Diposting Kamis, 11 Agustus 2011 jam 3:20 pm oleh Evy Siscawati

Jam Molekuler

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 11 Agustus 2011 -


Spesies yang sama secara genetik memiliki leluhur yang tidak terlalu jauh di masa lalu. Ketika ilmuan membandingkan barisan DNA manusia dan simpanse, 98% barisan mereka cocok dan hanya 2% yang berbeda. 2% tersebut memiliki perbedaan yang besar, namun juga berarti kalau kedua spesies ini memiliki leluhur bersama yang relatif baru. Para ilmuan memperkirakan seberapa jauh di masa lalu dua spesies memiliki leluhur bersama menggunakan sebuah jam molekuler.

Perubahan acak dalam sandi DNA, yang disebut mutasi, menumpuk pada semua spesies seiring waktu. Sebagian ilmuan percaya kalau beberapa mutasi netral secara selektif, membuat laju mutasi dalam silsilah kurang lebih tetap seiring waktu. Perbandingan DNA orangutan, kera Afrika, dan manusia mengungkapkan kalau kera Afrika dan manusia kurang lebih sama satu sama lain daripada Afrika dengan orangutan atau antara manusia dengan orangutan. Para ilmuan berhipotesis kalau kera Afrika dan manusia memiliki leluhur bersama jauh lebih dekat daripada dengan orangutan.  Namun seberapa jauh ke masa lalu sang leluhur bersama ini hidup?

Pohon Evolusi Manusia dan Kera dilihat dari Jam Molekuler

Analisis fosil membantu mengkalibrasi jam molekuler dengan meletakkan leluhur-leluhur bersama di garis waktu. Para ilmuan percaya kalau leluhur bersama manusia, kera Afrika, dan orangutan hidup antara 16 hingga 10 juta tahun lalu. Dengan mengukur jumlah perbedaan DNA antara manusia dan orangutan dalam 6 juta tahun tersebut, para ilmuan dapat menurunkan sebuah laju mutasi. Mereka menggunakan laju mutasi tersebut, pada gilirannya, untuk memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk membangun perbedaan antara kera Afrika dan manusia. Perhitungan tersebut meletakkan leluhur bersama kera Afrika dan manusia antara 8 hingga 5 juta tahun lalu.

Sumber

Donald Johanson. Becoming Human

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.