Diposting Kamis, 29 September 2011 jam 10:08 am oleh Gun HS

Memori Milidetik: ‘Teleportasi’ Tikus Mengungkap Bagaimana Memori Terorganisir

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 29 September 2011 -


Dering telepon secara tiba-tiba membangunkan Anda dari tidur. Kamar Anda dalam keadaan gelap gulita. Hal itu meresahkan, karena Anda sedikit tidak yakin tentang di mana Anda berada – dan kemudian Anda ingat. Anda berada di sebuah kamar hotel.

Kedengarannya itu pengalaman yang tidak asing? Atau mungkin Anda pernah merasakan sejenis disorientasi ketika Anda keluar dari lift ke lantai yang salah? Tapi apa yang sebenarnya terjadi di dalam kepala Anda ketika Anda mengalami saat-saat seperti ini?

Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan dalam jurnal Nature edisi minggu ini, para peneliti dari Institut Kavli Ilmu Saraf Sistem University Sains dan Teknologi Norwegia menjelaskan dengan tepat bagaimana otak bereaksi dalam situasi seperti itu, selama masa transisi antara satu memori dan berikutnya. Penelitian ini menggunakan sebuah metode yang memungkinkan mereka membuat pengukuran yang tepat sampai ke tingkat milidetik. Penelitian dilakukan di dalam laboratorium May-Britt dan Edvard Moser, direktur pendamping Institut Kavli NTNU, dengan penulis utamanya adalah Karel Jezek.

Temuan mereka menunjukkan bahwa memori dibagi menjadi paket-paket individu yang terpisah, analog dengan cara di mana cahaya terbagi menjadi bit-bit individual yang disebut kuanta. Setiap memori hanya sepanjang 125 milidetik – yang artinya otak dapat bertukaran antara memori-memori yang berbeda sebanyak delapan kali dalam satu detik.

“Otak tidak akan membiarkan dirinya sendiri kebingungan,” kata Profesor May-Britt Moser. “Otak tidak pernah mencampur tempat dan kenangan yang berbeda secara bersamaan, meskipun Anda mungkin menganggapnya demikian. Hal ini karena proses yang terjadi di dalam kepala Anda ketika otak sedang mencari peta di mana Anda berada dengan begitu cepat sehingga Anda tidak memperhatikan bahwa Anda benar-benar beralih di antara peta yang berbeda. Ketika Anda merasa sedikit kebingungan, itu karena adanya persaingan dalam otak antara dua memori. Atau mungkin lebih dari dua.”

Peneliti otak Edvard dan May-Britt Moser mencoba memahami persis bagaimana otak bekerja. Pendekatan mereka adalah dengan cermat memantau aktivitas listrik di berbagai bagian otak tikus selagi tikus itu menjelajahi labirin yang berbeda. Ini merupakan pendekatan yang melelahkan, yang menyediakan lebih banyak potongan teka-teki dalam kerja otak.

Untuk mengeksplorasi pertanyaan apakah otak mencampur memori secara bersamaan, para peneliti menciptakan sebuah kotak khusus untuk hewan laboratorium yang secara efektif memungkinkan mereka seketika ‘menteleportasi’ tikus dari satu tempat ke tempat lain – tanpa bantuan dari Starship Enterprise, tentunya. Kemudian, mereka menguji bagaimana otak menangani memori tempat ketika pengalaman tempat itu tiba-tiba berubah dari satu lokasi ke lokasi lain.

“Kami menipu tikus,” jelas May-Britt Moser. “Tentu saja mereka tidak benar-benar teleportasi, tapi kami memiliki pendekatan yang membuat mereka percaya bahwa mereka mengalaminya. Fitur-fitur pada kotak, yang memberikan rasa pada tikus tentang di mana mereka berada, sebenarnya ‘dibangun’ dari skema pencahayaan yang berbeda. Jadi kami bisa mengalihkan dari satu kelompok karakteristik lokasi ke lokasi lain dengan hanya menjentikkan tombol lampu.”

Tikus-tikus dilatih selama waktu yang cukup lama untuk meyakini bahwa skema berbagai pencahayaan mewakili kamar yang berbeda. Para peneliti bisa mengetahui bahwa tikus benar-benar percaya mereka berada di tempat yang berbeda karena aktivitas otak mereka. “Setelah kami beralih pada satu skema pencahayaan, kami bisa membaca pola aktivitas yang sangat spesifik dalam sel-sel di bagian otak tikus yang menciptakan peta,” kata May Britt Moser. “Dan ketika kami beralih ke skema pencahayaan lainnya, pola peta dalam otak menjadi benar-benar berbeda.”

Ketika para peneliti ‘menteleportasi’ tikus dari satu tempat ke tempat lain dengan membalik saklar cahaya dari A ke B, tikus mengalami jenis kebingungan seperti yang Anda rasakan ketika Anda sesaat tidak tahu di mana Anda berada. “Tapi pikiran tidak benar-benar mencampurkan peta,” katanya. “Otak mengalihkan secara bolak-balik antara dua peta yang mewakili kamar A dan B, namun tidak pernah dalam posisi intermediasi. Otak bisa ‘membalik’ secara bolak-balik antara dua peta yang berbeda, namun selalu situs A ataupun situs B.”

May-Britt dan Edvard Moser sebelumnya telah menemukan indera lokasi otak, menunjukkan bagaimana otak bekerja membuat memori khas yang berbeda, dan telah menemukan bahwa otak memiliki mekanisme untuk beralih di antara berbagai pengalaman melalui penggunaan indera dan gambar yang disimpan sebagai memori. Sekarang para peneliti juga telah menunjukkan bagaimana otak beralih di antara memori-memori individu, dan berapa lama otak tetap hidup pada bit-bit memori yang berbeda.

“Kita mulai sekilas memperoleh kontur mekanisme yang membentuk dunia pikiran kita,” kata May-Britt Moser.

Kredit: Universitas Sains dan Teknologi Norwegia
Jurnal: Karel Jezek, Espen J. Henriksen, Alessandro Treves, Edvard I. Moser & May-Britt Moser. Theta-paced flickering between place-cell maps in the hippocampus. Nature, 28 September 2011 DOI: 10.1038/nature10439

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.