Diposting Senin, 4 Juli 2011 jam 4:44 pm oleh Evy Siscawati

Program anti Pelecehan mengurangi gosip berbahaya di sekolah

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 4 Juli 2011 -


 

Studi ini, dipimpin oleh Universitas Washington, adalah yang pertama menunjukkan kalau program pencegahan pelecehan yang luas digunakan, Steps to Respect dapat mengatasi gosip anak, sebuah unsur kebudayaan permainan yang sering dilihat tidak berbahaya namun mampu menyebabkan bahaya yang nyata.

“Gosip adalah sebuah unsur pelecahan, dan dapat membawa pada pelecehan fisik,” kata Karin Frey, asisten profesor psikologi pendidikan di Universitas Washington. “Anak-anak akan memberi tahu anda kalau gosip sama menyakitkannya dengan pelecehan fisik.” Namun para guru cenderung tidak memandang gosip sebagai bentuk pelecehan yang signifikan, kata Frey. Karena gosip dapat membawa pada pelecehan fisik, ia dan koleganya menyelidiki apakah programnya dapat membantu menekan pemanggilan, olok-olokan, penyebaran gosip, dan bentuk pelecehan verbal lainnya.

Ketika gosip bermain siswa diamati di musim semi, anak-anak di ruang kelas Steps to Respect memiliki 234 lebih sedikit gosip per kelas dari 25, atau penurunan 72 persen gosip pada siswa yang digosipkan sebelum berpartisipasi dalam program anti pelecehan. “Gosip masih ada, namun lebih baik,” kata Frey. “Itu akan membuat perbedaan dalam hidup seorang anak.”

Anak-anak dapat salah menganut paham “jangan marah, balas saja.” Namun karena korban yang digunjingkan pada gilirannya semakin digosipkan, Steps to Respect mengajarkan anak agar tidak membalas. Frey dan penulis lainnya menemukan kalau korban gosip di musim gugur melalui Steps to Respect di musim dingin kemungkinannya lebih kecil untuk percaya untuk membalas sebagai respon dari pelecehan, dan lebih mungkni menghindari menjadi korban gosip pada musim semi. Mempunyai teman yang mendukung juga membantu korban gosip. “Mungkin teman-teman menggunakan skill asertivitas mereka dan mengatakan, “Ayolah, mari pergi,” kata Frey.

Informasi mengenai program anti pelecehan Steps to Respect: http://www.cfchildren.org/programs/str/overview/

Sumber berita:

University of Washington.

 

 

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.