Diposting Selasa, 5 Juli 2011 jam 5:10 pm oleh Evy Siscawati

Filsafat Sains: Apakah Setan Maxwell ada?

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 5 Juli 2011 -


Yaitu, jika setan tersebut – mungkin sebagai kebutuhan praktis karena kerumitan – hanya muncul dalam berbagai batas lewat berbagai pendekatan, dsb, mungkin saja setan itu hanya muncul hanya lewat teknik pendekatan.

Pendekatan mungkin jelas, saat kita menggunakan teknik standar seperti metode WKB, atau pendekatannya bisa saja halus. Anggap kalau mekanika klasik tidak reversibel karena ia mengandung gaya gesekan yang ireversibel, yaitu gaya yang tergantung kecepatan non konservatif. Kita kemudian dapat menciptakan sebuah setan menggunakan gaya ireversibel ini untuk menciptakan sejenis katup satu arah.

Namun tentu saja ini salah: sistemnya nonkonservatif, sementara kita yakin kalau secara dasar sistemnya, bila di isolasi, harusnya konservatif. Gaya gesekan adalah gaya non dasar yang muncul sebagai pendekatan pada interaksi kompleks gaya dasar.

Setan ini tidak akan bekerja, namun akan muncul dari pendekatan – bahkan bila persamaannya dipecahkan secara eksak tanpa simulasi numerik atau teknik pendekatan lain. Sama seperti para intervensionis menggunakan pendekatan non konservasi volume fase (seringkali dengan istilah ‘tendangan’ stokastik ditambahkan pada Hamiltonian) untuk membuktikan bahwa entropi pasti meningkat, filsuf sains khawatir kalau pendekatan demikian dapat juga digunakan tanpa sadar untuk membuktikan bahwa entropi menurun. Apakah jelas, misalnya, kalau probabilitas penjebak dari model Baule-Weinberg-Merrill dalam setan “gravitator” konsisten dengan dinamika dasar dibaliknya?

Sebagian setan yang diajukan dalam literatur hidup dalam sistem kuantum terbuka. Seperti setiap mahasiswa pelajari, hukum kedua hanya berlaku pada sistem terisolasi. Apakah keterbukaan mendasar bagi kehidupan setan?

Kekhawatirannya adalah kalau fungsi keterbukaan seperti yang dilakukan gesekan di masa lalu. Umum dikatakan kalau formalisme sistem kuantum terbuka – sistem berinteraksi dengan lingkungannya – pada dasarnya ireversibel dan disipatif. Namun bila sistem tersebut sesuai dengan hukum dasar yang reversibel dan konservatif, apakah memang ada setannya?

Masalah keterbukaan ini juga mungkin relevan dengan setan gravitasi. Tidaklah jelas kalau termodinamika klasik beroperasi dengan baik di luar idealisasi kalaau tidak ada gaya jarak jauh yang signifikan. Pippard, misalnya, menyatakan kalau isolasi adiabatik berlaku hanya ketika gravitasi dikeluarkan. Jadi bila hukum kedua terbatas pada sistem yang terisolasi secara adiabatik, seperti diasumsikan Clausius, dan bila Pippard benar, maka tidaklah jelas kalau sebuah setan gravitasi memenuhi persyaratan ketat sistem terisolasi tertutup. Pembahasan lebih lanjut mengenai jangkauan distribusi Maxwell-Boltzmann dibutuhkan.

Mungkin pula kalau sebagian setan yang diajukan memang sepenuhnya sesuai dengan fisika dasar. Namun kemudian pertanyaan yang relevannya, khususnya untuk setan kuantum, adalah apakah ini merupakan sistem yang memang melakukan kerja. Lagi pula, sebuah elektron yang mengorbit inti atom hidrogen dalam beberapa pengertian adalah perpetuum mobile, namun triknya adalah menjadikan proses demikian bekerja untuk anda.

Sistem yang dipertimbangkan disini jauh lebih rumit dari Maxwell. Diharapkan kita dapat mengetahui apakah setan hidup secara detail atau semata detail pendekatan saja.

Kredit

Callender, C. 2004. A Collision between Dynamics and Thermodynamics. Entropy, 6:11-20

Referensi lanjut

  1. Bergmann, P. and Lebowitz, J.L. ‘New Approach to Non-equi- librium Processes’ Physical Review 99, 578-87 (1955).
  2. Pippard, A. B., 1966, Elements of Classical thermodynamics for Advanced Students of Physics, Cambridge University Press, 1964, p. 5.
  3. Sheehan, D.P., Glick, J., and Means, J.D. Foundations of Physics, 30, 1227-1256 (2000).
Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.