Diposting Sabtu, 13 Agustus 2011 jam 2:41 pm oleh Evy Siscawati

Kawah Tumbukan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 13 Agustus 2011 -


 

 

Dalam hal morfologi, struktur tumbukan bumi dapat sederhana ataupun kompleks. Struktur sederhana, seperti kawah Brent di Ontario, Canada, berbentuk mangkuk. Daerah roda terangkat dan, dalam kasus paling baru, berpuncak lipatan balik batuan target dekat permukaan dengan stratigrafi terbalik. Ejekta guguran biasanya berada di lapisan yang terbalik ini. Batuan target autoktonus yang terpecah dan bresia menandai dasar kawah sederhana. Sebuah lensa batuan target alokthonous yang terkejut dan tidak terkejut sebagian mengisi kawah sederhana. Kawah dengan diamater lebih dari 2 km dalam batuan endapan dan 4 km pada batuan kristalin tidak memiliki bentuk mangkuk sederhana. Kawah ini berbentuk kompleks yang bila dibandingkan dengan bentuk sederhana, berukuran dangkal. Contoh terbaru adalah Danau Clearwater di Quebec, Kanada, yang memiliki tiga ciri berbeda. Pertama, daerah pusat terangkat secara struktur, menunjukkan pengaruh metamorfik-kejut dalam batuan target autochthonous, yang dapat terpapar sebagai puncak atau cincin di tengah kawah; kedua, depresi anular, terisi sebagian oleh bresia autochthonous, atau lembaran anular batuan lelehan tumbukan, atau campuran keduanya; dan ketiga, daerah roda yang retak-retak.

Kawah tumbukan ditemukan di semua benua. Pada tanggal 2 November 2004, telah tercatat 172 kawah tumbukan dari keberadaan fragmen meteorit, tampilan metamorfik kejut, atau kombinasi keduanya. Ini adalah total kecil dibandingkan dengan jumlah yang ditemukan pada planet lain yang mempertahankan kerak tertuanya. Walau begitu, struktur tumbukan lebih sedikit ditemukan di Bumi karena keremajaan kerak dan sifat geosfernya yang dinamis. Kedua faktor ini mengaburkan dan membuang catatan tumbukan lewat erosi dan pengendapan. Kawah adalah tanda terkuat dari tumbukan. Karena erosi, situs yang lebih tua sekarang telah kabur, semua yang tersisa adalah tanda yang diperoleh dari metamorfisme kejut dalam batuan. Karenanya, tumbukan tidak selalu menyisakan tanda jangka panjang pada batuan namun kawah yang mereka hasilkan akan segera lenyap. Daftar struktur tumbukan terbaru yang diketahui sekarang jelas tidak lengkap karena ilmuan hanya menemukan rata-rata lima kawah tumbukan baru setiap tahun.

Distribusi struktur tumbukan di Bumi mengungkapkan konsentrasi pada daerah perisai Prakambria di Amerika Utara dan Eropa. Konsentrasi ini mengungkapkan fakta kalau perisai Prakambria di Amerika Utara dan Eropa telah stabil secara geologis sejak waktu lama, dan kalau pencarian dan penelitian kawah tumbukan dilakukan terutama di daerah tersebut. Ia bukan cerminan proses tumbukan, yang terjadi secara acak di penjuru Bumi. Usia kawah dan struktur tumbukan yang diketahui berjangkauan prakambria hingga masa kini, dan diameternya mulai dari beberapa puluh meter hingga lebih dari 200 km. Ada lebih banyak struktur muda daripada yang tua, lebih dari separuh struktur dengan diameter lebih besar dari 10 km lebih muda dari 200 juta tahun. Hasil ini tidak berarti kalau ada peningkatan baru laju tumbukan meteorit karena erosi yang dapat mengikis kawah dengan cepat, sehingga signatur struktur dan kimianya yang lebih halus tidak dapat lagi dikenali. Semua jejak geologis kawah lebih dari 20 km dan berada di daerah es, kecuali terlindungi dari erosi oleh selimut endapan yang tertumpuk setelah tumbukan, dapat lenyap dalam 100 juta tahun.

Kawah Danau Clearwater

Kenapa ada Kawah Tumbukan?

