Diposting Senin, 26 September 2011 jam 2:02 pm oleh Gun HS

Invasi Parasit Genom Memicu Evolusi Kehamilan pada Mamalia

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 26 September 2011 -


Parasit genetik yang menjangkiti genom mamalia pada lebih dari 100 juta tahun yang lalu dan secara dramatis mengubah cara mamalia bereproduksi – mengubah rahim nenek moyang manusia dan mamalia lainnya dari produksi telur menjadi rahim kandungan untuk mengembangkan bayi, demikian hasil studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Yale.

Temuan ini dipublikasikan online dalam jurnal Nature Genetics, 25 September, menjelaskan secara rinci perubahan molekul yang memungkinkan mamalia membawa anak mereka berkembang di dalam rahim dengan aman daripada meletakkannya di sarang atau membawanya di dalam kantong.

“Dalam dua dekade terakhir telah terjadi perubahan dramatis dalam pemahaman kita tentang bagaimana evolusi bekerja,” kata Gunter Wagner, Profesor Ekologi dan Biologi Evolusioner (EEB) Alison Richard serta sebagai penulis senior di atas makalah. “Kita dulu meyakini bahwa perubahan hanya terjadi melalui mutasi kecil pada DNA kita yang terakumulasi dari waktu ke waktu. Namun dalam kasus ini kami menemukan sebuah operasi cut-and-paste besar yang mengubah area-area genom yang luas untuk membuat perubahan morfologis dalam skala besar. “

Tim riset Yale mempelajari sejarah evolusi kehamilan dengan mengamati sel-sel yang ditemukan dalam rahim terkait yang mengalami perkembangan plasenta. Mereka membandingkan susunan genetik sel-sel ini dalam oposum – marsupial yang melahirkan dua minggu setelah pembuahan – pada armadillo dan manusia, terkait dengan mamalia berplasenta sangat berkembang yang memelihara janin berkembang selama sembilan bulan.

Mereka menemukan lebih dari 1500 gen yang diekspresikan dalam rahim semata-mata hanya pada mamalia berplasenta. Menariknya, ekspresi gen di dalam rahim dikoordinasi oleh transposon - potongan selfish materi genetik yang mereplikasi dalam genom inang dan yang dulunya disebut sebagai sampah DNA.

“Transposon-transposon bertumbuh seperti parasit yang telah menginvasi tubuh, berkembang biak dan mengambil ruang dalam genom,” kata Vincent J. Lynch, ilmuwan riset di EEB dan penulis utama dalam makalah.

Tapi mereka juga mengaktifkan atau merepresi gen yang berhubungan dengan kehamilan, katanya.

“Transposon-transposon ini bukan gen yang mengalami perubahan kecil selama jangka waktu yang lama dan akhirnya berkembang menjadi peran baru selama kehamilan,” kata Lynch. “Mereka lebih seperti unit regulasi prefabrikasi yang menginstal sendiri ke dalam genom inang, yang kemudian mendaur ulang mereka untuk melaksanakan fungsi yang sama sekali baru seperti memfasilitasi komunikasi janin-ibu.” kata Lynch.

Robert LeClerc dan Gemma May dari Yale juga memberikan kontribusi untuk penelitian ini.

Pekerjaan ini didanai oleh John Templeton Foundation.

Kredit: Universitas Yale
Jurnal: Vincent J Lynch, Robert D Leclerc, Gemma May, Günter P Wagner. Transposon-mediated rewiring of gene regulatory networks contributed to the evolution of pregnancy in mammals. Nature Genetics, 2011; DOI: 10.1038/ng.917

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.