Diposting Minggu, 28 Agustus 2011 jam 4:01 pm oleh Evy Siscawati

Pesantren Kilat Ramadhan: Kedudukan Sains dan Agama

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 28 Agustus 2011 - Ini adalah sumbangan teman yang jadi pemateri di sebuah acara pesantren kilat dekat kampus. Bagian awalnya sih lumayan naratif, tapi terakhir-terakhirnya hanya copas dari power point, soalnya waktunya gak cukup, lagi pula ntar artikelnya kepanjangan. Hehe


Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu.

 Rekan-rekan pelajar – selamat siang dan selamat menghadiri Pesantren Kilat Pelatihan Motivasi seputar Ramadhan 2011. Hari ini, anda semua akan mendapatkan sesuatu yang spesial –  yang bahkan orang-orang yang kuliah pun belum tentu mendapatkannya padahal hal ini penting bagi mereka. Ini bukan hanya tentang agama kita, namun juga tentang bagaimana kita memandang dunia secara keseluruhan.

Sebelumnya saya perkenalkan diri terlebih dahulu

<identitas>

Tapi jangan salah, saya sudah menyiapkan tugas saya hari ini dengan sangat serius. Ketika saya mendapatkan undangan seminggu lalu untuk menjadi pemateri anda, saya memutuskan untuk menyiapkan materi dengan keseriusan saat anda semua mengerjakan pr penting atau persiapan ulangan. Jadi tadi malam saya mulai membuat materinya. Saya makan malam bareng doi, main games beberapa jam, lalu online facebook. Baru mengerjakan materinya. Hehe

Untuk berkomunikasi dengan anda sekarang, saya sudah berpengalaman banyak untuk menjadi cukup bisa lah memberikan materi tentang hubungan sains dan agama. Ini topik yang berat, jadi saya cerita saja mengenai pengalaman saya mengenai materi sekarang.

Pengalaman Pribadi

Jadi begini. <Pengalaman Pribadi terhadap Sains dari masa SD hingga sekarang> Lalu saya datang ke sebuah toko buku dan melihat sesuatu yang menarik. Kalau tidak salah judulnya Alam semesta dan Al quran. Itu buku pertama yang saya baca yang menggabungkan sains dan al quran. Katanya big bang sudah ada dalam al Quran, siklus air sudah ada, tahap-tahap perkembangan janin manusia sudah ada, dan banyak lagi.

Saya sampai mengoleksi buku-buku tersebut. Lalu menuliskannya kembali per ayat. Jadi tiap ayat dikasih satu keterangan mengenai hubungannya dengan sains.

Sebagai contoh, ayat berikut :

Wahuwal ladzi marajal bahraini hadza azbun furatuw wa hadza milhun ujahun wa ja a  la baynahuma barzahan wa hijram mahjur

 ” Dan Dialah yang membiarkan dua badan air (bahr) yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. S. 25:53“. Ayat ini bisa berhubungan dengan kimia. Satu air tawar, satu air asin. Dan kita semua tahu kalau sungai itu tawar, laut itu asin. Mereka pasti bertemu di suatu tempat. Inilah batas atau barzakh yang berada di muara sungai. Ini tepat seperti yang kita pahami juga dengan logika kita.

Lalu ada juga penafsir yang bilang bahr itu bukan badan air, tapi lautan. Tapi hal ini hanya bisa dibuktikan dengan sains modern. Mereka bilang kalau kedua lautan tersebut adalah laut tengah dan samudera atlantik. Laut tengah agak tawar, dan samudera atlantik lebih asin. Mereka bertemu di selat gibraltar dan ada batas dimana keduanya tidak bercampur.

Ini yang kita umat islam inginkan sekarang. Kita ingin dunia tahu kalau agama kita benar. Tapi ada masalahnya. Waktu kuliah saya membaca sebuah buku tentang keruntuhan teori evolusi. Teman-teman pernah dengar tentang Harun Yahya? Nah ini buku karangan beliau. Tapi isinya berbeda dari buku2 lain tentang sains dan agama yang pernah saya baca. Buku ini sepenuhnya menyerang salah satu sains, yaitu teori evolusi. Isi bukunya protes semua. Lah, teori evolusi kan sains juga. Selama ini gak ada masalah dengan biologi. Teori evolusi sudah satu setengah abad diterima ilmuan dan perkembangannya sudah sangat mendalam. Kita dan semua mahluk hidup merupakan satu keluarga. Ahli biologi bilang, biologi itu tidak masuk akal kalau tidak ada teori evolusi. Dan ini bukan juga dari barat seperti kata orang ditemukan oleh Charles Darwin. Ia sudah diketahui oleh Abu Bakr ibn Bashrun, seorang ahli biologi Muslim, seribu tahun sebelumnya.

