Referensi Ilmiah Mengenai Organisasi Diri
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Minggu, 28 Agustus 2011 - Oparin berpendapat bahwa transisi menuju kehidupan berdasarkan pada peningkatan bertahap dan spontan pada kompleksitas molekuler. Proses pengaturan ini dalam skenario prakehidupan harusnya terjadi tanpa kecerdasan enzim dan tanpa memori asam amino, karena secara definisi kedua hal ini belum ada. Sekilas, gagasan ini muncul bertentangan dengan hukum kedua termodinamika dan keyakinan umum kalau proses alami bertujuan meningkatkan entropi/ketidak teraturan.
Kenyataannya, ada beberapa proses yang memunculkan kerumitan molekuler, istilah umum untuk proses tersebut adalah organisasi diri. Sebagian proses ini berada dalam pengendalian termodinamika, yaitu terjadi dalam pertukaran energi bebas negatif, dan juga ada proses organisasi diri yang tidak spontan, dalam pengendalian kinetik.
Bersama dengan peningkatan kompleksitas struktur ini, sifat lain harus dipertimbangkan – inovasi. Organisasi diri dan inovasi muncul sejalan. Kombinasi tertentu antara organisasi diri dan inovasi memunculkan reproduksi diri.
Istilah perakitan diri dan organisasi diri merupakan hal yang sinonim. Kita dapat berpendapat kalau perakitan diri lebih umum, dan organisasi diri berfokus pada kasus perakitan diri yang memunculkan derajat atau keteraturan tertentu (organisasi).
Ada banyak literatur mengenai perakitan diri dan/atau organisasi diri, dan digunakan secara praktis dalam semua bidang sains, dari kimia organik klasik hingga kimia polimer, sampai pada batas baru teknologi nano, robotika nano, kimia permukaan, dan elektrokimia.
Referensi kimia organik klasik dan kimia polimer:
- Lindsey, J. S. (1991). Self-assembly in synthetic routes to molecular devices – biological principles and chemical perspectives – a review. New J. Chem., 15, 153–80.
- Lawrence, D. S., Jiang, T., and Levett, M. (1995). Self-assembling supramolecular complexes. Chem. Rev., 95, 2229–60.
- Pope, M. T. and Muller, A. (1991). Polyoxometalate chemistry – an old field with new dimensions in several disciplines. Angew. Chem. Int. Ed. Engl., 30, 34–48.
- Zeng, F. W. and Zimmermann, S. C. (1997). Dendrimers in supramolecular chemistry: from molecular recognition to self-assembly. Chem. Rev., 97, 1681–712
Referensi teknologi nano dan robotika nano:
- Whitesides, G. M., Mathias, J. P., and Seto, C. T. (1991). Molecular self-assembly and nanochemistry – a chemical strategy for the synthesis of nanostructures. Science, 254, 1312–19.
- Bissel, R. A., Cordova, E., Kaifer, A. E., and Stoddart, J. F. (1994). A chemically and electrochemically switchable molecular shuttle. Nature, 369, 133.
- Whitesides, G. M. and Boncheva, M. (2002). Beyond molecules: self-assembly of mesoscopic and macroscopic components. Proc. Natl. Acad. Sci. USA, 99, 4769–74.
Referensi kimia permukaan dan elektrokimia:
- Miller, C., Cuendet, P., and Gratzel, M. (1991). Adsorbed omega-hydroxy thiol monolayers on gold electrodes – evidence for electron-tunneling to redox species in solution. J. Phys. Chem., 95, 877–86
- Dubois, L. H. and Nuzzo, R. G. (1992). Synthesis, structure, and properties of model organic-surfaces. Ann. Rev. Phys. Chem., 43, 437–63.
- Ulman, A. (1996). Formation and structure of self-assembled monolayers. Chem. Rev., 96, 1533–54.
- Decher, G. (1997). Fuzzy nano-assemblies: toward layered polymeric multicomposites. Science, 277, 1232–7.
Tentu saja, secara praktis semua biologi dicirikan oleh perakitan diri dan organisasi diri, dari pelipatan protein hingga interaksi protein-protein, dari dupleks asam nukleat hingga kompleks protein-asam nukleat, dari perakitan aktin dan pembentukan mikrotubula hingga perakitan virus mosaik tembakau, serta perakitan sel dan organ. Buku-buku yang membahas hal ini antara lain:
- 1. Birdi, K. S. (1999). Self-Assembly Monolayer Structures of Lipids and Macromolecules At Interfaces. Plenum Press.
- 2. Westhof, E. and Hardy, N., eds. (2004). Folding and Self-Assembly of Biological Macromolecules. World Scientific Publishing Company Inc.
- 3. Riste, T. and Sherrington, D., ed. (1996). Physics of Biomaterials: Fluctuations, Selfassembly and Evolution (Nato Science Series Series E, Applied Sciences). Kluwer.
- Glotzer, S. C. (2004). Materials science. Some assembly required. Science, 306, 419–20
Sumber
Luisi, P.L. The Emergence of Life : From Chemical Origins to Synthetic Biology. Cambridge University Press, 2006.
- Tingkat-Tingkat Kesadaran
- Individu Hidup Tertua di Bumi adalah Rumput Laut Purba Berusia 100 ribu Tahun
- Dimensi Waktu selain Satu
- Penemuan Protein Berusia Sangat Panjang
- Hidup di Pedalaman Kalimantan dalam Setengah Milenium
- Iman Pada Teori Fisika: Tafsir Multijagad Mekanika Kuantum
- Tuhan dan Sains Modern (Part 3): Tuhan dalam Sains
- Para Insinyur Mengelas Kawat Nano dengan Cahaya
- Bagaimana Gelembung Finansial Meletus?
- Teori Asal Usul, Evolusi, dan Sifat Kehidupan Ditarik Karena Terbukti Tidak Ilmiah
