Diposting Rabu, 20 Juli 2011 jam 4:44 pm oleh Evy Siscawati

Teknik Bicara Sendiri Meningkatkan Kinerja Atlit

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 20 Juli 2011 -


Kembali ke masa SMA, di lapangan sepak bola, saat akan mengeksekusi penalti, “Saya selalu punya banyak pikiran di kepala saya; Saya rasa semua orang juga begitu,” kata psikolog olahraga, Antonis Hatzigeorgiadis. “Saya memasang bolanya dan merencanakan tendangan saya; Saya adalah kapten dan tidak pernah luput dalam menendang; lalu saya kepikiran kalau ini tidak akan berlangsung baik. Saya tahu saya akan meleset,” ingatnya, “dan saya memang meleset.” Kemudian, ia dapat melihat kalau pikirannya berpengaruh besar pada tubuhnya.

Dari pengalaman tidak menyenangkan ini, berevolusilah minat Hatzigeorgiadis pada psikologi olahraga – hubungan antara pikiran dan kinerja seseorang dan khususnya dalam “berbicara sendiri’ – strategi mental yang bertujuan meningkatkan kinerja lewat penggunaan petunjuk yang ditujukan pada diri sendiri (kata-kata atau frase singkat), yang memicu respon dan tindakan yang sesuai, sebagian besar dengan memusatkan perhatian dan meningkatkan semangat.

Hatzigeorgiadis dan rekan-rekannya dari Jurusan Pendidikan Jasmani dan Ilmu Olahraga di Universitas Thessaly, Nikos Zourbanos, Evangelos Galanis, dan Yiannis Theodorakis melakukan meta analisis pada 32 studi psikologi olahraga pada subjek dengan total 62 efek yang diukur. Penemuan mereka diterbitkan dalam Perspectives on Psychological Science, sebuah jurnal milik Association for Psychological Science. Seperti telah diduga, analisis mereka mengungkapkan kalau bicara sendiri meningkatkan kinerja olahraga.

Namun para peneliti mencoba lebih jauh – berbagai petunjuk bicara sendiri bekerja berbeda dalam situasi berbeda. Untuk tugas yang memerlukan skill yang halus atau untuk meningkatkan teknik “bicara sendiri instruksional” seperti instruksi teknis (“siku-naik” dimana Hatzigeorgiadis ajarkan pada perenang gaya bebas pemula) lebih efektif daripada ‘bicara sendiri motivasional’ (seperti ‘ayo kamu bisa’), yang terlihat lebih efektif pada tugas yang memerlukan kekuatan dan ketahanan, mendorong percaya diri dan semangat kompetisi. Karenanya, kita harus hati-hati dalam merancang teknik bicara sendiri untuk atlit agar sesuai dengan kebutuhan.

Yang terpenting, kata Hatzigeorgiadis, adalah atlit berlatih untuk berbicara dengan diri sendiri – mereka mempersiapkan naskah mereka dan menggunakannya secara konsisten dalam berlatih dalam berbagai kondisi untuk mempersiapkan dirinya lebih baik untuk kompetisi. Tujuan utama dibalik bicara sendiri – seperti teknik lain seperti visualisasi untuk meningkatkan kinerja atau meditasi untuk meningkatkan fokus dan relaksasi – adalah ganda, kata Hatzigeorgiadis: “meningkatkan potensi anda; dan berkinerja sesuai kemampuan maksimum anda saat kompetisi.”

Meta-analisis ini dapat membantu psikolog olah raga dan para atlit memperbaiki latihan mereka. Namun strateginya berimplikasi lebih dari lapangan olahraga. “Pikiran mengendalikan tindakan. Bila kita berhasil dalam mengendalikan pikiran kita, maka ia akan membantu perilaku kita,” kata Hatzigeorgiadis.

Sumber berita

 Association for Psychological Science.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.