Manusia Tidak Berevolusi dari Kera
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Kamis, 28 Juli 2011 - Manusia tidak berevolusi dari kera yang hidup sekarang namun dari sebuah leluhur fosil yang juga menurunkan kera tersebut. Sebagian orang salah percaya kalau ada mata rantai yang hilang antara kera dan manusia – mahluk “separuh kera”, “separuh-manusia” yang secara perlahan berubah menjadi kita.
Kesalahpahaman ini datang dari pandangan kuno mengenai evolusi sebagai sebuah tangga kronologis kemajuan. Proses evolusi tidak “memperbaiki” spesies seiring waktu pada skala nilai mutlak tertentu. Lebih baik menggambarkan evolusi sebagai sebuah semak besar dengan banyak cabang, sebagian tumbuh, sebagian sekarat. Manusia mewakili satu pucuk pada cabang hominoid.
Leluhur kita mungkin berbeda secara unik dengan manusia maupun kera. Karena simpanse dan manusia telah berevolusi setidaknya 5 juta tahun, simpanse juga sama berbedanya dengan leluhur bersama kita seperti kita terhadap leluhur bersama kita.
- Tujuan Hidup yang Lebih Besar Melindungi Perubahan Berbahaya di Otak yang Berasosiasi dengan Penyakit Alzheimer
- Resiko Cacat Lahir Lebih Tinggi pada Reproduksi yang Dibantu
- Pandangan Berbeda Mengenai Tuhan Mempengaruhi Perilaku Mencontek
- Manfaat Pengasuhan Anak Bermutu Tinggi Tetap Terasa Ketika Individu telah Berusia 30 Tahun
- Korupsi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Negara Berpenghasilan Rendah
- Asal Usul Suku-Suku Di Indonesia
- Kelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
- Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup
- Untuk Mendorong Kepuasan Konsumen, Pemilik Harus Memperhatikan Kepuasan Kerja Karyawan
- Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera


