Diposting Rabu, 20 Juli 2011 jam 4:38 pm oleh Evy Siscawati

Anak yang mengkhususkan diri pada Satu Olahraga memiliki resiko Cedera lebih Tinggi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 20 Juli 2011 -


Penemuan awal dari studi berkelanjutan ini mencakup 154 atlit dari segala jenis olahraga, dengan usia rata-rata 13 tahun. Mereka datang ke Loyola untuk pemeriksaan kesehatan atau perawatan atas cedera. Atlit yang cedera memiliki skor rata-rata lebih tinggi pada skala spesialisasi di satu olahraga ketimbang atlit yang tidak cedera.

Studi saat ini melibatkan 85 atlit muda yang dirawat karena cedera olahraga dan sebuah kelompok bandingan terdiri dari 69 atlit sehat yang datang untuk pemeriksaan fisik di Loyola. Peneliti memberi rating skor spesialisasi olahraga enam point:

Latihan lebih dari 75 persen dalam satu olahraga.

Latihan untuk meningkatkan skill atau melewatkan waktu dengan teman.

Berhenti dari olahraga lain untuk berfokus pada satu olahraga.

Mempertimbangkan satu olahraga lebih penting dari olahraga lain.

Secara beraturan bepergian keluar daerah.

Berlatih lebih dari delapan bulan setahun, atau berkompetisi lebih dari enam bulan.

Pada skala enam point ini, skor spesialisasi olah raga rata-rata atlit yang tidak cedera adalah 2.75 sementara skor rata-rata atlit cedera adalah 3.49. Studi ini menemukan kalau 60,4 persen atlit yang cedera berspesialisasi pada olahraga, sementara hanya 31,3 persen atlit yang tidak cedera yang melakukan spesialisasi. (Atlit yang memiliki skor di atas 3 dalam skala enam point ini dinilai terspesialisasi.)

Dr. Neeru Jayanthi Jayanthi, ilmuan peneliti senior dalam studi ini  sekaligus direktur medis pengobatan olahraga perawatan utama di Loyola, mengatakan kalau atlit muda harus diawasi dengan baik atas resiko cedera, khususnya bila mereka menghabiskan lebih dari 11 jam seminggu dalam satu olahraga teratur atau lebih dari 20 jam seminggu pada semua olahraga. Cedera pada atlit muda mencakup kondisi minor seperti kaku otot atau sakit lutut, cedera kelelahan seperti tendonitis rotator cuff dan penyakit Osgood-Schlatter (tonjolan menyakitkan di bawah lutut) dan cedera parah seperti ketidak normalan dalam tulang rawan lutut dan patahan tekan di rusuk.

Sumber berita:

 Loyola University Health System

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.