Diposting Kamis, 30 Juni 2011 jam 6:18 pm oleh Evy Siscawati

Pemasaran obat off-label di AS menjamur dan sulit dikendalikan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 30 Juni 2011 -


Dalam sebuah studi yang diterbitkan awal April 2011 dalam jurnal PLoS Medicine, Aaron S. Kesselheim dari Brigham dan Women’s Hospital, Boston, AS dan rekan-rekannya melaporkan kalau praktek pemasaran off-label paling sering juga paling sulit diawasi lewat pendekatan pengaturan eksternal.

Mereka menemukan tiga tujuan utama program pemasaran off-label: perluasan penggunaan obat untuk penyakit yang tidak diizinkan, perluasan ke subtipe penyakit yang tidak diizinkan, dan perluasan ke strategi dosis obat yang tidak diizinkan, khususnya dosis yang lebih tinggi.

Dalam studi mereka, para penulis mengklasifikasikan strategi dan praktek yang digunakan pemasaran off-label dengan memeriksa 41 keluhan yang diberkaskan terkait 18 kasus tuduhan pemasaran off-label dalam kasus penipuan federal yang diselesaikan atau diungkap antara Januari 2004 dan Oktober 2010. Penemuan ini memberi potret strategi dan praktek pemasaran off-label yang dilakukan di AS, dan analisis ini dapat membantu pengembangan strategi pengaturan yang baru dan efektif.

Semua tuduhan praktek terkait resep (termasuk pemberian insentif finansial dan contoh gratis untuk dokter), dan sebagian besar praktek internal tuduhan ditujukan untuk pemasaran off-label, seperti kuota penjualan yang hanya bisa dipenuhi bila wakil penjualan pabrik mempromosikan penggunaan obat off-label. Praktek terkait pembayar (sebagai contoh, diskusi mengenai cara memastikan penggunaan resep off-label) dan praktek terkait konsumen (paling banyak, tinjauan grafik pasien rahasia untuk menentukan konsumen mana yang dapat menjadi pengguna off-label) juga dituduhkan. Walau begitu, praktek-praktek ini dituduhkan dalam kasus yang diajukan ke departemen kehakiman AS, dan bukan subjek kesaksian dalam persidangan penuh; karenanya, sebagian praktek yang ditemukan para peneliti tidak dapat dikonfirmasi kebenarannya.

Mereka melanjutkan: “Disamping dari perwakilan penjualan dan orang dalam perusahaan lainnya, yang berperan penting sebagai pemasar, dokter sendirian yang mengetahui banyak bentuk pemasaran ilegal sebagaimana digariskan dalam keluhan yang kami tinjau. Seiring berkembangnya pemahaman dokter pada praktek dan konsekuensi promosi off-label yang tidak sesuai untuk kesehatan masyarakat, akan lebih banyak antusiasme untuk menghentikannya.”

Sumber berita:

Public Library of Science

Referensi jurnal :

Aaron S. Kesselheim, Michelle M. Mello, David M. Studdert. Strategies and Practices in Off-Label Marketing of Pharmaceuticals: A Retrospective Analysis of Whistleblower Complaints. PLoS Medicine, 2011; 8 (4): e1000431 DOI: 10.1371/journal.pmed.1000431

 

 

 

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.