Diposting Sabtu, 8 Oktober 2011 jam 5:56 pm oleh Gun HS

Astrofisika dan Kepunahan: Pandangan Baru tentang Peristiwa yang Mengancam Bumi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 8 Oktober 2011 -


Ruang angkasa adalah tempat yang penuh dengan kekerasan. Jika sebuah bintang meledak atau lubang hitam saling bertabrakan di suatu tempat di bagian Bima Sakti kita, mereka akan mengeluarkan ledakan kolosal mematikan sinar-gamma, sinar-X serta sinar kosmik, dan sangat masuk akal jika bumi pun terkena efeknya. Sebuah studi terbaru terhadap peristiwa tersebut telah menghasilkan beberapa informasi baru tentang dampak potensial dari apa yang disebut sebagai peristiwa-peristiwa radiasi antarbintang “singkat-keras”.

Beberapa studi sebelumnya telah menunjukkan seberapa panjang semburan radiasi energi tinggi, seperti yang disebabkan oleh supernova, dan jilatan ekstrim api matahari yang bisa menguras ozon stratosfir, memungkinkan bentuk radiasi ultraviolet yang paling kuat dan merusak untuk bisa menembus ke permukaan bumi. Probabilitas suatu peristiwa yang cukup kuat untuk bisa mengganggu kehidupan di darat atau di lautan menjadi sangat besar jika mempertimbangkan rentang waktu geologi. Sehingga dengan memperoleh pegangan pada tingkat dan intensitas kejadian seperti itu merupakan hal yang penting bagi upaya untuk menghubungkan mereka pada kepunahan dalam catatan fosil.

“Kami menemukan bahwa sejenis ledakan sinar gamma – sebuah semburan sinar gamma singkat – mungkin lebih penting daripada ledakan sinar gamma yang lebih panjang,” kata astrofisikawan Brian Thomas dari Washburn University. Data peningkatan dan akumulasi yang dikumpulkan oleh satelit SWIFT, yang menangkap ledakan sinar gamma di galaksi lain, memberikan kasus yang lebih baik bagi kekuatan dan ancaman semburan pendek terhadap kehidupan di Bumi.

Semburan yang lebih pendek adalah benar-benar sangat singkat: kurang dari satu detik. Diduga disebabkan oleh tabrakan dua bintang neutron atau bahkan mungkin tabrakan antar lubang hitam. Tidak ada yang tahu pasti tabrakan yang mana. Yang pasti, mereka adalah peristiwa yang sangat, sangat kuat.

“Durasi tidak sepenting jumlah radiasi,” kata Thomas. Jika sebuah ledakan terjadi di dalam Bima Sakti, maka dampaknya akan bertahan lama hingga ke permukaan bumi dan lautan.

“Apa yang menjadi perhatian saya adalah efek jangka panjangnya,” kata Thomas. Efek pertama adalah menguras lapisan ozon dengan menumbukan atom oksigen dan nitrogen bebas sehingga mereka dapat merekombinasi ulang menjadi oksida nitrat yang menghancurkan ozon. Molekul-molekul tahan lama ini terus merusak ozon sampai mereka menghilang. “Jadi kita melihat dampak besarnya pada lapisan ozon.”

Efek-efek inilah yang mungkin telah menghancurkan banyak bentuk kehidupan di permukaan – termasuk tanaman darat dan laut yang merupakan dasar dari jaringan makanan.

Berdasarkan apa yang terlihat di antara galaksi lain, ledakan-ledakan singkat ini tampaknya terjadi pada setiap galaksi pada laju sekitar sekali per 100 juta tahun. Jika itu benar, maka sangat mungkin jika bumi pernah terkena peristiwa tersebut dalam sejarahnya. Pertanyaannya adalah apakah mereka meninggalkan tanda-tanda di ruang angkasa atau dalam catatan geologis bumi.

Bukti-bukti astronomis rasanya tidak mungkin, kata Thomas, karena galaksi berputar dan bercampur secara menyeluruh setiap jutaan tahun, sehingga sisa-sisa ledakan mungkin telah lama berlalu dari penglihatan. Bagaimanapun juga, mungkin terdapat buktinya di dalam tanah di bumi. Beberapa peneliti melihat isotop besi-60, misalnya, yang telah diperdebatkan sebagai tanda yang mungkin dari peristiwa-peristiwa radiasi.

Jika isotop seperti besi-60 dapat mengungkapkan strata peristiwa-peristiwa tersebut, maka ini bisa berkaitan dengan peristiwa-peristiwa kepunahan.

“Saya bekerja dengan beberapa ahli paleontologi dan kami mencoba untuk mencari korelasinya dengan kepunahan, namun mereka skeptis,” kata Thomas. “Jadi, jika Anda pergi dan memberi ceramah kepada ahli paleontologi, mereka tidak cukup mendalaminya. Tapi bagi astrofisikawan, itu tampaknya cukup masuk akal.”

Thomas akan mempresentasikan karyanya pada tanggal 9 Oktober 2011, dalam pertemuan tahunan Geological Society of America di Minneapolis. Karya ini didukung oleh Astrobiologi NASA: Program Eksobiologi dan Biologi Evolusioner.

Kredit: Geological Society of America

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.