T. Rex Lebih Besar dari Dugaan Awal, dan Sangat Rakus
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Kamis, 13 Oktober 2011 - "Coba bayangkan seberapa banyak daging. Itu sejumlah cheeseburger yang sangat banyak .... sangat banyak sekali dinosaurus berparuh bebek yang mereka butuhkan untuk dimakan."
Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa Tyrannosaurus rex ternyata bertumbuh lebih cepat dan secara signifikan mencapai berat yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Dalam pengembangan dari metode sebelumnya, studi baru ini menggunakan kerangka yang dipasang untuk menghasilkan perkiraan massa tubuh.
Dengan menggunakan pemindai laser tiga-dimensi dan pemodelan komputer, para ilmuwan Inggris dan AS “menimbang” lima spesimen T. rex, termasuk “Sue”, T. rex terbesar dan berkerangka paling lengkap dari Field Museum, Chicago.
Mereka menyimpulkan bahwa Sue, yang menjelajahi Great Plains Amerika Utara sekitar 67 juta tahun yang lalu, memiliki berat lebih dari 9 ton, atau lebih sekitar 30 persen dari yang diperkirakan.
Menariknya, spesimen yang terkecil dan termuda beratnya justru kurang dari dugaan, memberi wawasan bagi biologi hewan dan menunjukkan bahwa T. rex bertumbuh dua kali lebih cepat antara 10 dan 15 tahun sebagaimana yang disarankan dalam penelitian lima tahun yang lalu.
“Pada yang tercepat, di tahun-tahun remaja, mereka mencapai berat hingga 11 pound atau 5 kilogram sehari,” kata John Hutchinson dari Royal Veterinary College di London.
“Coba bayangkan seberapa banyak daging. Itu sejumlah cheeseburger yang sangat banyak …. sangat banyak sekali dinosaurus berparuh bebek yang mereka butuhkan untuk dimakan.”
Hadrosaurus atau dinosaurus berparuh bebek umumnya adalah pemakan tumbuhan yang hidup bersama T. rex, membuat mereka menjadi makanan yang jelas bagi raksasa pemakan daging tersebut.

Prosedur pemodelan, menunjukkan spesimen Carnegie: Dari kiri ke kanan, atas ke bawah ini menunjukkan kerangka yang dipindai, direkonstruksi, dan ditegakkan; kerangka dengan lingkaran elips mendefinisikan batas-batas berdaging; ruang udara mewakili faring, sinus, paru-paru dan saluran udara lainnya termasuk kantung udara, dan rekonstruksi penyatuan akhir digunakan untuk perkiraan massa dan COM. (Kredit: Field Museum)
Nafsu makan yang besar mengindikasikan bahwa T. rex memerlukan wilayah yang luas dan keberadaan mereka mungkin relatif jarang. Laju pertumbuhan remaja yang cepat juga menunjukkan mereka memiliki tingkat metabolisme yang tinggi, memicu gagasan bahwa mereka adalah hewan berdarah panas.
Massa tubuh yang besar akan mengorbankan kelincahan dan otot kaki T. rex yang besar tidak proporsional seperti halnya burung-burung modern, menunjukkan kecepatan tertingginya sekitar 10-25 mil per jam. “Ini bukan super cepat tetapi mereka tidak lamban,” kata Hutchinson.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan online dalam jurnal PLoS ONE ini, menambah bukti yang membuat T-rex berada di antara yang paling intensif untuk dipelajari dari semua dinosaurus.
Para peneliti, dipimpin oleh Hutchinson dan Peter Makovicky dari Field Museum, menggunakan pemindai kerangka untuk membangun model digital dan kemudian menambahkan daging dengan menggunakan struktur jaringan lunak pada burung dan buaya sebagai panduannya.
Kredit: Field Museum
Jurnal: John R. Hutchinson, Karl T. Bates, Julia Molnar, Vivian Allen, Peter J. Makovicky. A Computational Analysis of Limb and Body Dimensions in Tyrannosaurus rex with Implications for Locomotion, Ontogeny, and Growth. PLoS ONE, 2011; 6 (10): e26037 DOI: 10.1371/journal.pone.0026037
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah
