Diposting Minggu, 26 Juni 2011 jam 12:56 pm oleh Evy Siscawati

Masalah Probabilitas dalam Debat Evolusi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 26 Juni 2011 -


 

Sebenarnya argumen ini dibuat berdasarkan empat asumsi. Keempat asumsi ini harus dibuktikan benar, sebelum argumen probabilitas diajukan. Tapi berikut akan ditunjukkan kalau keempat asumsi tersebut salah:

Asumsi pertama : Molekul protein terbentuk karena kebetulan

Perhitungan di atas dibuat berdasarkan asumsi kalau molekul protein terbentuk secara kebetulan. Walau begitu, biokimia bukanlah peristiwa kebetulan. Ada seperangkat kaidah-kaidah yang membuat para ahli biokimia menulis buku yang tebal. Biokimia menghasilkan produk yang kompleks, dan produk-produk itu sendiri berinteraksi secara kompleks. Sebagai contoh, molekul organik kompleks telah teramati terbentuk dalam kondisi yang ada di antariksa, dan mungkin saja ia berperan penting dalam pembentukan kehidupan pertama. Dengan mempertimbangkan hal ini, perhitungan probabilitas di atas menjadi tidak bermakna.

Asumsi kedua : Molekul protein hanya memiliki satu bentuk saja

Perhitungan probabilitas di atas berasumsi kalau molekul protein harus mengambil satu bentuk khusus. Walau begitu, ada tak terhitung protein yang mungkin terbentuk yang mampu menghasilkan aktivitas biologis. Agar perhitungan probabilitas di atas sah, ia harus memperhitungkan semua molekul yang mungkin (bukan hanya protein) yang dapat berfungsi menghasilkan kehidupan. Terus terang para ilmuan belum tahu ada berapa banyak kombinasi molekul yang mungkin ada tersebut.

Asumsi ketiga : Kehidupan pertama sama seperti yang ada sekarang

Kita telah menyaksikan berulang kali bahwa kehidupan jauh di masa lalu, miliaran tahun lalu, jauh lebih sederhana dari pada kehidupan di masa sekarang. Kehidupan pertama tentunya jauh lebih sederhana lagi.

Asumsi keempat : Satu percobaan dilakukan dalam satu waktu

Perhitungan probabilitas di atas berasumsi kalau setiap satuan waktu dilakukan satu percobaan. Sehingga untuk melakukan 10^113 percobaan dibutuhkan waktu katakanlah 10^113 detik jika satu percobaan berlangsung selama satu detik. Hal ini tidak berlaku pada bumi purba. Laboratoriumnya seluas planet Bumi, belum lagi antariksa jika memang kehidupan berasal dari sana. Perhitungan yang benar harus mempertimbangkan ukuran ruang untuk percobaan.

 

Referensi

Scott, E.C. 2009. Evolution vs. creationism : an introduction. Greenwood Press

Referensi lanjutan

Isaak, M. 2005. The counter-creationism handbook. Westport, CT: Greenwood Press, 2005

Spotts, Peter N. 2001. Raw materials for life may predate Earth’s formation. Christian Science

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.