Sampai di sini ada pertanyaan?

<Moderator meminta Pertanyaan dari peserta, dipancing dengan cenderamata>

Nah, lalu, Ada apa ini? Kenapa di satu sisi menerima sains membuktikan al Quran benar. Tapi di sisi lain menyerang sains karena dirasa tidak sesuai dengan al Quran. Saya pun mulai berpikir, koq seperti ini?

Apa itu Sains ?

Untuk mengetahuinya saya akan menjelaskan mengenai apa itu sains dahulu yah.

n  Sains mempelajari bagaimana alam dan dunia fisik bekerja

Sains utamanya berurusan dengan pemahaman bagaimana dunia fisik bekerja. Sains adalah sebuah proses dimana kita mencoba memahami bagaimana dunia fisik bekerja dan bagaimana ia bisa begitu. Dunia fisik mencakup dunia yang dapat kita amati dengan indera kita dengan atau tanpa bantuan teknologi.

n  Dalam sains, gagasan (hipotesis) diajukan dan diperiksa

Sains tidak dapat membuktikan segalanya. Proses sains, ketika digunakan dengan benar, sesungguhnya berusaha menyanggah gagasan (hipotesis) dengan pengujian atau penantangan hipotesis lewat pengamatan (data) yang dikumpulkan dari eksperimen yang dirancang dengan hati-hati. Bila gagasannya bertahan terhadap pengujian, maka ia menjadi lebih kuat, dan lebih mungkin merupakan penjelasan yang akurat. Sains adalah sebuah proses yang hanya dapat menghasilkan penjelasan yang “mungkin” atau “sangat mungkin” untuk fenomena alam; tidak pernah ada kepastian. Dengan informasi, alat, atau pendekatan baru, penemuan sebelumnya dapat digantikan oleh penemuan baru.

n  Beranggapan kalau semua proses dan peristiwa terjadi karena sebab alami

Relung sains terbatas pada pemecahan masalah mengenai dunia fisik, sebuah dunia yang dapat kita amati dengan indera kita. Sains tidak memiliki perangkat yang baik untuk mengatasi relung supernatural, tidak pula relung nilai dan etika, relung yang tidak dapat diamati oleh indera kita. Penjelasan ilmiah harus dapat dibuktikan salah secara potensial. Penjelasan berdasarkan kekuatan supernatural, nilai-nilai atau etika tidak dapat dibuktikan salah dan karenanya tidak masuk dalam wilayah sains.

n  Dimana-mana sama dan bebas perasaan (objektif)

Sains harus mengikuti aturan-aturan tertentu; jika tidak, ia bukan sains (sama halnya sepakbola tidak dapat disebut sepakbola bila aturannya tidak diikuti). Aturan sains ditujukan untk membuat prosesnya se-objektif mungkin, dan karenanya menghasilkan derajat pemahaman yang sedekat mungkin dengan realitas. Penjelasan ilmiah harus beradasarkan pada pengamatan yang hati-hati dan pengujian hipotesis.

Sesuatu dikatakan objektif bila tidak dipengaruhi oleh perasaan, keinginan, dan prasangka. Lawan dari objektif adalah subjektif yaitu sesuatu yang dipengaruhi perasaan, keinginan, dan prasangka.

n  Harus bisa salah, harus ada keraguan

Apa itu Agama?

Sekarang, kita bandingkan dengan agama. Apa itu agama?

n  Agama mengambil hikmah dari alam dan dunia fisik

n  Dalam agama, wahyu Tuhan diberikan dan harus diterima

n  Beranggapan kalau semua proses dan peristiwa terjadi karena Tuhan

n  Tergantung pada keimanan, tindakan, sikap, dsb (subjektif)

n  Tidak boleh salah, tidak boleh ada keraguan

Manfaat Sains dan Agama

Sains, menghasilkan alat-alat, teknik, keahlian, pemahaman, dsb yang bersifat materi (contoh pisau, nuklir).

n  Sedangkan Agama menghasilkan rasa aman, rasa damai, ketentraman, kebahagiaan, dsb yang bersifat spiritual (contoh rasa tenang ketika berdoa).

