Diposting Kamis, 22 September 2011 jam 1:43 pm oleh Gun HS

Menggunakan Genom Manusia untuk Mengungkap Misteri Sejarah Manusia Awal

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 22 September 2011 -


Para peneliti Cornell telah mengembangkan metode statistik terbaru berdasarkan urutan genom yang lengkap dari orang-orang yang hidup di masa kini untuk menjelaskan peristiwa awal sejarah manusia.

Mereka menerapkan metode ini pada genom individu dari Asia Timur, Eropa, serta keturunan Afrika barat dan selatan. Mereka hanya menganalisis enam genom, tapi memanfaatkan fakta bahwa genom mengandung jejak bahan genetik dari ribuan nenek moyang manusia, yang telah terakit ke dalam kombinasi-kombinasi baru selama ribuan tahun oleh rekombinasi genetik.

Temuan utama dari studi ini, yang dipublikasikan dalam Nature Genetics edisi 18 September, adalah bahwa suku San, sebuah kelompok adat pemburu dari Afrika selatan, telah menyimpang dari populasi manusia lainnya lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya, yaitu sekitar 130.000 tahun yang lalu. Sebagai perbandingannya, nenek moyang populasi Eurasia modern bermigrasi dari Afrika hanya sekitar 50.000 tahun yang lalu.

Studi sebelumnya tentang demografi manusia secara utama mengandalkan DNA mitokondria dari garis ibu atau kromosom-Y dari data yang diturunkan ayah pada anak-anaknya, namun studi-studi tersebut dibatasi oleh sejumlah kecil posisi genom. Penelitian yang terbaru ini menggunakan genom penuh dari tiap-tiap individu, memberikan gambaran yang kaya dan lebih lengkap tentang evolusi manusia, demikian menurut para peneliti.

“Penggunaan data genom yang luas memberi Anda lebih banyak kepercayaan diri bahwa Anda memperoleh jawaban yang benar,” kata Adam Siepel, profesor statistik biologi dan biologi komputasional, serta sebagai penulis senior pada makalah. “Dengan DNA mitokondria, Anda hanya melihat pada satu pohon keluarga (garis ibu), dengan satu jalur dari setiap individu pada nenek moyangnya. Kami menggunakan sampel dari semua jalur yang mungkin.”

“Apa yang tidak biasa tentang metode kami adalah bahwa, mereka tidak hanya menggunakan urutan genom yang lengkap, namun juga mempertimbangkan beberapa populasi sekaligus,” kata Ilan Gronau, penulis utama makalah dan rekan pasca-doktoral di lab Siepel. “Ini adalah makalah pertama yang menyatukan semua potongan,” tambahnya.

Studi sebelumnya yang menggunakan DNA mitokondria, kromosom Y dan penanda lainnya telah memperkirakan bahwa secara anatomis, manusia modern muncul sekitar 200.000 tahun yang lalu di Afrika bagian timur atau selatan, dan bahwa kelompok pribumi pemburu Afrika tengah dan selatan, suku San – salah satu populasi manusia yang paling berbeda secara genetis – menyimpang dari orang-orang Afrika lainnya sekitar 100.000 tahun yang lalu.

Namun studi ini menunjukkan bahwa orang-orang San terpisah dari populasi Afrika lainnya sekitar 130.000 tahun yang lalu (di antara 108.000 dan 157.000 tahun yang lalu). Perkiraan migrasi “out of Africa” sekitar 50.000 tahun lalu (di antara 38.000 dan 64.000 tahun yang lalu) adalah konsisten dengan temuan terbaru yang menggunakan metode lain, kata para peneliti.

Untuk melakukan studi ini, para peneliti mulai dengan pendekatan statistik yang pada awalnya dikembangkan untuk menyimpulkan masa-masa divergensi untuk spesies yang berelasi namun berbeda, seperti manusia, simpanse dan gorila. Mereka menghadapi sejumlah tantangan dalam mengadaptasi metode-metode ini untuk digunakan dengan urutan genom manusia. Sebagai contoh, metode genom kera besar mengasumsikan bahwa aliran gen berhenti setelah dua spesies terpisah, karena mereka tidak bisa lagi kawin. Itu tidak berlaku bagi populasi manusia yang berbeda, dan tanpa penghitungan untuk aliran gen, waktu divergensi akan disepelekan, kata Siepel.

Gronau menggunakan teknik matematika untuk mengatasi masalah tersebut dan kemudian menciptakan simulasi komputer yang rumit untuk menunjukkan bahwa metode terbaru ini bekerja dalam parameter divergensi manusia.

Studi ini didanai oleh Packard Foundation, National Science Foundation dan National Institutes of Health.

Kredit: Cornell University
Jurnal: Ilan Gronau, Melissa J Hubisz, Brad Gulko, Charles G Danko, Adam Siepel. Bayesian inference of ancient human demography from individual genome sequences. Nature Genetics, 2011; DOI: 10.1038/ng.937

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.