Diposting Kamis, 6 Oktober 2011 jam 9:04 pm oleh Gun HS

Pengelolaan Imbalan dan Hukuman Menyebar Luas dalam Otak Manusia

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 6 Oktober 2011 -


Perilaku kita seringkali didasarkan pada keinginan untuk memperoleh hasil yang positif dan menghindari konsekuensi yang negatif, sedangkan para ahli saraf telah menempatkan banyak usaha dalam mencari “pusat” imbalan dan hukuman di otak. Kini, penelitian baru yang dipublikasikan Cell Press dalam jurnal Neuron edisi 6 Oktober, mengungkapkan bahwa sinyal-sinyal saraf yang berhubungan dengan penguatan dan hukuman ternyata didistribusikan ke keseluruhan otak manusia, jauh lebih luas dari yang diperkirakan sebelumnya.

“Memahami dasar saraf pada pengolahan penguatan dan hukuman merupakan hal yang sangat penting bagi ilmu saraf kognitif,” jelas penulis utama studi, Dr. Timothy Vickery dari Departemen Psikologi di Universitas Yale. “Sebagian besar persepsi dan fungsi kognitif dilayani oleh struktur-struktur otak yang terpisah, dan dengan demikian fokus dalam literatur imbalan telah berada pada pemahaman terhadap sirkuit-sirkuit khusus yang memproses imbalan, seperti basal ganglia. Dalam penelitian kali ini, kami menguji apakah sinyal yang berkaitan dengan hasil keputusan, baik yang meliputi penguatan maupun hukuman, dapat mewakili lebih luas lagi melampaui area-area tradisional pengolahan imbalan dan hukuman yang telah dijelaskan.”

Dr. Vickery bersama rekan-rekannya mencitrakan otak beberapa subjek manusia selagi mereka terlibat dalam pencocokan uang sen atau permainan batu-kertas-gunting, dan menggunakan analisis pola yang canggih untuk menganalisis tanggapan otak.

Para peneliti terkejut ketika menemukan bahwa representasi penguatan maupun hukuman ternyata meresap di keseluruhan korteks. Hal ini menunjukkan bahwa imbalan dan hukuman bisa mempengaruhi jauh lebih luas lagi proses kognitif dan perseptual dari yang dibayangkan sebelumnya. Menariknya, temuan ini juga menunjukkan bahwa distribusi sinyal hukuman dan sinyal penguatan sebagian besar adalah serupa. Hal ini berbeda dengan studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa terdapat keterbatasan area-area yang mengkodekan hukuman dan jauh lebih banyak area yang berkaitan dengan imbalan.

Secara keseluruhan, temuan ini membuktikan bahwa hasil positif maupun negatif secara langsung dapat mempengaruhi proses saraf keseluruhan otak. “Meskipun ada kemungkinan bahwa basal ganglia dan proyeksi-proyeksinya bertanggung jawab atas fungsi inti dari pengolahan yang terkait dengan imbalan, banyak area otak lain yang setidaknya tersedia dengan informasi ini,” simpul Dr. Vickery. “Ini menunjukkan keharusan untuk mempelajari efek penguatan dan hukuman dalam domain di mana mereka biasanya tidak dianggap sebagai faktor penting – dari sistem sensorik tingkat-rendah hingga ke penalaran sosial tingkat-tinggi. Pendistribusian representasi tersebut akan memiliki nilai adaptif untuk mengoptimalkan berbagai jenis proses kognitif dan perilaku di alam.”

Kredit: Cell Press
Jurnal: Timothy J. Vickery, Marvin M. Chun, Daeyeol Lee. Ubiquity and Specificity of Reinforcement Signals throughout the Human Brain. Neuron, 6 October 2011, 72(1) pp. 166 – 177 DOI: 10.1016/j.neuron.2011.08.011

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.