Diposting Jumat, 1 Juli 2011 jam 1:57 am oleh Gun HS

Memprediksi Tindakan Seseorang Lewat Aktivitas Otaknya

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 1 Juli 2011 -


Dengan melibatkan dunia nyata ke dalam pemindai otak, para peneliti di University of Western Ontario dari Centre for Brain and Mind kini bisa menentukan bahwa tindakan seseorang adalah berupa perencanaan, hanya sesaat sebelum aksi itu benar-benar dijalankan.

Penemuan ini dipublikasikan minggu ini dalam Journal of Neuroscience.

“Ini adalah langkah yang cukup maju dalam pemahaman kita tentang bagaimana otak manusia merencanakan tindakan,” kata Jason Gallivan, seorang mahasiswa PhD Ilmu Saraf Western, yang adalah penulis pertama di atas makalah.

Selama studi satu tahun, aktivitas otak subjek-subjek manusia dipindai menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) selagi mereka melakukan salah satu dari tiga gerakan tangan: menggenggam bagian atas objek, menggenggam bagian bawah objek, atau hanya menjangkau dan menyentuh objek. Tim riset menemukan bahwa dengan menggunakan sinyal dari berbagai area otak, mereka bisa memprediksi tindakan apa yang akan dilakukan para relawan beberapa detik kemudian, lebih baik dari sekedar kebetulan.

Seorang relawan menyelesaikan tugas-tugasnya selagi dipindai dengan mesin magnetik fungsional (fMRI). Proyek penelitian ini berfokus pada pemahaman bagaimana otak manusia merencanakan tindakan. (Kredit: University of Western Ontario)

“Pencitraan saraf memungkinkan kami melihat bagaimana perencanaan aksi terungkap dalam area otak manusia tanpa harus memasukkan elektroda langsung ke otak manusia. Ini jelas jauh lebih aman,” jelas profesor Psikologi Western, Jody Culham, penulis senior dalam makalah.

Gallivan mengatakan bahwa temuan baru ini juga dapat memiliki implikasi klinis yang penting: “Mampu memprediksi pergerakan yang diinginkan manusia menggunakan sinyal otak membawa kita satu langkah lebih dekat dalam menggunakan sinyal tersebut untuk mengendalikan kaki palsu dalam gangguan-gerak pasien, seperti mereka yang menderita cedera tulang belakang atau sindrom ‘terkunci’.”

Penelitian ini didanai Canadian Institute of Health Research (CIHR). Penerima dari Brain Star Award CIHR, Gallivan didanai oleh lulusan beasiswa Natural Sciences and Engineering Research Council of Canada (NSERC).

Kredit: University of Western Ontario
Jurnal: J. P. Gallivan, D. A. McLean, K. F. Valyear, C. E. Pettypiece, J. C. Culham. Decoding Action Intentions from Preparatory Brain Activity in Human Parieto-Frontal Networks. Journal of Neuroscience, 2011; 31 (26): 9599 DOI: 10.1523/JNEUROSCI.0080-11.2011

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.