Diposting Rabu, 13 Juli 2011 jam 5:28 pm oleh Evy Siscawati

Lamarck dan pewarisan sifat yang diperoleh

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 13 Juli 2011 -


Kita sekarang tahu kalau Darwin yang benar. Namun pengakuan ini tidak datang dengan mudah. Di awal abad 20, seorang biologiwan Austria, Paul Kammerer, seorang penganut Lamarkisme, membuat headline dengan eksperimen-eksperimennya pada sebuah spesies kodok yang kawin di darat dan jantannya tidak memiliki “tapak nuptial” di kakinya yang memungkinkan mereka kawin di air dengan berpegangan pada tubuh betina yang licin. Kammerer mengklaim kalau tapak tersebut tampak pada kodok jantan yang kawin di darat dan dipaksakan setelah bergenerasi-generasi untuk kawin di air. Dituduh telah merekayasa hasil penelitiannya, Kammerer melakukan bunuh diri.

Bahkan tahun 1971, Darwin bukannya tanpa penantang, penulis Inggris dari Hungaria, Arthur Koestler, menulis sebuah buku, The Case of the Midwife Toad, untuk mempertahankan ingatan dan keaslian pengamatan Kammerer.

Pada level yang jauh lebih dramatis dari sudut pandang sejarah, kesepakatan tampak antara Lamarkisme dan Marxisme memungkinkan ahli agronomi Soviet, Trofim Lysenko, mengabdikan diri selama lebih dari 30 tahun pada para pemimpin Stalinis, dengan konsekuensi, selain pembunuhan banyak sekali ahli biologi Soviet, juga merusak perkembangan genetika dan kesuksesan pertanian di negaranya.

Lamarkisme telah ditinggalkan sekarang. Kematiannya dikabarkan oleh kemajuan di bidang biologi molekuler, khususnya oleh aturan satu arah yang dikenal sebagai dogma inti biologi molekuler. Kita telah melihat kalau sebuah protein yang dimodifikasii tidak dapat mentransfer informasi urutannya pada sandi gen. Karenanya, tidak akan bisa sesuatu sifat yang diperoleh untuk diwariskan. Afirmasinya walau begitu perlu sedikit diubah, karena ia memang berlaku pada tipe pewarisan klasik, yang tergantung pada DNA (atau mungkin RNA). Kasus ini langka namun ada, yaitu berupa transmisi langsung bentuk – sebuah prion, misalnya, atau sebuah selaput – yang sepenuhnya bersifat Lamarkian.

Sumber

De Duve, C. Life Evolving: Molecules, Mind, and Meaning. Oxford University Press, 2002.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.