Diposting Kamis, 11 Agustus 2011 jam 4:07 pm oleh Evy Siscawati

Zona Mati Teluk Meksiko tahun 2011 memecahkan rekor Ukuran

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 11 Agustus 2011 -


Profesor oseanografi, Steve DiMarco, salah satu otoritas terdepan mengenai zona mati di AS, mengatakan timn penelitinya menempuh lebih dari 2,200 km di daeah Teluk dalam periode lima hari, pertama kali yang berfokus pada bulan juni.

Hipoksia terjadi ketika tingkat oksigen di air laut jatuh ke level rendah yang berbahaya, dan hipoksia parah dapat menghasilkan kematian ikan dan kehidupan laut, menciptakan zona mati kehidupan di daerah tersebut.

DiMarco mengatakan ia akan memeriksa daerah ini lagi tanggal 8 agustus dan akan mengunjungi banyak lokasi yang sama untuk mengambil data tambahan. Secara keseluruhan, 10 peneliti, termasuk enam mahasiswa pasca sarjana, membantu mengumpulkan data pada pelayaran terbaru, yang didanai oleh NOAA Center for Sponsored Coastal Ocean Research and Texas Sea Grant.

 “Daerah hipoksia terbesar masih di sekitar pesisir Lousiana, dimana kita sudah menduganya karena sejumlah besar air tawar masih turun dari sungai Mississippi,” tambahnya. “Daerah hipoksik meluas hingga 80 km lepas pantai. Semakin jauh ke barat menuju Texas, masih ada hipoksia, namun tidak terlalu parah. Walau begitu, kami melihat sejumlah hipoksia juga di daerah Galveston.”

Mississippi adalah sungai terbesar di Amerika Serikat, mengairi 40 persen lahan di negara tersebut. Ia juga bertanggung jawab atas hampir 90 persen buangan air tawar ke Teluk Meksiko.

Sumber berita:

Texas A&M University.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.