Diposting Sabtu, 8 Oktober 2011 jam 9:36 pm oleh Gun HS

Penemuan Supernova Purba: Ledakan Bintang 10 Milyar Tahun Lalu adalah Sumber Besi di Bumi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 8 Oktober 2011 -


Supernova – bintang yang meledak – membuka wawasan pada sejarah tabel periodik elemen-elemen bumi serta sejarah alam semesta. Semua elemen yang lebih berat daripada oksigen dibentuk dalam reaksi nuklir yang terjadi selama ledakan ini.

Ledakan paling purba, cukup jauh bagi cahaya mereka untuk bisa mencapai kita di masa sekarang, bisa sangat sulit untuk dideteksi. Sebuah proyek yang dipelopori para peneliti Tel Aviv University telah menemukan sejumlah supernova pemecah rekor di Subaru Deep Field, sepetak langit seukuran bulan purnama. Dari 150 supernova yang diamati, 12 di antaranya adalah yang paling jauh dan paling purba yang pernah terlihat.

Penemuan ini mempertajam pemahaman kita tentang sifat supernova dan peran mereka dalam pembentukan elemen, kata para pemimpin studi, Prof. Dan Maoz, Dr. Dovi Poznanski dan Or Graur dari Departemen Astrofisika TAU di Raymond and Beverly Sackler School of Physics and Astronomy. Supernova-supernova “termonuklir” ini khususnya merupakan sumber utama elemen besi di alam semesta.

Penelitian ini, yang muncul dalam Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, bekerja sama dengan tim dari sejumlah lembaga Jepang dan Amerika, meliputi Universitas Tokyo, Universitas Kyoto, Universitas California Berkeley, dan Laboraturium Nasional Lawrence Berkeley.

Salah satu dari supernova yang meledak 10 milyar tahun yang lalu. (Kredit: Universitas Tel Aviv)

Unsur utama alam semesta

Supernova adalah “pabrik elemen” alam. Selama ledakan ini, unsur-unsur terbentuk dan terlempar ke ruang angkasa antar bintang, di mana mereka berlaku sebagai bahan baku untuk generasi baru bintang dan planet. Lebih dekat lagi, kata Prof. Maoz, “unsur-unsurnya adalah atom yang membentuk tanah tempat kita berdiri, tubuh kita, dan besi dalam darah yang mengalir melalui pembuluh darah kita.” Dengan melacak frekuensi dan jenis ledakan supernova kembali melalui waktu kosmik, para astronom dapat merekonstruksi sejarah penciptaan elemen alam semesta.

Dalam rangka mengobservasi 150.000 galaksi di Subaru Deep Field, tim riset menggunakan Teleskop Subaru Jepang di Hawaii, pada puncak gunung Mauna Kea di ketinggian 14.000 kaki. Dengan teleskop berkekuatan tajam dan bidang pandang lebar ini memungkinkan para peneliti mengatasi tantangan untuk melihat supernova yang sangat jauh.

“Menatap” Subaru Deep Field dengan teleskop ini, cahaya samar dari galaksi dan supernova yang paling jauh terakumulasi selama beberapa malam pada suatu waktu, membentuk paparan bidang yang panjang dan dalam. Selama pengamatan, tim riset “menangkap” ledakan-ledakan supernova yang sedang berlangsung, mengidentifikasi 150 supernova sekaligus.

Sumber darah kehidupan manusia

Menurut analisa tim riset, supernova tipe termonuklir, juga disebut Tipe-la, meledak sekitar lima kali lebih sering 10 miliar tahun yang lalu daripada sekarang. Supernova ini merupakan sumber utama elemen besi di alam semesta, komponen utama inti bumi dan merupakan unsur yang penting dalam darah di tubuh kita.

Para ilmuwan telah lama menyadari “ekspansi universal”, fakta bahwa galaksi menjauh dari satu sama lain. Pengamatan menggunakan supernova Tipe-la sebagai suar penerang telah menunjukkan bahwa ekspansi mengalami percepatan, tampaknya akibat pengaruh “energi gelap” yang misterius – Penghargaan Nobel dalam Fisika 2011 diberikan kepada tiga astronom untuk pekerjaan ini. Namun, sifat supernova sendiri kurang dipahami. Studi ini meningkatkan pemahaman kita dengan mengungkapkan berbagai usia bintang-bintang yang meledak sebagai supernova Tipe-la. Pada akhirnya, ini akan meningkatkan kegunaan mereka untuk mempelajari energi gelap dan ekspansi universal, jelas para peneliti.

Kredit: American Friends of Tel Aviv University
Jurnal: K. Maguire, M. Sullivan, R. C. Thomas, P. Nugent, D. A. Howell, A. Gal-Yam, I. Arcavi, S. Ben-Ami, S. Blake, J. Botyanszki, C. Buton, J. Cooke, R. S. Ellis, I. M. Hook, M. M. Kasliwal, Y.-C. Pan, R. Pereira, P. Podsiadlowski, A. Sternberg, N. Suzuki, D. Xu, O. Yaron, J. S. Bloom, S. B. Cenko, S. R. Kulkarni, N. Law, E. O. Ofek, D. Poznanski, R. M. Quimby. PTF10ops – a subluminous, normal-width light curve Type Ia supernova in the middle of nowhere. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, 2011; DOI: 10.1111/j.1365-2966.2011.19526.x

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.