Diposting Selasa, 27 September 2011 jam 6:43 pm oleh Gun HS

Fluktuasi Iklim Mendorong Peristiwa-peristiwa Penting dalam Evolusi Manusia

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 27 September 2011 -


Penelitian di University of Liverpool telah menemukan bahwa periode fluktuasi suhu yang cepat bertepatan dengan munculnya kerabat jauh pertama manusia serta kemunculan dan penyebaran alat-alat batu.

Dr. Matt Grove dari School of Archaeology, Classics and Egyptology merekonstruksi kemungkinan tanggapan nenek moyang manusia terhadap iklim dari lima juta tahun terakhir dengan menggunakan teknik pemodelan genetik. Ketika hasilnya dipetakan bersama garis masa evolusi manusia, Dr. Grove menemukan bahwa peristiwa-peristiwa penting terjadi bertepatan dengan periode variabilitas yang tinggi dalam catatan suhu.

Dr. Grove mengatakan: “Studi ini mengkonfirmasikan bahwa radiasi adaptif utama manusia – pola di mana jumlah spesies yang hidup bersama meningkat dengan cepat sebelum jatuh lagi ke tingkat sebelumnya – bertepatan dengan periode fluktuasi iklim. Menyusul terjadinya variabilitas iklim yang tinggi sekitar 2,7 juta tahun yang lalu, sejumlah spesies baru bermunculan dalam catatan fosil, dan sebagiannya menghilang sekitar 1,5 juta tahun lalu. Alat-alat batu pertama muncul pada sekitar 2,6 juta tahun yang lalu, dan pasti membantu beberapa spesies ini dalam menanggapi perubahan cepat kondisi iklim.

“1,5 juta tahun yang lalu kita dibiarkan tetap menjadi nenek moyang manusia tunggal – Homo erectus. Kunci bagi kelangsungan hidup Homo erectus tampaknya adalah fleksibilitas perilakunya – ini adalah spesies yang paling luas secara geografis pada masanya, dan bertahan selama lebih dari satu setengah juta tahun. Sementara spesies lain mungkin memiliki spesialisasi dalam lingkungan yang kemudian menghilang – yang menyebabkan kepunahan mereka – Homo erectus tampaknya telah menjadi generalis, mampu menangani banyak kontinjensi iklim dan lingkungan.”

Penelitian Dr. Grove adalah yang pertama yang secara eksplisit memodelkan ‘Seleksi Variabilitas’, proses evolusi yang diusulkan oleh Profesor Rick Potts di akhir 1990-an, dan mendukung pengaruh luas dari proses ini selama evolusi manusia. Seleksi variabilitas menunjukkan bahwa evolusi, ketika dihadapkan dengan fluktuasi iklim yang cepat, harus menanggapi berbagai habitat yang ditemui ketimbang habitat tiap-tiap individu pada gilirannya, garis waktu seleksi variabilitas yang ditetapkan oleh Dr. Grove menunjukkan bahwa Homo erectus bisa menjadi produk dari proses ini.

Menghubungkan fluktuasi iklim pada proses evolusi berimplikasi bagi perdebatan perubahan iklim global saat ini. Dr. Grove mengatakan: “Meskipun sering dibahas dalam istilah ‘pemanasan global’, apa yang kita lihat di banyak kawasan dunia saat ini pada kenyataannya terjadi sebuah peningkatan berbagai suhu tahunan dan kondisi, dalam arti tertentu populasi manusia di dunia ketiga, yang banyak hidup dalam lingkungan yang marjinal, akan menghadapi situasi yang lebih sulit. Pola-pola perubahan iklim akibat ulah manusia tidak seperti apa yang sudah kita lihat sebelumnya, dan secara tidak proporsional mempengaruhi kawasan di mana penduduknya tidak memiliki teknologi yang dibutuhkan untuk menghadapinya.”

Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Human Evolution dan Journal of Archaeological Science.

Kredit: University of Liverpool
Jurnal: Matt Grove. Change and variability in Plio-Pleistocene climates: modelling the hominin response. Journal of Archaeological Science, 2011; 38 (11): 3038 DOI: 10.1016/j.jas.2011.07.002
Matt Grove. Speciation, diversity, and Mode 1 technologies: The impact of variability selection. Journal of Human Evolution, 2011; 61 (3): 306 DOI: 10.1016/j.jhevol.2011.04.005

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.