Diposting Senin, 10 Oktober 2011 jam 10:59 pm oleh Gun HS

Keanekaragaman Hayati Darat setelah Kepunahan Permian-Trias, Pulih Lebih Cepat dari Dugaan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 10 Oktober 2011 -


Sementara penyebab kepunahan massal yang terjadi antara periode Permian dan Trias masih belum pasti, dua peneliti dari Universitas Rhode Island mengumpulkan data yang menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati di darat mengalami pemulihan jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya, bertentangan dengan beberapa teori penyebab kepunahan.

David Fastovsky, profesor geosains URI, dan mahasiswa pascasarjana David Tarailo menemukan bahwa keanekaragaman hayati di darat ditemukan pada sekitar 5 juta tahun periode pemulihan, dibandingkan dengan 15 hingga 30 juta tahun periode pemulihan yang diperkirakan studi-studi sebelumnya. Periode pemulihan di lingkungan laut diduga membutuhkan waktu 4 hingga 10 juta tahun, sekitar dua kali lipat periode pemulihan setelah kepunahan massal lainnya.

Hasil penelitian mereka dipresentasikan hari ini pada pertemuan tahunan Geological Society of America di Minneapolis.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa penyebab kepunahan tidak meluas secara keseluruhan di alam darat seperti yang diklaim lainnya,” kata Fastovsky. “Tetap ada kepunahan terestrial, namun dampaknya berlangsung tidak lebih lama daripada yang ada di dunia laut, dan kemungkinan bahkan lebih kurang lagi.”

Karena studi URI menunjukkan bahwa alam terestrial pulih setidaknya secepat di dunia laut, maka ini bertolak belakang dengan teori-teori yang menyatakan bahwa kepunahan, yang terjadi sekitar 251 juta tahun yang lalu, disebabkan oleh peristiwa-peristiwa global yang mempengaruhi lingkungan laut dan darat secara bersamaan.

Para peneliti mengumpulkan daftar-daftar fosil fauna dari Formasi Moenkopi di timur laut Arizona, yang mengandung fosil vertebrata dari Trias Tengah, dan membandingkannya dengan fauna dari Formasi Chinle, yang mengandung fauna Trias Akhir.

Menurut Tarailo dan Fastovsky, jika butuh waktu 30 juta tahun bagi fauna darat bisa pulih, maka formasi yang lebih tua pasti memiliki keragaman yang lebih rendah daripada formasi yang lebih muda, karena masih akan dikompromikan dengan kondisi yang menyebabkan kepunahan. Namun mereka menemukan keragaman yang sebanding, yang artinya keragaman mengalami pemulihan lebih cepat dari itu.

“Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa hasil studi kami hanya satu poin data di Amerika Utara, tapi jika Amerika Utara merupakan perwakilan dari seluruh dunia, maka hasil kami berlaku pula untuk seluruh dunia,” kata Fastovsky.

Langkah para peneliti selanjutnya adalah memperluas analisis mereka pada deposit-deposit fosil lainnya di seluruh dunia dengan menggunakan teknik yang sama untuk menguji hasil studi mereka.

Kredit: University of Rhode Island
Jurnal: David Fastovsky, David Tarailo. POST PERMO-TRIASSIC TERRESTRIAL VERTEBRATE RECOVERY: SOUTHWESTERN UNITED STATES. Geological Society of America Abstracts with Programs, 9-12 October 2011, Vol. 43, No. 5, p. 210. [Abstract]

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.