Diposting Rabu, 20 Juli 2011 jam 4:44 pm oleh Evy Siscawati

Pembentukan Balok Dasar Kehidupan di Bumi Purba

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 20 Juli 2011 -


 Di antara monomer ini adalah arginin, lisin, histidin, tiamin, asam folik, asam lipoik, biotin, dan piridoksal. Mungkin kalau sebagian senyawa ini pada kenyataannya tidak di sintesis di Bumi prebiotik, dan kalau keberadaannya dalam sistem kehidupan adalah hasil dari evolusi metabolik intrasel yang masih muda.

Dengan keahlian yang cukup dan kondisi eksperimental yang tepat, secara teoritis mungkin untuk mensintesis hampir semua jenis molekul organik. Sehingga sintesis non biologis dari sejumlah besar komponen monomer sel modern dalam kondisi laboratorium tidak bermakna kalau komponen-komponen ini esensial bagi asal usul kehidupan; tidak pula kalau itu berarti bahwa ia harus ada dalam lingkungan prebiotik. Dunia pra kehidupan purba mungkin merupakan dunia impian kimia, namun ia dapat tidak mencakup semua senyawa dan struktur molekul yang ditemukan dalam mikroba paling sederhana yang ada di masa kini.

Dasar utama teori asal usul kehidupan heterotropik adalah perawatan dan reproduksi sistem kehidupan pertama tergantung pada molekul organik yang disintesis secara prebiotik. Pembahasan mengenai bagaimana dunia primitif dibentuk sangat ramai dan panas. Apakah terlalu banyak tukang masak yang membuat supnya kacau?

Jelas tidak. Sungguh, sangat tidak mungkin kalau satu mekanisme dapat bertanggung jawab atas sejumlah besar senyawa organik yang harus ada dalam lingkungan primitif. Justru, sup prebiotik hampir pasti terbentuk oleh sumbangan sumber endogen dan eksogen – dari sintesis rumah tinggal dalam atmosfer reduksi dan pada sulfida logam di ventilasi dasar laut dalam, serta dari komet, meteorit, dan debu antar planet. Pandangan eklektis ini tidak menuntut isu signifikansi reltif berbagai kontributor senyawa organik: ia semata mengakui sejumlah besar sumber potensial bahan baku yang dibutuhkan untuk kemunculan kehidupan.

Keberadaan mekanisme non biologis yang beraneka ragam yang mana monomer yang relevan secara biokimia dapat di sintesis dalam kondisi prebiotik yang berhasil telah diterima luas. Tentu saja, tidak semua jalur prebiotik sama efisiennya, namun sejumlah besar kondisi eksperimen dimana senyawa organik  dapat disintesis menunjukkan kalau sintesis prebiotik balok pembangun kehidupan itu baku. Reaksi abiotik yang menghasilkan senyawa demikian merentang luas dalam sejumlah latar; mereka tidak terbatas pada spektrum sempit kondisi reaksi selektif. Gagasan Miller dan Lazcano mengenai pembentukan senyawa organik secara prebiotik ini berdasarkan eksperimen dalam sistem model. Kebakuan pendekatan ini didukung fakta kalau meteorit karbonat mengandung sebagian besar jenis senyawa yang sama yang dihasilkan di lab. Perbandingan demikian menunjukkan kalau sangat mungkin sintesis organik nonbiologis yang sama terjadi di Bumi primitif. Walaupun banyak ketidakpastian di sekitar kemunculan kehidupan, pembentukan sebuah sup organik purba adalah salah satu peristiwa paling dipahami dalam sejarah Bumi.

Sumber

Miller, S.l., Lazcano, A. 2002. Formation of the Building Blocks of Life. Dalam Life’s Origin : The Beginnings of Biological Evolution. J. William Schopf. University of California Press, Ltd. hal. 78-112

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.