Beberapa mekanisme dapat menjelaskan badai episodik sisa-sisa antariksa. Hipotesis Nemesis berpendapat kalau Matahari mungkin memiliki sebuah bintang pasangan dengan orbit sangat lonjong yang mengganggu awan Oort pada perlintasan perihelion. Pasangan matahari ini dinamakan Nemesis berdasarkan nama Tuhan Yunani yang tidak lelahnya menghukum orang yang terlalu kaya. Ia juga disebut ‘Bintang Kematian (Death Star)’, mungkin berdasarkan nama stasiun antariksa Empire dalam Star Wars. Hipotesis Planet X berpendapat kalau ada orbit planet ke-10 yang belum ditemukan dalam daerah selepas Pluto, dan menghasilkan hujan komet dekat Bumi dengan frekuensi sangat stabil. Hipotesis lain berfokus pada gerakan naik turun Tata Surya pada bidang galaktik. Periode ayunan pada bidang galaktik sekitar 67 juta tahun, dengan perkiraan periode bervariasi antara 52-74 juta tahun. Karena gerakan bergoyang ini, Tata Surya melewati bidang galaktik, dimana materi cenderung lebih padat, setiap 33 juta tahun, dan mencapai jarak maksimumnya (sekitar 80-100 parsek) dari bidang galaktik setiap 32 juta tahun juga. Sekarang, terdapat hubungan pendekatan antara perlintasan bidang galaktik oleh tata surya dan perbatasan antara periode-periode geologis. Kedua fenomena dapat berhubungan sebab akibat bila gerakan vertikal Tata Surya pada bidang galaktik menyebabkan hujan komet. Ini adalah skenario yang masuk akal karena sebagian besar awan molekuler ukuran sedang terkonsentrasi di dekat bidang Galaktik. Modulasinya dapat melibatkan gangguan pada awan Oort dan wadah komet dalam yang membawa pada hujan komet yang berlangsung selama jutaan tahun. Mungkin juga kalau tata surya secara periodik melewati nebula padat saat ia mengorbit Bima Sakti, yang dapat pula mengganggu komet-komet di awan Oort.

Sumber

Huggett, R.J. 2006. The Natural History of Earth: Debating long-term change in the geosphere and biosphere. Routledge.

Referensi lanjut

  1. 1.     Bahcall, J. N. and Bahcall, S. (1985) The Sun’s motion perpendicular to the galactic plane. Nature 316, 706–8.
  2. Clube, S. V. M. (1978) Does our Galaxy have a violent history? Vistas in Astronomy 22, 77–118.
  3. 3.     Clube, S. V. M. and Napier, W. M. (1982) The role of episodic bombardment in geophysics. Earth and Planetary Science Letters 57, 251–62.
  4. 4.     Clube, S. V. M. and Napier, W. M. (1984) The microstructure of terrestrial catastrophism. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society 211, 953–68.
  5. Davis, M., Hut, P. and Muller, R. A. (1984) Extinction of species by periodic comet showers. Nature 308, 715–17.
  6. Grieve, R. A. F. (1984) The impact cratering record in recent time. Journal of Geophysical Research 89, B403–8 (supplement).
  7. Grieve, R. A. F. (1987) Terrestrial impact structures. Annual Reviews of Earth and Planetary Sciences 15, 245–70.
  8. Innanen, K. A., Patrick, A. T. and Duley, W. W. (1978) The interaction of the spiral density wave and the Sun’s galactic orbit. Astrophysics and Space Physics 57, 511–15.
  9. Matese, J. J. and Whitmire, D. P. (1986) Planet X and the origins of the shower and steady state flux of short-period comets. Icarus 65, 37–50.
  10. Napier, W. M. and Clube, S. V. M. (1979) A theory of terrestrial catastrophism. Nature 282, 455–9.
  11. Rampino, M. R. and Stothers, R. B. (1984a) Terrestrial mass extinctions, cometary impacts and the Sun’s motion perpendicular to the galactic plane. Nature 308, 709–12.
  12. Rampino, M. R. and Stothers, R. B. (1984b) Geological rhythms and cometary impacts. Science 226,1427–31.
  13. Rampino, M. R. (2002) Role of the Galaxy in periodic impacts and mass extinctions on the Earth. In C. Koeberl and K. G. MacLeod (eds) Catastrophic Events and Mass Extinctions: Impacts and Beyond (Geological Society of America, Special Paper 356), 667–78. Boulder, Colorado: The Geological Society of America.
  14. Simonson, B. M. and Glass, B. P. (2004) Spherule layer – records on ancient impacts. Annual Review of Earth and Planetary Sciences 32, 329–61.
  15. Weissman, P. R. (1984) Cometary showers and unseen solar companions. Nature 312, 380–1.
  16. Whitmire, D. P. and Jackson, A. A. (1984) Are periodic mass extinctions driven by a solar companion? Nature 308, 713–15.
  17. Whitmire, D. P. and Matese, J. J. (1985) Periodic comets showers and Planet X. Nature 313, 36.
Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.