Diposting Jumat, 7 Oktober 2011 jam 4:02 am oleh Gun HS

Sosialitas Mungkin Tergantung pada Pembentukan Sel-sel Otak di Usia Remaja

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 7 Oktober 2011 -


Tikus menjadi sangat anti-sosial saat pembentukan sel-sel otak barunya terganggu pada masa remaja, sebuah temuan mengejutkan yang mungkin bisa membantu para peneliti memahami skizofrenia dan gangguan mental lainnya, lapor para peneliti Yale.

Sedangkan saat proses gangguan yang sama pada orang dewasa, tidak menghasilkan perubahan perilaku seperti itu yang tercatat, demikian menurut penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Neuroscience.

“Ini berimplikasi penting dalam memahami pengembangan sosial pada tingkat molekuler,” kata Arie Kaffman, asisten profesor psikiatri dan penulis senior studi tersebut.

Para ilmuwan telah mengetahui bahwa sel otak baru secara terus-menerus dihasilkan di area otak tertentu setelah lahir. Proses ini, yang disebut neurogenesis, terjadi pada tingkat signifikan yang lebih besar selama masa kanak-kanak dan remaja dibandingkan pada masa dewasa, namun sebagian besar penelitian telah difokuskan pada fungsi neuron dalam otak yang lebih tua.

Tim riset Yale memutuskan untuk mengeksplorasi fungsi sel-sel otak baru pada tikus dari berbagai usia. Tikus dewasa normal cenderung menghabiskan banyak waktu menjelajahi dan berinteraksi dengan tikus asing. Namun, tikus dewasa yang neurogenesis-nya diblokir selama masa remaja tidak menunjukkan minat untuk mengeksplorasi tikus-tikus dewasa lain dan bahkan menghindari upaya tikus lain untuk terlibat dalam perilaku sosial.

“Tikus ini bertindak seolah ia tidak mengakui tikus lain sebagai tikus,” kata Kaffman.

Memblokir neurogenesis dewasa tidak berefek pada perilaku sosial, menunjukkan bahwa sel-sel otak yang dihasilkan selama masa remaja menghasilkan kontribusi yang sangat berbeda pada fungsi otak dan perilaku di masa dewasa, catat para ilmuwan.

Menariknya, penderita skizofrenia mengalami defisit dalam menghasilkan neuron-neuron baru di dalam hippocampus-nya, salah satu area otak di mana neuron-neuron baru diciptakan. Mengingat gejala skizofrenia muncul pertama kali pada masa remaja, adalah mungkin bahwa defisit dalam menghasilkan neuron baru selama masa remaja, atau bahkan di masa kanak-kanak, memegang wawasan baru ke dalam pengembangan beberapa defisit sosial dan kognitif yang tampak pada penyakit ini, kata Kaffman.

Kredit: Universitas Yale
Jurnal: Lan Wei, Michael J. Meaney, Ronald S. Duman, Arie Kaffman. Affiliative Behavior Requires Juvenile, But Not Adult Neurogenesis. The Journal of Neuroscience, Vol. 31, No. 40. (5 October 2011), pp. 14335-14345. doi:10.1523/JNEUROSCI.1333-11.2011

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.