Diposting Kamis, 11 Agustus 2011 jam 3:40 pm oleh Evy Siscawati

Kode 19 Dalam Kitab Suci

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 11 Agustus 2011 -


Perhatikan kalimat berikut:

“Jumlah katanya adalah 7*25, dan nilai numerik totalnya adalah   7*14809. Kosakatanya memiliki  7*7*2 kata, 7*79 huruf, 7*7*6 vokal dan 7*37 konsonan. Hal ini terjadi dalam   7*19 bentuk, dimana daftarnya memiliki nilai numerik 7*12809; bentuk 7*16 hanya muncul sekali.”

Hal ini terus berlanjut pada total lebih dari 150 tampilan yang melibatkan angka 7. Hal ini merujuk pada satu paragraf di teks Yunani Gospel of Mark (Mark 16:9-20).  Ia berasal dari buku “The last twelve verses of Mark, their genuineness established”, karya Ivan Panin.  Panin adalah tokoh Kanada yang lahir di Russia yang menghabiskan waktunya untuk menemukan kode demikian.

Sekitar 20 tahun lalu, profesor Brendan McKay menghabiskan banyak waktu mempelajari hal ini. Kesimpulannya jelas dan tetap berlaku hingga sekarang:

Pernyataan tersebut tidak memiliki landasan statistik maupun matematik.

Tidaklah mudah meyakinkan orang mengenai kesimpulan ini, karena ketika anda membaca karya Panin atau karya Rashad Khalifa, anda akan terkesan dengan betapa mengagumkan kedengarannya. Ia sangat mengesankan. Dan juga benar! Panin tidak berbohong mengenai aritmatikanya; terlepas dari kesalahan aksidental, semua temuannya ada di sana. Dan profesor Brendan telah memeriksanya.

Lalu kenapa ia salah secara matematis? Analoginya berikut: buku kuning alamat telpon saya memiliki sekitar 100 ribu item. Mari kita baca dan cari nilai numerik dari satu demi satu entri tersebut. Kita akan menemukan kalau sekitar 1/7 atau 14 ribunya adalah kelipatan dari 7. Sekarang kita lihat pada 14 ribu tersebut dan memilih nama orang dari Polandia. Ada sekitar 1000 orang. Sekarang saya akan menulis “Penemuan menakjubkan di Canberra! Apakah orang Polandia mendapat wahyu untuk bermigrasi ke Australia?” dan saya mendaftar 1000 nama dari penduduk Canberra yang berasal dari Polandia dan nilai numerik dari masing-masingnya. Mengejutkan, setiap orang memiliki nilai kelipatan 7!! Kutip beberapa ayat dan jadilah sebuah mukjizat.

Anda dapat melihat jelas penipuan saya: orang yang membaca pamflet saya tidak tahu apa sebenarnya bagaimana cara saya memperoleh hasil tersebut.

Mungkin anda tidak menerima validitas analogi ini, jadi mari kita lihat dengan contoh. Salah satu penemuan paling terkenal Panin adalah pola 7 dalam kalimat pertama Genesis, teks Hebrew. Dari satu kalimat ringkas tersebut, ia mendaftarkan 20 atau 30 hal yang melibatkan angka 7. Untuk menganalisis apakah itu signifikan secara statistik, saya membuat tabel besar hal-hal yang Panin gunakan sebagai tampilan tulisannya, dan saya menutupnya dalam ortogonalitas dengan melihat substruktur (Haha, saya menulisnya untuk nyombong J). Sebagai contoh, bila dalam satu tempat Panin menghitung “nilai numerik total kata benda” dan di tempat lain “jumlah total huruf dalam kata pertama dan terakhir”, saya akan menambahkan “nilai numerik total kata pertama dan terakhir” dan “jumlah total huruf dalam kata benda”. Walau begitu, saya membatasi kompleksitas, sebagai contoh “nilai numerik total huruf pertama tiap kata benda yang muncul pada posisi ganjil dalam kalimat” TIDAK DIGUNAKAN. Gagasannya adalah hanya melibatkan tampilan pendek yang akan digunakan Panin dengan senang.

Setelah membuat tabel besar (saya lupa ukurannya, mungkin sekitar 300 entri), saya menghitung semuanya dan menentukan proporsi kelipatan 7 di antaranya. Hasilnya hanya kurang lebih 1/7 – atau sekitar 15% dari kalimat acak. Bila anda mempertimbangkan kalau Panin punya kebebasan untuk memilih kalimat mana yang harus disajikan, dan bilangan apa (7 atau berapa) untuk digunakan, anda dapat melihat kalau ini tidaklah terlalu mengesankan sama sekali.

Maslah yang dihadapi siapapun tanpa waktu untuk menghitung adalah kalau tidak jelas bahwa jumlah tampilan potensial yang ada begitu besar. Saya menyebutkan 300 dari satu kalimat, namun yang lebih besar dari daftar ini dapat mencapai ribuan. Apa yang terjadi adalah sebuah tampilan memiliki banyak item yang mungkin “huruf, kata, kalimat, nilai, urutan, vokal, konsonan, pertama, terakhir, kata benda, kata kerja, unik, dst dst” yang dapat dipakai dalam sejumlah besar kombinasi. Sebagian darinya pasti kelipatan 7 (atau 19 atau berapapun) karena kebetulan. Itu masih menyisakan banyak, jadi dengan nasib baik anda dapat menemukan himpunan kecil tampilan “baik” ini yang terlihat saling hubung satu sama lain. Lalu anda menyajikan tampilan itu saja ke orang dan ia terlihat mengagumkan.

Panin memiliki alat tambahan untuk memilih varian teks yang dipilih. Ia memiliki alasan menarik: kombinasi varian menunjukkan “pola” tersebut pastilah yang sah! Ia menerbitkan kitab Perjanjian Baru Yunani Numerik “eksak pada setiap hurufnya” dengan metode ini.

Hal yang sama dilakukan oleh Rashad Khalifa dengan kode 19 pada Quran dan iapun membuat alasan yang sama untuk membuang dua ayat dari Quran yang asli karena kedua ayat tersebut tidak sesuai dengan perhitungan kode 19nya. Perbedaannya dari Panin hanyalah Khalifa memilih 19 dan menggunakan bahasa Arab.

Garis besarnya alah: carilah alasan lain untuk percaya pada pola ini bila anda suka, namun ingat kalau tidak akan ada matematikawan atau statistikawan yang akan mendukung anda secara teknis.

Referensi

BRENDAN MCKAY, DROR BAR-NATAN, MAYA BAR-HILLEL, AND GIL KALAI. SOLVING THE BIBLE CODE PUZZLE

Referensi lanjut

Torah Code

Bible Code

Quran Code

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.