi mereka sendiri, psikopat seringkali menyertakan rincian tentang apa yang harus mereka makan pada hari kejahatan mereka.

Masa lalu sebagai prolog: Psikopat lebih cenderung menggunakan bentuk lampau, menunjukkan pelepasan dari kejahatan mereka, kata para peneliti. Mereka cenderung kurang fasih dalam hal bicara, lebih banyak menggunakan kata “umm” dan “uhs.” Alasan yang tepat untuk hal ini tidaklah jelas, namun para peneliti berspekulasi bahwa psikopat tengkah mencoba lebih keras untuk membuat kesan positif, perlu menggunakan lebih banyak usaha mental untuk membingkai cerita.

“Penelitian sebelumnya telah melihat bagaimana para psikopat menggunakan bahasa,” kata Hancock. “Makalah kami adalah yang pertama yang menunjukkan bahwa Anda bisa menggunakan alat otomatis untuk mendeteksi pola-pola bicara yang berbeda pada psikopat.” Hal ini dapat berharga bagi psikolog klinis, karena pendekatan untuk pengobatan psikopat bisa sangat berbeda.

Kredit: Universitas Cornell
Jurnal: Jeffrey T. Hancock, Michael T. Woodworth, Stephen Porter. Hungry like the wolf: A word-pattern analysis of the language of psychopaths. Legal and Criminological Psychology, 2011; DOI: 10.1111/j.2044-8333.2011.02025.x

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.