Pengaruh Lingkungan Pada Evolusi Manusia
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Minggu, 25 September 2011 - Telah lama diketahui dari catatan fosil kalau bencana seluas dunia pasti terjadi sekitar 65 juta tahun lalu, menyebabkan kepunahan dinosaurus dan banyak spesies hidup lainnya. Tahun 1978, dua fisikawan Amerika, Luis Alvarez dan anaknya Walter, menemukan bukti yang membawa mereka mengatakan kalau jatuhnya sebuah asteroid besar adalah fenomena yang bertanggung jawab atas bencana tersebut. Hipotesis ini telah lama dikonfirmasi, dan lokasi tumbukan asteroid tersebut telah ditemukan yaitu Chicxulub di Semenanjung Yucatan, di Meksiko.
Peristiwa ini sering disebut sebagai bukti pengaruh jangka panjang peristiwa kebetulan yang dapat mempengaruhi evolusi biologis. Tanpa sebuah pukulan dari luar angkasa, dinosaurus mungkin masih akan memenuhi Bumi ini, mamalia masih akan berupa mahluk kecil yang tak diperhitungkan keberadaannya dalam bayangan para reptil raksasa, dan kita tidak akan ada disini untuk mengetahui fakta ini.
Contoh lain yang sering dikutip adalah pembentukan Lembah Retakan Besar, sekitar enam hingga tujuh juta tahun lalu, yang membelah sebagian Afrika Timur. Menurut teori yang diajukan paleoantropologis Perancis, Yves Coppens, yang menemukannya bersama ilmuan Amerika Donald Johanson, yang menemukan kerangka terkenal Lucy, peristiwa ini membawa pada peran besar kemunculan spesies manusia, dengan memotong kera besar dari hutan dan memaksa mereka beradaptasi dengan sabana, dimana bipedalisme menjadi syarat bertahan hidup dan tangan bebas untuk mengembangkan keahlian baru. Bila kerak Bumi saat itu tidak retak, leluhur kita mungkin masih hidup di pepohonan.
Itu hanya dua dari peristiwa paling terkenal yang tidak diragukan lagi mempengaruhi beberapa langkah sejarah evolusi kita lewat kondisi-kondisi lingkungan yang kebetulan, memberikan bukti nyata, di antara banyak para evolusionis terdepan, mengenai ketidakpastian evolusi, secara umum, dan kepastian evolusi manusia di masa depan. Evolusi berjalan pada dua arah, dan arah ini dipengaruhi oleh lingkungan yang tak teramalkan.
Sumber
De Duve, C. 2002. Life evolving: Molecules, Mind, and Meaning. Oxford University Press.
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah
