Diposting Kamis, 11 Agustus 2011 jam 4:02 pm oleh Evy Siscawati

Petunjuk Konteks dalam Penggalian Paleontologi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 11 Agustus 2011 -


Melestarikan konteks sebuah benda mendasar untuk memahaminya. Benda tidak boleh diambil atau dipindahkan langsung dari sebuah lokasi; karena dengan cara ini dapat merusakkan konteks mereka dan karenanya nilainya untuk penelitian.

Proveniensi dan asosiasi memberikan konteks informasi yang berharga yang dapat menjawab banyak pertanyaan penting. Para peneliti belajar dari asosiasi tentang spesies manusia purba apa yang membuat alat batu apa. Mereka belajar dari proveniensi kalau, misalnya, lokasi tertentu berada dekat dengan aliran sungai purba. Mereka dapat mengenali kuburan purba dengan kedekatan barang-barang pemakaman dalam asosiasinya dengan sebuah jasad. Erosi, jalan tikus tanah, pemburuan pot, dan gaya lain baik alami maupun buatan sering menggeser benda jauh dari konteks endapan aslinya. Benda ini memberikan informasi lebih sedikit mengenai masa lalu ketimbang yang ditemukan masih di tempatnya.

Situs Terra Amata

Situs Terra Amata di Nice, Perancis merupakan contoh yang baik mengenai konteks yang diganggu. Lokasi ini, berasal dari 400 – 200 ribu tahun lalu, pada awalnya merupakan salah satu struktur udara terbuka yang diketahui yang dibuat oleh manusia purba. Naungan dengan jendela batu, tulang hewan, cangkang, dan alat batu tercecer pada apa yang diduga merupakan lantai-lantai ruangan. Penggalian selanjutnya mengungkapkan kalau serpih dari inti batu yang sama ditemukan di banyak lapisan; beberapa proses telah mencampur lapisan-lapisan pada lokasi tersebut. Karena konteks aslinya terganggu, penafsiran lokasi ini menjadi sulit.

Sumber

Donald Johanson. Becoming Human.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.