Diposting Kamis, 30 Juni 2011 jam 5:37 pm oleh Evy Siscawati

Elemen Transposabel

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 30 Juni 2011 -


 

Akibatnya, ada puluhan atau ratusan salinan aktif satu elemen transposabel tunggal berada di genom satu individu, dan berbagai individu memiliki insersinya di tempat berbeda dalam genom. Kelimpahan dan keragaman ini muncul walaupun fakta kalau laju transposisi per elemen itu rendah relatif terhadap aktivitas gen egois lainnya (melompat tiap generasi keempat adalah laju yang sangat tinggi, dan lebih umum terjadi setiap ratusan, atau ribuan, ata lebih generasi).

Dengan ukuran yang kecil dan teradaptasi untuk mengintegrasi dirinya ke tempat baru di genom, elemen transposabel mampu pula bergerak antar spesies. Karena bentuk pengendalian yang ekspansif ini – baik di dalam maupun antar spesies – elemen transposabel tampaknya telah mengkoloni semua spesies eukariotik.

Mereka memancar ke begitu banyak subtipe, dengan begitu banyak strategi dan substrategi pengendalian, dan hampir setiap hari ada yang baru. Sebagian besar spesies memiliki beraneka tipe atau keluarga elemen transposabel, masing-masing hadir dalam banyak salinan per genom.

Karena kelimpahannya, elemen transposabel hampir dijamin berpengaruh besar pada inangnya. Sekitar separuh genom kita berasal dari elemen transposabel. Dan, selain transposisi itu sendiri, elemen-elemen ini dapat menyebabkan sejumlah besar penyusunan ulang kromosom.

Seperti dengan tipe mutasi lainnya, sebagian insersi dan penyusunan ulang ini bermanfaat bagi inang dan diseleksi secara positif. Dengan demikian, elemen transposabel dapat menjadi sumber mutasi yang penting dan tidak dapat terjadi dengan cara lain. Dan elemen transposabel dapat pula diternakkan (walau langka) oleh sang inang – seperti itulah peristiwa yang penting pada evolusi sistem kekebalan tubuh vertebrata. Efek menguntungkan ini mengagumkan, elemen transposabel walau begitu masih dipandang sebagai parasit, bukan sebagai adaptasi induk atau mutualis.

Elemen transposabel pertama kali ditemukan oleh Barbara McClintock, tahun 1952. Pengamatan kuncinya adalah susunan beberapa gen pada jagung dapat berubah dari satu generasi ke generasi lain. Selama berpuluh tahun sedikit yang dipelajari, namun dengan kemajuan di bidang biologi molekuler, sejumlah besar penelitian telah dilakukan. Hal ini sebagian karena ia begitu banyak tersebar, ada dalam semua organisme genetik model (termasuk prokariota) dan manusia. Lebih lagi, sejak 1982 ia telah dipakai sebagai alat untuk rekayasa genetika, pertama pada Drosophila dan sekarang sejumlah serangga lainnya. Selain itu, beberapa elemen transposabel berkaitan dekat dengan retrovirus, termasuk HIV, penyebab AIDS. Koleksi bab tinjauan terbaru dan berharga mengenai “DNA bergerak,” sebagian besarnya elemen transposabel, mencakup 50 bab, lebih dari 1150 halaman, dan ribuan referensi.

Sumber

Burt, A., Trivers, R. 2006. Genes in Conflict: The Biology of Selfish Genetic Elements. Harvard University Press.

Referensi lanjut

Craig NL, Craigie R, Gellert M, and Lambowitz AM, eds. 2002. Mobile DNA II. Washington, D.C.: ASM Press.

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.