Diposting Jumat, 16 September 2011 jam 12:36 am oleh Gun HS

Langkah Pertama Menuju Penciptaan ‘Kehidupan Anorganik’

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 16 September 2011 -


Para ilmuwan di Universitas Glasgow mengatakan bahwa mereka telah mengambil langkah tentatif pertama untuk menciptakan ‘kehidupan’ dari bahan kimia anorganik yang berpotensi mendefinisikan area baru ‘biologi anorganik’.

Profesor Lee Cronin, Kepala Kimia Gardiner di Fakultas Sains dan Teknik, bersama tim risetnya telah menunjukkan cara baru untuk membuat bahan sel-kimia-anorganik atau iCHELLs.

Prof. Cronin mengatakan, “Semua kehidupan di bumi berbasis biologi organik (yaitu karbon dalam bentuk asam amino, nukleotida, gula, dan lain-lain) namun dunia anorganik dianggap mati.

Para peneliti yang dipimpin oleh Profesor Lee Cronin di Universitas Glasgow telah mengembangkan sel kimia anorganik (iCHELLs), yang menunjukkan aktivitas redoks, kiralitas, serta permeabilitas selektif terhadap molekul kecil, dan yang bisa bersarang di dalam satu sama lainnya, berpotensi memungkinkan reaksi bertahap untuk terjadi secara berurutan di dalam sel. (Kredit: Universitas Glasgow)

“Yang ingin kami coba lakukan adalah membuat sel-sel anorganik berevolusi dan mereplikasi diri yang pada dasarnya akan hidup. Anda bisa menyebutnya sebagai biologi anorganik.”

Sel-sel ini dapat terkompartementalisasi dengan menciptakan membran internal yang mengontrol bagian material dan energi melalui mereka, artinya beberapa proses kimia dapat terisolasi ke dalam sel yang sama – seperti sel biologis.

Para peneliti mengatakan bahwa sel-sel ini, yang juga mampu menyimpan listrik, secara potensial bisa digunakan pada segala macam aplikasi dalam kedokteran, sebagai sensor atau untuk membatasi reaksi kimia.

Penelitian ini merupakan bagian dari proyek Prof. Cronin untuk menunjukkan bahwa senyawa kimia anorganik mampu mereplikasi diri dan berkembang – seperti halnya yang dilakukan organik, sel biologis berbasis karbon.

Penelitian untuk menciptakan ‘kehidupan anorganik’ ini adalah dalam tahap awal, namun Prof. Cronin meyakini bahwa itu bisa dilakukan sepenuhnya.

Prof. Cronin mengatakan, “Tujuan besarnya adalah untuk membangun sel-sel kimia yang kompleks bersama dengan sifat-sifat mirip-kehidupan yang bisa membantu kita memahami bagaimana kehidupan muncul, dan juga menggunakan pendekatan ini untuk mendefinisikan teknologi baru berdasarkan evolusi di dunia material – semacam teknologi hidup anorganik.

“Bakteri pada dasarnya adalah mikro-organisme bersel tunggal yang terbuat dari bahan kimia organik, jadi mengapa kita tidak bisa membuat mikro-organisme dari bahan kimia anorganik dan memungkinkan mereka berevolusi?

“Jika berhasil ini akan memberi kita beberapa wawasan yang luar biasa terhadap evolusi dan menunjukkan bahwa hal itu bukan hanya proses biologis. Ini juga artinya kita akan membuktikan bahwa kehidupan berbasis non-karbon bisa ada dan benar-benar mendefinisikan kembali ide-ide kita tentang perancangan.”

Makalah ini dipublikasikan dalam jurnal Angewandte Chemie.

Kredit: Universitas Glasgow
Jurnal: Geoffrey J. T. Cooper, Philip J. Kitson, Ross Winter, Michele Zagnoni, De-Liang Long, Leroy Cronin. Modular Redox-Active Inorganic Chemical Cells: iCHELLs. Angewandte Chemie International Edition, 2011; DOI: 10.1002/anie.201105068

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.