Diposting Jumat, 30 September 2011 jam 11:47 am oleh Gun HS

WISE NASA Temukan Jumlah Asteroid di Dekat Bumi Lebih Sedikit dari Perkiraan Awal

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 30 September 2011 -


Pengamatan baru dari WISE (Wide-field Infrared Survey Explorer), menunjukkan bahwa asteroid-asteroid berukuran menengah di dekat bumi ternyata berjumlah lebih sedikit daripada yang diperkirakan sebelumnya. Penemuan ini juga menunjukkan bahwa NASA telah menemukan lebih dari 90 persen asteroid terbesar di dekat bumi, memenuhi tujuan yang disepakati dengan Kongres pada tahun 1998.

Para astronom kini memperkirakan ada sekitar 19.500 – bukan 35.000 – asteroid dekat-Bumi berukuran menengah (memiliki lebar antara 330 dan 3.300 kaki). Para ilmuwan mengatakan bahwa pemahaman populasi ini mungkin mengindikasikan bahwa bahaya bagi Bumi bisa agak berkurang dari yang diperkirakan sebelumnya. Namun, sebagian asteroid berukuran menengah lainnya masih harus ditemukan. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk menentukan apakah jumlah objek berukuran menengah yang lebih sedikit ini juga mengartikan bahwa asteroid yang berpotensi berbahaya menjadi lebih sedikit.

Hasil ini berasal dari sensus paling akurat terhadap asteroid-asteroid dekat-bumi, bebatuan ruang angkasa yang mengorbit dalam jarak 120 juta mil (195 juta kilometer) dari matahari ke orbit di sekitar bumi. WISE mengamati cahaya inframerah dari asteroid-asteroid yang kategorinya berukuran besar hingga menengah. Proyek survei, disebut NEOWISE, adalah bagian dari misi WISE dalam memburu asteroid. Hasil penelitian ini muncul dalam Astrophysical Journal.

Pengamatan NEOWISE menunjukkan bahwa setidaknya ada 40 persen lebih sedikit asteroid dekat-bumi yang lebih besar dari 330 meter, atau 100 meter. Empat sistem tata surya planet kita dalam ditunjukkan dalam warna hijau, dan matahari kita adalah di tengah. Tiap-tiap titik merah merupakan salah satu asteroid. Ukuran objek tidak dibuatkan skala. (Kredit: NASA/JPL-Caltech)

“NEOWISE memungkinkan kami melihat lebih baik pada sepotong representatif jumlah asteroid dekat-bumi dan membuat perkiraan dengan lebih baik tentang keseluruhan populasinya,” kata Amy Mainzer, penulis utama studi dan peneliti utama untuk proyek NEOWISE di NASA Jet Propulsion Laboratory, Pasadena, California. “Ini seperti sensus penduduk, di mana Anda melakukan jajak pendapat pada sekelompok kecil orang untuk menarik kesimpulan tentang keseluruhan negeri.”

WISE mengamati seluruh ruang angkasa dalam cahaya inframerah sebanyak dua kali antara Januari 2010 dan Februari 2011, secara terus-menerus memotret segala sesuatu, dari galaksi jauh hingga asteroid dan komet yang berada di dekat bumi. NEOWISE mengamati lebih dari 100 ribu asteroid di sabuk utama antara Mars dan Jupiter, di samping setidaknya 585 lainnya di dekat bumi.

WISE menangkap sampel populasi asteroid dengan lebih akurat dibandingkan survei “cahaya-tampak” sebelumnya, karena detektor inframerahnya mampu menangkap benda-benda yang gelap maupun yang terang. Sulit bagi teleskop cahaya-tampak untuk melihat sejumlah cahaya-tampak yang redup yang terpantul dari asteroid gelap. Teleskop inframerah mendeteksi panas sebuah benda, yang mana tergantung pada ukuran dan sifat-sifatnya yang tidak reflektif.

Meskipun data WISE hanya mengungkapkan penurunan kecil angka perkiraan untuk asteroid terbesar di dekat bumi, yang berukuran 3.300 kaki (1 kilometer) dan yang lebih besar, mereka menunjukkan bahwa 93 persen dari populasi ini diperkirakan sudah ditemukan. Ini memenuhi kesepakatan tujuan awal “Spaceguard” dengan Kongres.

Asteroid-asteroid besar ini kira-kira seukuran gunung kecil dan akan berkonsekuensi global jika mereka menyerang Bumi. Data baru merevisi jumlah total mereka dari sekitar 1.000 ke 981, di mana 911-nya sudah berhasil ditemukan. Tak satu pun dari mereka yang menjadi ancaman bagi Bumi dalam beberapa abad mendatang. Diyakini, telah ditemukan pula semua asteroid dekat-Bumi yang memiliki lebar sekitar 6 mil (10 kilometer), sama besarnya dengan asteroid yang diduga pernah memusnahkan dinosaurus.

“Risiko atas asteroid sangat besar yang menghantam bumi, sebelum bisa kita temukan dan siagakan, dengan demikian telah jauh berkurang,” kata Tim Spahr, direktur Minor Planet Center di Harvard Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Mass.

Situasinya berbeda untuk asteroid ukuran-menengah, yang bisa menghancurkan area metropolitan jika mereka menumbuk di tempat yang salah. Hasil NEOWISE menemukan penurunan lebih besar dalam perkiraan populasi untuk benda-benda tersebut. Sejauh ini, upaya Spaceguard telah menemukan dan melacak lebih dari 5.200 asteroid dekat-Bumi yang berukuran 330 kaki atau yang lebih besar, meninggalkan sisa lebih dari 15.000 perkiraan yang masih harus ditemukan. Selain itu, para ilmuwan memperkirakan ada lebih dari satu juta asteroid lebih kecil di dekat Bumi yang masih belum diketahui, yang bisa saja menyebabkan kerusakan jika mereka menumbuk Bumi.

“NEOWISE adalah aset terbaru NASA yang hanya digunakan untuk menemukan tetangga terdekat Bumi,” kata Lindley Johnson, program eksekutif untuk Near Earth Object Observation Program di Markas NASA di Washington. “Hasil ini melengkapi upaya para pengamat berbasis darat selama 12 tahun terakhir. Para pengamat ini terus melacak objek-objek tersebut dan bahkan menemukan lebih lagi.”

Kredit: NASA/Jet Propulsion Laboratory
Informasi lebih lanjut: Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE)

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.