Bagaimana bila keduanya di campur adukkan?

Perbedaan Sains dan Agama

Sains Agama
TugasMempelajari alamMengambil hikmah
FaktaDiajukan dan diperiksaDiwahyukan dan diterima
AnggapanSemua bersebab alamiahSemua bersebab spiritual
SifatObjektifSubjektif
KebenaranHarus bisa salahTidak boleh salah
KeraguanHarus adaTidak boleh ada

Agama dan Sains itu seperti Bendera. Pernah jadi anggota pengibar bendera waktu upacara bendera? Nah. Agama itu ibarat bendera yang akan dikibarkan. Kita pegang erat-erat. Angin tidak dapat meniupnya kemana-mana. Kalau bendera kita buka menghadap ke barat, ia akan selalu ke barat, kecuali kita lepaskan. Sains seperti bendera yang berkibar. Ia tertiup angin ke mana-mana. Kadang ke barat, kadang ke timur, kadang ke bawah. ke mana saja kecuali ke atas. Sains itu luwes. Tidak ada yang memegang sains. Teori-teori runtuh seiring waktu diganti oleh teori baru.

Perubahan Teori Pusat Alam Semesta

Berikut saya ilustrasikan bagaimana sains berubah dan bagaimana ayat-ayat berusaha mengatasi perubahan tersebut:

n  Geosentrisme.

u Alam semesta mengelilingi Bumi (Ptolomeus, Ibnu al Haytham)

u  36:38; 91:1-2, 35:41, 40:64, 21:33, 14:33, 2:258, 25:45, 45:13, 81:2, 81:15-16, 36:40

Wa syamsu tajri limustaqaRillaha . za lika taqdirul azizir alim

36:38 : dan matahari BERJALAN DI TEMPAT PEREDARANNYA. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

91:1. demi matahari dan cahayanya di pagi hari, 2. dan bulan apabila mengiringinya,

35:41. Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyan- tun lagi Maha Pengampun.

40:64. Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam.

21:33. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.

14:33. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.

2:258. Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” orang itu berkata: “Saya dapat menghidupkan dan mematikan”. Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” lalu heran terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.

25:45. Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan kalau dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu,

45:13. Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.

81:2. dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

81:15. Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,

81:16. yang beredar dan terbenam,

36:40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

Geosentris berubah menjadi Heliosentrisme

n  Alam semesta mengelilingi matahari.  Saat itu alam semesta hanya terdiri dari planet-planet, Bumi, dan bintang-bintang (Seleucus, Ja’far bin Muhammad Abu Ma’shar al-Balkhi [Albumasar], Albiruni, Copernicus, Galileo, Bruno)

n  18:17, 39:5, 36:38-40, 91:1-4, 21:33

Wa tars syamsa iza thala’at taza wa ru’an kahfihim zatal yamini wa iza gharabat taqriduhum zatas syimali wahum fi fajwatim minhu. Za lika min ayatillah. Mayyahdillahu fahuwal muhtadi wamayyadli falan tajida lahu waliyyam musryid.

18:17. Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

39:5. Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

36:38. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

36:39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.

36:40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

91:1. Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,

91:2. dan bulan apabila mengiringinya,

91:3. dan siang apabila menampakkannya,

91:4. dan malam apabila menutupinya,

21:33. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.

Heliosentris berubah menjadi galaktosentris

n  Alam semesta mengelilingi pusat galaksi. Saat ini alam semesta terdiri dari banyak sekali bintang, matahari termasuk sebuah bintang (William Herschel, 1785)

n  Wahuwalladzi khalaqal layla wannahara wasyamsa wal qamara. Kullum fil falaqi yasybahun

n  “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.“(21:33)

Tidak ada Pusat

n  Teori Inflasi (Big Bang) mengatakan kalau alam semesta mengembang ke segala arah tanpa ada pusat. Jika ditarik ke masa lalu, alam semesta mengumpul menjadi satu titik awal.

n  Filsafat : John Philoponus, Al-Kindi, Saadia Gaon, Al-Ghazali, dan Immanuel Kant

n  Sains : Georges Lemaître, Hubble

Quran: 51:47 . wassamaa a bainahuma bi   aidiwwa inna lamuw si un

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)

Sampai di sini ada pertanyaan?

