Diposting Kamis, 15 September 2011 jam 6:00 am oleh Gun HS

Stimulasi Area Genital yang Berbeda pada Wanita Mengaktifkan Situs Otak yang Berbeda

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 15 September 2011 -


Studi baru yang dipublikasikan dalam The Journal of Sexual Medicine mengungkapkan bahwa perangsangan vagina, leher rahim, atau klitoris mengaktifkan tiga lokasi yang terpisah dan berbeda pada korteks sensorik di otak. Beberapa ahli seksualitas mengklaim bahwa sumber utama dari sensasi genital adalah dari klitoris, sedangkan stimulasi vagina atau leher rahim hanya menghasilkan sensasi yang relatif kecil.

Para peneliti yang dipimpin oleh Barry R. Komisaruk, BS, Ph.D., dari Universitas Rutgers, menggunakan pencitraan magnetik resonansi fungsional (fMRI) untuk memetakan respon kortikal sensorik ke perangsangan klitoris, vagina, serviks, dan puting dari 11 wanita sehat usia antara 23-56 tahun. Untuk titik acuan pada homunculus (juga disebut sebagai “peta tubuh dari titik ke titik” atau diagram yang menunjukkan saraf di bagian-bagian tubuh yang berbeda yang terwakili di dalam otak), peneliti juga memetakan tanggapan terhadap stimulasi pada ibu jari kaki.

Hasil studi menemukan bahwa stimulasi pada masing-masing area genital ternyata menghasilkan aktivasi yang signifikan dan kuat pada situs tertentu dan berbeda dalam korteks sensorik.

Ketiga representasi ini berkerumun di daerah korteks sensorik yang sama dengan genital pria pada homunculus.

Perangsangan puting tidak hanya mengaktifkan wilayah homunculus di dada seperti yang diduga, namun juga wilayah homunculus sensorik genital, menunjukkan dasar neurologis bahwa perangsangan puting susu terasa erotis.

“Temuan kami menunjukkan bahwa input utama pada korteks sensorik dalam menanggapi rangsangan tidak hanya dari klitoris, tetapi juga dari vagina dan leher rahim, yang juga jelas menerima suplai saraf sensorik yang signifikan dan substansial,” kata Komisaruk. “Ini meletakkan dasar untuk pemahaman tentang bagaimana stimulasi genital menyebar berurutan melalui otak dari aktivasi awal korteks sensorik hingga akhirnya mengaktifkan area otak yang menghasilkan orgasme.”

Irwin Goldstein, pimpinan editor Journal of Sexual Medicine, lebih lanjut menjelaskan pentingnya dasar dari penelitian seksual ini. “Di tahun 1930-an hingga 1950-an, para peneliti melokalisasikan area-area otak yang mewakili semua sensasi manusia, termasuk alat kelamin pria. Data mengenai lokasi sensasi klitoris hanya dipelajari pada tahun 2010, yaitu enam puluh tahun kemudian. Studi baru dalam The Journal of Sexual Medicine ini untuk pertama kalinya mengungkapkan data lokalisasi sensasi otak, tidak hanya dari klitoris, tapi juga dari leher rahim, vagina dan puting. Menjadinya mampu menunjukkan beberapa lokasi di otak yang mewakili stimulasi yang berbeda pada area kelamin wanita dan bagaimana lokasi-lokasi otak ini saling berkaitan membantu kita untuk lebih memahami fungsi seksual wanita.”

Kredit: Wiley-Blackwell
Jurnal: Barry R. Komisaruk, Nan Wise, Eleni Frangos, Wen-Ching Liu, Kachina Allen, Stuart Brody. Women’s Clitoris, Vagina, and Cervix Mapped on the Sensory Cortex: fMRI Evidence. The Journal of Sexual Medicine, 2011; DOI: 10.1111/j.1743-6109.2011.02388.x

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.