Diposting Rabu, 20 Juli 2011 jam 4:50 pm oleh Evy Siscawati

Anatomi Bipedalisme Kera dan Manusia

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 20 Juli 2011 -


Ketika manusia berjalan, tiap langkah menggeser seluruh berat tubuh kita dari satu kaki ke kaki lainnya. Saat berjalan normal, kedua kaki berada di tanah hanya sekitar 25% waktu, bermakna kalau sebagian besar waktu berjalan kita habiskan untuk menyeimbangkan tubuh pada satu kaki. Untuk menjaga keseimbangan, berat tubuh atas kita harus tetap stabil di atas pinggul. Simpanse memiliiki tubuh atas yang sangat berotot dan lengannya panjang untuk memanjat, yang membuat bagian tubuh atas mereka sangat berat ketika mereka berjalan dengan dua kaki. Sama seperti orang yang memikul beban berat, simpanse harus membengkokkan lutut mereka untuk menjaga keseimbangan.

Manusia harus melakukan tiga hal untuk menjaga keseimbangan ketika satu kaki lepas dari tanah:

  1. Menjaga agar kepala berada di garis tengah tubuh
  2. Menjaga berat tubuh atas pada pinggul
  3. Menjaga kaki tetap stabil untuk menopang berat tubuh

Dengan memeriksa kerangka manusia, kita dapat mempelajari bagaimana tulang belulang membantu manusia seimbang saat berjalan.

Kepala

Foramen magnum adalah lubang dimana tulang belakang keluar dari tengkorak. Pada kera, foramen magnum bersudut ke belakang bukannya di bawah tengkorak, seperti pada manusia. Pada manusia, foramen magnum berada di bawah tengkorak untuk menyeimbangkan kepala dan menjaganya tetap tegak.

Rusuk

Rusuk memiliki beberapa lengkungan untuk menjaga keseimbangan. Karena kera tidak memiliki lengkung lumbar untuk menarik tubuh atas kembali ke atas pinggul saat membungkuk, berat mereka menarik mereka maju. Walau begitu, manusia memiliki lengkung lumbar tambahan yang memposisikan tubuh ke dalam, di atas pinggul.

Pinggul

Pada kera, bilah iliac di pinggul tidak memuntir, seperti pada manusia. Karena otot gluteal pantat di posisikan berbeda, mereka tidak memungkinkan kera untuk menyeimbangkan diri dengan mudah pada satu kaki saat berjalan dengan dua kaki. Bilah manusia, walau begitu, berpuntir ke dalam untuk mendukung organ dalam saat manusia tegak. Karena bilah iliac berpuntir, otot gluteal dapat menyeimbangkan badan saat pejalan berdiri pada satu kaki dengan menariknya melawan gravitasi.

Paha

Pada kera, tulang pahanya lurus bukannya bersudut ke dalam, seperti pada manusia. Kera memutar paha mereka ke sisi setiap kali mereka melangkah. Pada manusia, di sisi lain, sudut tulang paha ke dalam sehingga berat tubuh ditopang oleh garis tengah tubuh. Hal ini membuat berjalan lebih efisien karena manusia tidak memutar tubuh sisi demi sisi pada tiap langkah. Tulang paha manusia juga panjang, meningkatkan panjang langkah agar berjalan lebih efisien.

Lutut

Sendi lutut tersusun dari beberapa tulang: tulang paha, tibia, dan patella. Kera memiliki lutut yang lebih bergerak daripada manusia yang membantu mereka untuk memanjat. Bagian atas tibia kera juga lebih konkaf untuk meningkatkan rotasi lutut. Kebulatan ini dapat dilihat pula di bagian dasar tulang paha. Manusia memerlukan lutut yang stabil saat berjalan. Bagian atas tibia lebih datar pada manusia untuk mengurangi rotasi lutut. Kedataran dapat pula dilihat pada dasar tulang paha.

Kaki

Karena ibu jari kaki kera menyebar, kaki dapat menggenggam cabang-cabang. Kaki memiliki lengkung transversal tunggal, menyebarkan berat tubuh pada tapak kaki. Pada manusia, ibu jari membesar dan sejajar dengan jari kaki lainnya, membantu keseimbangan. Kaki manusia memiliki dua lengkungan: lengkung transversal menyebarkan berat tubuh pada tapak kaki saat berdiri dan berjalan. Lengkung longitudinal (tumit ke kaki) menyebarkan berat tubuh, menyerap hentakan, dan mendorong berat untuk maju.

Sumber

Donald Johanson. Becoming Human

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.