Diposting Kamis, 6 Oktober 2011 jam 11:02 pm oleh Gun HS

Sel Induk Pasien-Spesifik: Satu Langkah Besar Menuju Terapi Berbasis Sel bagi Penyakit-penyakit Mematikan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 6 Oktober 2011 -


Sebuah tim ilmuwan yang dipimpin Dieter Egli dan Scott Noggle dari Laboraturium New York Stem Cell Foundation (NYSCF), New York, telah membuat kemajuan penting dalam pengembangan sel induk pasien-spesifik yang dapat mempengaruhi studi dan pengobatan penyakit seperti diabetes, Parkinson, dan Alzheimer.

Sebagaimana yang dilaporkan dalam jurnal Nature, untuk pertama kalinya para ilmuwan telah memperoleh sel induk embrionik dari pasien individu dengan menambahkan inti sel kulit orang dewasa dari pasien penderita diabetes tipe 1 untuk donor oosit yang tidak terbuahi.

Pencapaian ini penting karena sel-sel pasien-spesifik berpotensi bisa ditransplantasikan untuk menggantikan sel-sel yang rusak atau sakit pada penderita diabetes dan penyakit lainnya tanpa adanya penolakan dari sistem kekebalan tubuh pasien. Para ilmuwan melaporkan bahwa pekerjaan lebih lanjut diperlukan sebelum sel-sel tersebut dapat digunakan dalam pengobatan penggantian sel.

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium NYSCF di Manhattan, bekerja sama dengan para dokter dan peneliti dari Columbia University Medical Center. Analisis DNA disediakan oleh para ilmuwan dari University of California, San Diego.

“Sel-sel khusus dari tubuh manusia dewasa memiliki kemampuan yang cukup untuk meregenerasi sel-sel yang hilang atau rusak yang disebabkan oleh banyak penyakit dan cedera,” kata Dr. Egli, ilmuwan senior NYSCF dalam studi. “Tapi jika kita bisa memprogram ulang sel-sel tersebut ke keadaan yang berpotensi majemuk, mereka dapat menimbulkan jenis-jenis sel yang sangat dipengaruhi oleh penyakit, memberi potensi besar untuk secara efektif mengobati dan bahkan menyembuhkan penyakit-penyakit sel kulit. Dalam studi selama tiga tahun, kami berhasil memprogram ulang keadaan berpotensi majemuk. Harapan kami adalah, kami akhirnya bisa mengatasi rintangan yang tersisa dan menggunakan sel induk pasien-spesifik untuk mengobati dan menyembuhkan para penderita diabetes dan penyakit-penyakit lainnya.”

“Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menyelamatkan dan meningkatkan kehidupan dengan mencari pengobatan yang lebih baik, dan akhirnya penyebuhan bagi diabetes, Alzheimer, Parkinson serta penyakit melemahkan lainnya dan cedera yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh AS dan dunia,” kata CEO NYSCF, Susan L. Salomo. “Penelitian ini membawa kita satu langkah penting lebih dekat untuk menciptakan sel-sel baru yang sehat bagi pasien untuk mengganti sel-sel mereka yang rusak atau hilang karena cedera.”

Untuk pertama kalinya para ilmuwan menunjukkan bahwa transfer inti dari sel kulit pasien dewasa ke dalam sebuah oosit tanpa menghapus inti oosit dihasilkan dalam pemrograman ulang inti dewasa menjadi keadaan berpotensi majemuk. Barisan sel induk embrio kemudian diperoleh dari oosit yang mengandung materi genetik pasien.

Karena sel-sel induk berpotensi majemuk ini juga memiliki salinan kromosom dari oosit, menghasilkan sejumlah kromosom yang abnormal, sel-sel ini belum siap untuk digunakan dalam terapi. Studi di masa mendatang akan berfokus pada pemahaman peran kromosom oosit sehingga sel induk pasien-tertentu dapat dibuat dengan yang hanya berisi DNA pasien.

Dalam studi ini, sel-sel kulit dari pasien penderita diabetes tipe 1 dan pasien sehat (kelompok kontrol) terlebih dahulu diprogram, memungkinkan derivasi sel induk berpotensi majemuk, sel-sel yang memiliki kapasitas untuk produksi jaringan universal. Sel-sel tersebut berpotensi bisa digunakan untuk membuat sel-sel beta yang memproduksi insulin.

Pasien penderita diabetes tipe 1 kekurangan sel beta yang memproduksi insulin, sehingga kekurangan zat insulin dan kadar gula darah tinggi. Dengan memproduksi sel-sel beta dari sel induk untuk transplantasi menjanjikan bagi pengobatan dan penyembuhan diabetes tipe 1.

“Ini merupakan langkah penting menuju ke arah menghasilkan sel induk untuk pemodelan penyakit dan penemuan obat, serta pada akhirnya menciptakan terapi penggantian sel pasien-spesifik untuk penderita diabetes atau penyakit degeneratif lainnya atau cedera,” kata Rudolph L. Leibel, MD, direktur pendamping Naomi Berrie Diabetes Center Columbia dan kolaborator dalam penelitian ini.

Penelitian ini membawa kemungkinan dalam menggunakan pemprograman ulang sel somatik untuk menciptakan bank sel induk yang bisa digunakan untuk berbagai macam pasien, catat kolaborator lain, Robin Goland, MD, direktur pendamping Naomi Berrie Diabetes Center. “Secara teori, barisan-barisan sel induk bisa disesuaikan untuk pasien tertentu, seperti yang kami lakukan saat ini ketika kami memonitor individu untuk kompatibilitas dengan transplantasi ginjal,” katanya.

“Proyek ini adalah contoh yang bagus tentang bagaimana langkah besar dapat dicapai apabila para peneliti dalam ilmu dasar dan pengobatan klinis melakukan kolaborasi,” kata Mark V. Sauer, MD, seorang rekan penulis makalah dan Wakil Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi dan Kepala endokrinologi reproduksi di Columbia University Medical Center. Dr. Sauer juga menjabat direktur program reproduksi di Pusat Perawatan Reproduksi Wanita. “Saya merasa beruntung telah mampu berpartisipasi dalam proyek yang penting ini.”

Zach W. Hall, PhD, mantan Direktur National Institute of Neurological Disorders and Stroke NIH dan mantan Presiden California Institute for Regenerative Medicine, mengatakan, “Hasil kerja ini merupakan kemajuan besar menuju produksi sel induk pasien-spesifik untuk penggunaan terapi dengan menunjukkan bahwa oosit bernukleus memiliki kemampuan untuk benar-benar memprogram ulang inti dari sel manusia dewasa.”

Kredit: New York Stem Cell Foundation
Jurnal: Scott Noggle, Ho-Lim Fung, Athurva Gore, Hector Martinez, Kathleen Crumm Satriani, Robert Prosser, Kiboong Oum, Daniel Paull, Sarah Druckenmiller, Matthew Freeby, Ellen Greenberg, Kun Zhang, Robin Goland, Mark V. Sauer, Rudolph L. Leibel, Dieter Egli. Human oocytes reprogram somatic cells to a pluripotent state. Nature, 2011; 478 (7367): 70 DOI: 10.1038/nature10397

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.