<Pemateri meminta pertanyaan dari peserta dengan cenderamata>

Nah, teman-teman telah melihat bagaimana sains itu berubah-ubah. Sebelumnya sains mengatakan kalau bumi adalah pusat alam semesta, lalu matahari yang pusat, kemudian galaksi yang pusat, dan sekarang katanya tidak ada pusat. Bagaimana kita bisa yakin kalau seratus tahun lagi teori yang mengatakan kalau alam semesta tidak ada pusat ini, alias teori big bang, akan tetap bertahan. Bisa saja ia digantikan oleh teori lain.

Teori Asal Usul Alam Semesta

Teori big bang itu diberi ayat-ayat al quran seolah ia benar karena teori big bang mengatakan kalau alam semesta ini ada awalnya.

41:11. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

41:12. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

21:30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

Tapi teori big bang punya banyak kelemahan. Saat ini ada teori baru yang mulai diterima ilmuan untuk menggantikan teori big bang, namanya teori siklis. Teori siklis bilang alam semesta tidak punya awal. Ia seperti balon yang mengembang dan mengempis terus menerus tanpa awal dan tanpa akhir. Dan ada juga ayat yang mendukungnya loh.

21:104. (Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas.  Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami lah yang akan melaksanakannya.

Bahaya Mendukung Sains dengan Ayat-ayat (Tafsir ‘ilmi)

n  Fakta berubah, ayat yang mendukung juga berubah

Akibatnya:  Agama seolah-olah dikendalikan oleh sains

n  Ayat selalu muncul SETELAH fakta ditemukan sains, tidak pernah sebelumnya (postdiksi, bukan prediksi).

Akibatnya: Orang Islam seolah-olah menyia-nyiakan ilmu yang telah ada dalam Al Qur’an

Fakta sains yang belum mapan selalu berubah

Ayat ditafsir ulang? contoh ayat tentang orbit (21:33)

n  Wahuwalladzi khalaqal layla wannahara wasyamsa wal qamara. Kullum fil falaqi yasybahun

n  “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.“(21:33)

n  Akibatnya

u Agama kita terlihat tidak pasti

u Keimanan kita goyah

u Terlihat ada kontradiksi dalam agama kita

u Al Quran sebagian tidak bermakna dalam 1400 tahun terakhir

Sains yang Mapan dan Belum

n  Sains tidak pernah pasti 100%. Apa yang ada di buku paket biologi, fisika, kimia, semuanya hanya benar 90% atau 99%.

Sains yang mapan adalah fakta-fakta sederhana yang bisa langsung dinalarkan. Kebenarannya mencapai 99,9%.

n   sains yang belum mapan adalah fakta-fakta yang tidak dapat diperiksa langsung. Kebenarannya dibawah 99% dan cenderung diperdebatkan di kalangan ilmiah.

Peringatan Ulama

 Profesor Abdussalam, peraih nobel Fisika dari Pakistan

n  Versi Big Bang sekarang adalah yang terbaik untuk saat ini. Bagaimana jika penjelasan ilmiah yang lebih baik muncul di kemudian hari? Haruskah ayat-ayat diubah untuk mengakomodasi pandangan ilmiah yang baru?

Peringatan Ibnu Khaldun, ilmuan abad pertengahan

Ibn Khaldun (wafat.1382) “Qur’an diwahyukan dalam bahasa Arab dan sesuai dengan gaya bahasa mereka sehingga mereka semua mengerti” (Muqaddima, 438).

Jadi yang benar Agama atau Sains?

Ada yang ingin mencoba menjawab?

<Beri pertanyaan pada peserta>

Kedua-duanya Benar

n  Menurut metodenya masing-masing. Aturan mainnya berbeda.

n  Agama tidak dapat menghakimi sains dan sains tidak dapat menghakimi agama.

n  Jika bertanya pada agama, jawaban telah pasti, jika pada sains jawabannya hanya sementara.

n  ‘Pasti’ berbeda dengan ‘benar’.

n  Lebih baik kembali pada tujuannya. Yang penting bagaimana ia dapat digunakan untuk mengisi hidup kita dengan baik

Agama dan sains punya tempatnya sendiri-sendiri

Contoh- Proyek PNPM Mandiri

n  Motivasi (sejahtera dunia akhirat)

u Membangun desa tertinggal

u Mesin dan konstruksi dirancang dengan sains

u Membantu banyak orang dan mendapat berkah

Daerah sains dan agama saling membantu adalah sains terapan

n  Mengembangkan teknologi untuk mensejahterakan manusia

n  Biarlah banyak jawaban, karena warna itu indah. Kita bukan budak kebenaran

<Penutup>

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.