Diposting Minggu, 26 Juni 2011 jam 12:55 pm oleh Evy Siscawati

Pegawasan Ayah pada anak gadis, dan pengawasan Ibu pada anak laki-laki, penting untuk mengurangi masalah minum

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 26 Juni 2011 -


 

Studi ini adalah salah satu yang pertama menjelajahi hubungan antara pola asuh dan pengawasan orang tua, dan menjelajahi pola pengawasan tiap orang tua secara individual, kata Julie A. Patock-Peckham, Ph.D., asisten profesor Psikologi dan Neurosains Universitas Baylor dan salah satu penulis studi. “Walau ada banyak penelitian menunjukkan kalau pengawasan orang tua yang rendah berpengaruh pada perilaku beresiko, sangat sedikit peneliti memeriksa efek pengawasan orang tua terpisah antara ibu dan ayah,” katanya. “Mereka secara normal hanya mengukur ‘orang tua’.”

Studi ini melibatkan 581 mahasiswa dari Universitas Sains dan Teknologi Missouri dan Universitas San Diego State. Mahasiswa yang berpartisipasi mengisi kuesioner yang menanyakan pola asuh ibu dan ayah, persepsi pengetahuan ayah dan ibu mengenai persahabatan dan rencana sosialnya, dan pertanyaan mengenai impulsivitas dan masalah terkait alkohol.

Orang tua otoritatif paling mungkin bekerja baik dalam memonitor (mengetahui kehidupan dan rencana sosial anak mereka), sementara orang tua permisif paling sedikit mampu memonitor anaknya. Mengejutkannya, orang tua otoriter tidak mendapat keuntungan dan tidak pula kerugian dalam pengawasan.  “Kami menduga atmosfer peraturan bermain dalam pengawasan,” kata Patock-Peckham. “Namun studi kami menunjukkan kalau aturan rumah tangga yang ketat tidak bermakna kalau dewasa yang berkembang merasa kalau orang tua tahu mengenai kehidupan atau rencana sosialnya.”

Semakin kuat asosiasinya dengan orang tua yang berlawanan jenis, kata Patock-Peckham. “Orang sepertinya berpikir kalau wanita atau gadis akan baik-baik saja jika ibunya terlibat dalam kehidupannya, dan ini benar-benar menunjukkan kalau sang ayah memiliki pengaruh,” katanya.

Hal yang sama berlaku untuk ibu yang mempengaruhi anak laki-lakinya. Alasan asosiasi ini masih belum sepenuhnya dipahami. “Ia sangat spekulatif, karena ini penemuan baru, namun saya percaya ia ada hubungannya dengan proses sosialisasi dari satu generasi ke selanjutnya,” kata beliau. “Mungkin ada hubungannya dengan belajar bagaimana anggota lawan jenis memandang dan menghargai perilaku tertentu.”

Sumber berita:

Journal of Studies on Alcohol and Drugs

 

Referensi jurnal:

Julie A. Patock-Peckham, Kevin M. King, Antonio A. Morgan-Lopez, Emilio C. Ulloa, Jennifer M. Filson Moses. Gender-Specific Mediational Links Between Parenting Styles, Parental Monitoring, Impulsiveness, Drinking Control, and Alcohol-Related Problems. Journal of Studies on Alcohol and Drugs, 2011; 72 (2): 247-258

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.